Selayang Pandang

Perjalanan panjang Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jakarta, memberikan pembelajaran bagi seluruh sivitas akademika dalam merumuskan, mengemban serta mewujudkan visi misi, tujuan dan sasaran melalui rumusan serta implementasi program kerja. Perjalanan panjang ini menjadi latar belakang sejarah UPN “Veteran” Jakarta yang tidak akan dilupakan oleh seluruh sivitas akademika, dan akan menjadi tonggak pembangkit semangat dalam perjalanan UPN “Veteran Jakarta saat ini serta dalam menggapai masa depan dengan penuh optimis. Institusi yang berkualitas adalah institusi yang tak pernah lupa akan sejarah perjalanan hidupnya.

Untuk meneruskan perjuangan setelah kemerdekaan Indonesia, para pejuang kemerdekaan Republik Indonesia beralih peran dari partisipasi revolusi fisik ke pembangunan dalam mengisi kemerdekaan, salah satunya adalah meningkatkan pendidikan bagi para pejuang kemerdekaan. Berkat kegigihan para pejuang, maka dengan Surat Keputusan Menteri Urusan Veteran RI nomor : 121/Kpts/tahun 1958 tanggal 8 Oktober 1958, tentang berdirinya Akademi Pembangunan Nasional (APN) “Veteran” yang memilik jurusan Geologi Pertambangan, Ekonomi Pertanian dan Teknologi Perusahaan. Pada tanggal 15 Desember 1958 secara resmi dibukalah kuliah perdana yang diselenggarakan di Sekolah Tinggi Menengah Atas (STMA) Jalan Kusumanegara Nomor 1 Yogyakarta, sedangkan peresmian pembukaan pendiriannya dilakukan oleh Menteri urusan Veteran RI pada tanggal 21 Febuari tahun 1959 dengan dilandasi oleh semangat perjuangan dari para pejuang yang menjadi mahasiswanya, APN “Veteran” memiliki kewajiban untuk melaksanakan tugas pokok dalam membina mental melalui semangat patriotik serta penanaman Pancasila sebagai falsafah negara dan sapta marga sebagai pedoman hidup.

Dengan segala keterbatasan fasilitas yang ada, proses penyelengaraan pendidikan tetap berjalan. Gedung pertama pada perkuliahan meminjam salah satu gedung STM, yang beberapa tahun kemudian dapat memiliki gedung sendiri serta beberapa bangunan tua yang dipergunakan untuk laboratorium. Namun demikian, aktivitas mahasiswa dalam berpartisipasi secara akademik tetap aktif.



Back to top