UPNVJ Hadapi Pandemi dengan Memaksimalkan PJJ dengan Sistem RAF

HumasUPNVJ - Perubahan kuliah tatap muka menjadi kuliah jarak jauh di UPN Veteran Jakarta terhitung sejak hari Senin, 16 Maret sampai 21 Maret 2020 sebagai tahap uji coba, kemudian pada tanggal 23 Maret 2020 secara penuh menyelenggarakan Perkuliahan Jarak Jauh (PJJ) sampai batas waktu yang ditetapkan kemudian. Untuk itu, para pimpinan Fakultas dan Program Studi diminta memberikan dukungan yang dibutuhkan para dosen untuk dapat menyelenggarakan PJJ. Perubahan ini dilakukan dalam rangka mewaspadai penyebaran virus Covid-19 yang semakin hari semakin bertambah jumlahnya. Pada prinsipnya, UPNVJ sudah mewajibkan e-learning bagi setiap dosen sejak dua tahun lalu. UPNVJ mewajibkan dua sesi dalam RPS (Rencana Pembelajaran Semester) setiap mata kuliah untuk melakukan e-learning.

Anter_Venus.jpg

Humas UPNVJ berkesempatan untuk melakukan wawancara online (18/05) dengan Wakil Rektor Bidang Akademik, Anter Venus terkait Perkuliahan Jarak Jauh ini, “Belajar itu intinya adalah sebuah interaksi dua arah antara dosen dengan mahasiswa, itu sudah menjadi amanat undang- undangnya.  Jadi meskipun  melalui e-learning maka harus tetap interaktif juga. Memang cukup berat mendorong semua dosen menggunakan fitur interaktif di platform e-learning 4.0 milik UPNVJ  yang telah kami sediakan ini.  Tapi menurut saya, pandemi Covid-19 akhirnya jadi pintu masuk untuk mengkondisikan dosen melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara interaktif.  Saat awal percobaan tanggal 16-21 Maret 2020 waktu percobaan bahkan saat  pelaksanaan penuh PJJ minggu pertama ternyata masih cukup banyak yang gunakan e-learning hanya untuk sekadar mengupload tugas. Ini akhirnya yang memaksa kami menggunakan alat ukur, yaitu RAF (Resources, Activities dan Feedback) untuk menilai pemenuhan standar PJJ yang interaktif. Dengan standar ini setiap dosen dinilai apakah mereka memenuhi standar minimal atau tidak yakni nilai 70. Kami beri nilai Resources 30, Activities (+ tugas terintegrasi dalam pembahasan materi) 50, dan feedback 20. Jadi kalau hanya upload bahan saja dan melakukan chatting seperti biasa, maka nilainya berarti 30+20 berarti hanya 50. Ini kita peringatkan bahwa kuliah mereka tidak memenuhi standar. Tapi kalau mereka upload bahan dan juga lakukan interaksi lewat forum diskusi atau video conference maka nilai mereka jadi 50+30 =80 berarti sudah terpenuhi. Apalagi kalau ditambah melakukan Quiz atau pemberian respon/feedback maka nilai mereka jadi 100. Ini target kita sebenarnya. Tapi lumayanlah hasil monev akhir April menunjukkan rata-rata nilai pemenuhan standar PJJ sudah diangka   70-80 artinya dosen sudah mulai melakukan interaksi yang baik dalam perkuliahan”. Jelas Anter Venus

“Bagi kami situasi pandemi dan pemberlakukan belajar dari rumah bukan berarti kualitas pembelajaran jadi diabaikan. Kami berkomitmen meskipun situasi tidak normal dan kita menghadapi banyak kendala untuk pencapaian tujuan pembelajaran (learning outcome), kita harus melakukan adaptasi yang baik dengan situasi ini . Efektivitas dan kualitas pembelajaran tetap harus dijaga. Pencapaian tujuan pembelajaran meskipun tidak bisa 100% khususnya untuk mata kuliah yang banyak melibatkan praktikum, tapi kami tetap mengusahakan untuk mencapainya sebisa mungkin. Kalau bisa  70-80% kami sudah bersyukur. Bahkan kalau Juli pandemi sudah mulai mereda maka kami berniat melakukan penambalan-penambalan dari kompetensi yang kurang itu pada bulan tersebut. Mudah-mudahan saja”. Harapnya

Ada beberapa kendala yang terjadi memang selama pandemi ini, banyaknya kegiatan mahasiswa seperti magang dan sidang skripsi dilaksanakan dengan online secara tiba-tiba, “Saat ini sebagian besar magang dihentikan karena Jakarta memberlakukan Pembatasan Sosial Sosial Berskala Besar (PSBB) yang sampai sekarang masih berlaku. Banyak lembaga yang menghentikan sementara kegiatan ini. Beberapa magang yang telanjur berjalan ada yang dilakukan secara daring.  Kami sendiri masih melihat kemungkinan magang secara penuh melalu jarak jauh.  Sebagian mahasiswa yang terlibat sebagai sukarelawan untuk penanggulangan Covid ini  kami perlakukan sebagai tugas magang. Termasuk mahasiwa yang melakukan magang internal di unit-unit kerja UPNVJ kita lakukan secara online. Termasuk bimbingan skipsi secara online pun sebenarnya sudah kami lakukan sejak tahun lalu. Wisuda kami berikutnya bisa jadi dilakukan secara online juga. Seperti beberapa Perguruan Tinggi yang juga sudah melakukannya”. Lanjutnya

“Prinsipnya kampus tidak boleh menyerah dengan situasi pandemi seperti ini. Karena ini merupakan tantangan yang harus diatasi. Tugas mendidik dan mencerdaskan anak bangsa tetap harus dilakukan secara sungguh-sungguh ditengah berbagai kendala dan keterbatasan yang ada. Saya berpikir pandemi jnj justru sebagai batu pijakan baru untuk melangkah ke situasi normal baru dimana kita mengadopsi pembelajaran daring sebagai cara hidup yang baru. Jadi ini adalah sebuah kesempatan”. Jelas Anter Venus diakhir wawancaranya.

 

 

 

 

Berita Sebelumnya

UPNVJ Terima Bantuan APD dari Kemdikbud

Berita Selanjutnya

Activate Event Online Campaign Ambassador, Pembelajaran Jarak Jauh sehat ga sih untuk mental mahasiswa?