Kisah Inspiratif Shalma, Difabel Netra Lolos SNBP 2026 di UPNVJ

WhatsApp_Image_2026-04-06_at_16.08.33.jpeg

HumasUPNVJ – Pelaksanaan tes kesehatan bagi calon mahasiswa baru jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 di Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) pada Senin, 6 April 2026, di Gedung Medical Education and Research Center (MERCE), Limo, Depok, tidak hanya menjadi tahapan administratif, tetapi juga menghadirkan kisah inspiratif dari peserta difabel netra. Salah satunya datang dari Shalma Arsyta Noorsyarif, calon mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UPNVJ, yang berhasil lolos SNBP 2026 setelah melalui perjalanan penuh tantangan dan harapan.

Shalma, yang akrab disapa Caca, mengaku sempat diliputi rasa tidak percaya diri saat mendaftar SNBP. Ia merasa bukan termasuk siswa dengan peringkat akademik tertinggi di sekolah, sehingga pesimis terhadap peluang kelulusannya. Setelah menyelesaikan finalisasi pendaftaran, ia bahkan langsung mempersiapkan diri menghadapi Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dengan belajar secara intensif hingga mengalami kelelahan mental.

“Saya sempat merasa sangat overthinking melihat perkembangan teman-teman. Bahkan sampai burnout karena terus mengejar target nilai try out,” ungkapnya.

Tekanan tersebut juga dirasakannya saat momen Lebaran, ketika pertanyaan mengenai rencana kuliah kerap datang dari lingkungan sekitar. Hingga pada hari pengumuman, Caca memilih untuk menenangkan diri dan berdoa sebelum akhirnya mengetahui hasil kelulusannya.

“Waktu tahu hasilnya, saya bahkan tidak berani membuka sendiri. Tapi saat orang tua saya yang membuka dan bilang saya lolos, rasanya masih seperti tidak percaya,” tuturnya.

Dalam perjalanan akademiknya, Caca mendapatkan dukungan dari lingkungan pertemanan yang positif. Meski menghadapi tantangan pada sejumlah mata pelajaran seperti kimia dan matematika, ia tetap berupaya mengembangkan minat dan kemampuan pada bidang yang diminatinya. Ketekunan dan konsistensi tersebut menjadi kunci dalam mengantarkannya meraih kelulusan melalui jalur SNBP.

Caca juga memberikan pesan kepada siswa yang belum berhasil melalui jalur SNBP agar tetap optimistis dan tidak menyerah. Menurutnya, setiap individu memiliki jalan masing-masing untuk mencapai tujuan pendidikan.

“Harus tetap percaya diri dan yakin. Kalau kita terus berusaha dan berdoa, pasti ada jalan terbaik,” ujarnya.

Ia turut membagikan tips bagi calon peserta SNBP di masa mendatang, antara lain dengan aktif mengikuti kompetisi terakreditasi, mengembangkan minat dan bakat, serta menjaga relasi yang baik di lingkungan sekolah.

Memasuki dunia perkuliahan di UPNVJ, Caca menyampaikan harapan agar dapat belajar dalam lingkungan yang inklusif dan suportif. Ia juga berharap dapat berkontribusi aktif serta meraih prestasi akademik terbaik

“Saya berharap bisa mendapatkan teman-teman yang baik dan lingkungan yang menerima saya. Saya juga ingin berkontribusi untuk kampus dan meraih prestasi terbaik, termasuk lulus dengan predikat cumlaude,” katanya.

Kisah Shalma menjadi cerminan bahwa proses seleksi masuk perguruan tinggi tidak semata ditentukan oleh capaian akademik, tetapi juga oleh ketekunan, keberanian, dan dukungan lingkungan. UPNVJ terus berkomitmen menghadirkan pendidikan tinggi yang inklusif dan berkeadilan, dengan memberikan ruang bagi seluruh mahasiswa, termasuk penyandang disabilitas, untuk berkembang secara optimal.

 

Kerabat Kerja

---------------------------------

Penulis: Anisa Triselia | Penyelaras Bahasa: F. Noor

Berita Sebelumnya

UPNVJ Buka Pendaftaran Magister 2026, Tawarkan 9 Program Studi dan Beasiswa Alumni Berprestasi