Di UPNVJ, Mendikdasmen Tekankan Spiritualitas Kerja dan Kedaulatan Ilmu

HumasUPNVJ — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., memberikan penguatan motivasi kerja kepada dosen dan tenaga kependidikan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta pada Rabu, 29 April 2026. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Bhinneka Tunggal Ika UPNVJ itu menekankan pentingnya memaknai pekerjaan bukan hanya sebagai sumber pendapatan, tetapi juga sebagai ruang pengabdian, pelayanan, dan inspirasi bagi sesama. Melalui pesan tersebut, Mendikdasmen mengajak sivitas akademika UPNVJ menjaga konsistensi, menghindari rasa cepat puas, serta berkontribusi dalam membangun kedaulatan ilmu bangsa.

Dalam paparannya, Prof. Mu’ti menegaskan bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kemampuan, tetapi juga oleh kemauan untuk terus bertumbuh. Menurutnya, rasa nyaman terhadap pencapaian yang sudah diraih kerap membuat seseorang berhenti mengembangkan diri.

“Ketika sudah merasa nyaman dengan pencapaian yang ada, seseorang sering kali kehilangan niat untuk naik lebih tinggi lagi. Inilah yang membuat orang berhenti berkembang,” ujarnya.

Untuk menggambarkan pentingnya konsistensi, Prof. Mu’ti menyinggung pertandingan sepak bola antara Iran dan Indonesia. Ia menyampaikan bahwa tim yang terlalu yakin dengan keunggulannya dapat kehilangan fokus dan akhirnya gagal mempertahankan prestasi. Dari ilustrasi tersebut, ia mengingatkan bahwa rasa puas diri dapat menjadi hambatan dalam menjaga kualitas kerja.

Lebih lanjut, Mendikdasmen mengajak dosen dan tenaga kependidikan UPNVJ melihat pekerjaan melalui perspektif spiritualitas. Ia menilai bahwa bekerja tidak semata-mata berkaitan dengan jenjang karier atau penghasilan, tetapi juga dengan kesadaran untuk melayani Tuhan, sesama manusia, dan masyarakat luas.

“Kalau kita punya spirit melayani, maka bekerja adalah proses spiritual. Orang bekerja tidak selalu bicara income, tetapi juga meaning,” ungkapnya.

Prof. Mu’ti juga menyoroti fenomena burnout yang banyak dialami pekerja modern, termasuk mereka yang memiliki capaian kerja baik. Menurutnya, prestasi dalam pekerjaan belum tentu selalu berbanding lurus dengan kebahagiaan dan rasa bermakna dalam hidup. Karena itu, ia menekankan pentingnya membangun keseimbangan antara pencapaian profesional, kebahagiaan pribadi, dan kebermanfaatan bagi orang lain.

Ia kemudian membagikan pengalamannya sebagai dosen. Prof. Mu’ti menyampaikan bahwa profesi pendidik memberinya ruang yang luas untuk memberi dampak karena pendidikan tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan harapan dan menginspirasi orang lain.

“Saya merasa menjadi dosen lebih bermakna karena bisa menginspirasi orang lain. Teaching is inspiring,” katanya.
Pada bagian akhir penyampaian, Prof. Mu’ti menekankan pentingnya kedaulatan ilmu sebagai fondasi kemajuan bangsa. Ia menjelaskan bahwa kedaulatan negara tidak cukup hanya dipahami dari sudut pandang pertahanan atau militer, tetapi juga harus dilihat dari kemampuan bangsa menghasilkan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi bagi persoalan nasional.

Menurutnya, kedaulatan ilmu berkaitan erat dengan peran pendidikan tinggi dalam melahirkan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan memiliki komitmen kebangsaan. Perguruan tinggi, kata dia, harus menjadi ruang lahirnya karya anak bangsa yang mampu menjawab tantangan zaman.

“Negara kita maju karena karya anak bangsa, intelektual bangsa, yang saat ada masalah di negara kita tidak kabur. Itu baru membela negara,” tegasnya.

Pesan tersebut mendapat perhatian antusias dari dosen dan tenaga kependidikan UPNVJ yang memenuhi auditorium. Melalui kegiatan ini, UPNVJ memperkuat komitmen institusi dalam membangun budaya kerja yang berorientasi pada pelayanan, kebermaknaan, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Berita Sebelumnya

Prof. Waras Kamdi Pantau Pelaksanaan UTBK SNBT 2026 di UPNVJ

Berita Selanjutnya

Rektor UPNVJ Paparkan Capaian Universitas Saat Kunjungan Mendikdasmen