Banjir dan longsor di Aceh menyebabkan ratusan korban jiwa serta merusak puluhan fasilitas kesehatan. Data BNPB mencatat, hingga 22 Desember 2025, korban meninggal di Aceh mencapai 477 jiwa
HumasUPNVJ — Rektor Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta (UPNVJ) Prof. Dr. Anter Venus, M.A., Comm, melepas tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Tanggap Darurat Bencana gelombang kedua menuju Aceh Utara pada Senin (22/12/2025). Tim ini akan memberikan pelayanan kesehatan dasar serta dukungan logistik selama delapan hari, mulai 23 hingga 30 Desember 2025.
Tim PKM yang dipimpin Dr. Ns. Arief Wahyudi Jadmiko tersebut terdiri atas 14 anggota, termasuk tenaga medis, perawat, apoteker, dan dokter. Mereka akan berfokus pada penguatan kemampuan pemulihan pesintas bencana melalui intervensi kedokteran matra dan asuhan keperawatan komprehensif. Anggota tim mencakup Dr. Ibnu Malkan Bakhrul Ilmi, Ns. Chandra Tri Wahyudi, Ns. Laksita Barbara, Ns. Susiana Jansen, Apt. Fransiskus Samuel, dr. Pritha, Muhammad Alif Farhan, dan Dr. Fathinah.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Anter Venus, M.A., Comm menyampaikan harapan agar tim mampu memberikan kontribusi terbaik bagi saudara-saudara di Aceh dan daerah sekitarnya yang terdampak bencana. Ia menekankan pentingnya solidaritas tim, bantuan sepenuh hati, serta keselamatan selama misi.
”Semua tim harus solid dan membantu sekuat tenaga, serta pulang kembali dengan selamat dan fit,” ujarnya.
Kegiatan pelepasan berlangsung di Ruang Nusantara 2, Gedung Rektorat UPNVJ Pondok Labu, Jakarta Selatan. Turut mendampingi antara lain Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Dr. dr. Ria Maria Theresa serta tim humas UPNVJ Disa Prihantini serta tim pendukung Ilham Wibowo, Ikmal Falahi, dan Edo Janfien.
Dampak Bencana di Aceh
Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 22 Desember 2025 mencatat, Aceh menjadi provinsi dengan korban meninggal terbanyak akibat banjir dan longsor, yaitu 477 meninggal dunia. Korban tersebar di kabupaten seperti Aceh Utara, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Bireuen, Bener Meriah, Pidie Jaya, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Gayo Lues, serta kota Langsa dan Lhokseumawe.
Selain korban jiwa, bencana merusak infrastruktur kesehatan dengan 13 rumah sakit dan 122 puskesmas terdampak di Aceh. Sebanyak 10 rumah sakit dan 65 puskesmas belum dapat beroperasi normal.
Di Kabupaten Aceh Utara saja, tercatat 363.249 jiwa terdampak, 865 luka ringan, 120 luka berat, 133 meninggal dunia, serta 304.361 jiwa mengungsi. Kerusakan fasilitas kesehatan meliputi 12 puskesmas rusak sedang dan 6 rusak berat, termasuk Puskesmas Lhok Beuringen dan Puskesmas Simpang Tiga yang belum dapat memberikan layanan dasar.
Lokasi Intervensi
Tim PKM UPNVJ gelombang kedua ini akan berfokus pada dua puskesmas terdampak di Kabupaten Aceh Utara, yaitu Puskesmas Simpang Tiga di Desa Simpang Tiga, Kecamatan Langkahan, serta Puskesmas Lhok Beuringen di Desa Lhok Beuringen, Kecamatan Tanah Jambo Aye.
Kegiatan mencakup pembentukan pos layanan kesehatan darurat dan mobile clinic, penyediaan obat esensial serta alat kesehatan, pelatihan tenaga kesehatan setempat, serta intervensi pencegahan penyakit dan edukasi sanitasi. Tim juga akan berkoordinasi dengan Universitas Syiah Kuala, Pusat Krisis Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Aceh Utara, serta Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencana Indonesia (HIPGABI).
Prof. Dr. Anter Venus menegaskan, pengiriman tim ini mencerminkan komitmen UPNVJ sebagai kampus bela negara dalam memperkuat ketahanan nasional melalui respons cepat terhadap bencana alam.