SMMPTN-Barat 2024: Dirjen Dikti Serukan Jalur Merdeka dan Peningkatan Fasilitas Difabel

 

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Prof Abdul Haris hadir dalam kegiatan grand launching Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri Konsorsium Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri Wilayah Barat (SMMPTN-Barat) pada hari Senin, 6 Mei 2024.

Dalam sambutannya, Prof Haris berterima kasih kepada Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri Barat atas penyelenggaraan SMMPTN Barat 2024 yang melibatkan 25 PTN. Beliau juga berterima kasih atas peran bank-bank mitra dalam seleksi mandiri tahun ini.

"Berkaitan dengan jalur mandiri, kami dari kementerian meminta bahwa berdasarkan kurikulum Merdeka Belajar, bisa dibuka satu jalur lagi. Jadi bukan hanya saintek dan soshum, tapi juga jalur merdeka," ucap Prof Haris.

Berdasarkan pengalaman Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) sebelumnya, Dirjen Dikti juga meminta ada peningkatan fasilitas bagi para peserta difabel.

"Saat ini masih ada ketimpangan di angka 2,8 persen bagi difabel. Semoga mereka juga difasilitasi. Bukan saja pada seleksi masuk, tapi difabel juga harus mendapatkan pelayanan pendidikan tinggi yang layak sebagai bukti pendidikan inklusif yang kita laksanakan," ungkap Prof Haris.

Selain Dirjen Dikti, turut hadir wakil dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mengadakan survei tentang integritas. Kehadiran KPK merupakan upaya dalam memastikan metode seleksi mandiri berlangsung secara terukur.

"Dan itu indikatornya ada pada regulasi yang telah kita buat. Namun penting juga ada inovasi dan kreativitas tentang apa yang kita lakukan," ujar perwakilan KPK.

Di sesi terakhir, dilakukan penandatangan POB SMMPTN Barat yang disaksikan Prof Haris dengan didampingi ketua BKS PTN Barat, Wakil Ketua SMMPTN Barat 2024, dan ketua Pokja SMMPTN Barat.

Berita Sebelumnya

Program Seleksi Mandiri Masuk PTN Barat 2024 Resmi Diluncurkan

Berita Selanjutnya

Patah Kaki Tak Patahkan Semangat Peserta untuk Ikuti UTBK