Dekan FK UPNVJ Dikukuhkan sebagai Adjunct Professor Neuroscience, Dorong Riset Geospatial Medicine ASEAN

 

HumasUPNVJ - Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ), Dr. dr. H. Taufiq Fredrik Pasiak, M.Kes., M.Pd.I., S.H., M.H., CIPA, memperoleh pengakuan akademik internasional setelah dikukuhkan sebagai Adjunct Professor in Neuroscience oleh Universiti Geomatika Malaysia, Kuala Lumpur, Malaysia. Pengukuhan tersebut dilaksanakan pada Rabu, 24 Juni 2026, melalui penyampaian inaugural lecture berjudul “The Brain That Transcends Itself: Neuroplasticity, Gene-Environment Interaction, and the Birth of Geospatial Neuroscience.” Pengakuan ini menjadi momentum penting bagi FK UPNVJ dalam memperkuat inovasi riset neurosains, kesehatan mental, dan teknologi geospasial di tingkat regional.

Penghargaan akademik tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi Dr. Taufiq dalam mengembangkan gagasan multidisiplin yang menghubungkan neurosains, kesehatan manusia, lingkungan, dan teknologi geospasial. Melalui gagasan Geospatial Medicine, ia menawarkan pendekatan baru untuk memahami bagaimana ruang hidup, tempat bekerja, serta lingkungan sosial seseorang dapat berpengaruh terhadap kesehatan otak dan kesehatan mental.

Dr. Taufiq menjelaskan bahwa gagasan tersebut tumbuh dari pengembangan Program Studi Biomedis di Fakultas Kedokteran UPNVJ. Program tersebut memiliki tiga peminatan, yaitu Neuroscience, Human Performance and Mental Health; Geoepigenetika; serta Hiperbarik. Dari pengembangan itu, dua bidang menjadi perhatian utama, yakni neurosains dan kesehatan mental serta geoepigenetika.

“Geoepigenetika merupakan suatu ilmu baru yang mempelajari perubahan ekspresi gen akibat pengaruh lingkungan spasial, seperti tempat tinggal, tempat bekerja, dan tempat manusia berinteraksi. Pendekatan ini mempertemukan ilmu kedokteran dengan kajian ruang atau geografi,” ujar Dr. Taufiq.

Dalam inaugural lecture, Dr. Taufiq mengangkat konsep Gene-Environment Interaction untuk menjelaskan bagaimana lingkungan berinteraksi dengan mekanisme biologis manusia melalui proses epigenetik dan neuroplastisitas. Menurutnya, lingkungan tidak hanya menjadi latar kehidupan manusia, tetapi juga dapat berperan sebagai faktor biologis yang memengaruhi arsitektur dan fungsi otak.

Salah satu gagasan utama yang ia sampaikan adalah pengembangan Geospatial Medicine. Pendekatan ini mempertemukan neurosains klinis, teknologi geospasial, pemetaan spasial, dan analisis data lingkungan untuk memahami hubungan antara lokasi tempat seseorang hidup dengan risiko kesehatan otak dan kesehatan mental.

“Selama ini kita banyak memetakan di mana penyakit berada. Ke depan, kita perlu memahami bagaimana suatu tempat dapat membentuk risiko penyakit, termasuk di dalam otak,” jelasnya.

Dr. Taufiq menilai gagasan tersebut menjadi salah satu alasan kuat Universiti Geomatika Malaysia memberikan pengakuan akademik. Universiti Geomatika Malaysia memiliki kekuatan dalam bidang geografi dan Geographic Information System atau GIS, sedangkan FK UPNVJ memiliki pengembangan keilmuan dalam neurosains klinis dan kesehatan manusia.

“Ini merupakan titik temu dua bidang yang sebelumnya berjalan sendiri-sendiri. Ilmu kedokteran mempelajari manusia, sementara ilmu geospasial mempelajari ruang. Melalui pendekatan ini, keduanya dipertemukan untuk memahami bagaimana lingkungan membentuk kesehatan manusia,” ungkapnya.

Selain Geospatial Medicine, Dr. Taufiq juga memperkenalkan instrumen PASH-BRAINS atau Psychological Assessment of Spiritual Health and Brain Function Screening. Instrumen tersebut dirancang untuk menilai fungsi neurobehavioral dengan mencakup fungsi eksekutif konvensional dan fungsi eksekutif transendental. PASH-BRAINS telah memperoleh hak paten sederhana dengan nomor IDS000011533 dari Kementerian Hukum Republik Indonesia pada 14 Oktober 2025.

Bagi Dr. Taufiq, pengukuhan sebagai Adjunct Professor in Neuroscience bukan semata pencapaian pribadi, melainkan pengakuan terhadap kerja akademik dan upaya kolektif dalam mengembangkan pendekatan baru di bidang kesehatan manusia. Ia menegaskan bahwa inovasi keilmuan perlu diarahkan untuk memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat, terutama dalam memahami tantangan kesehatan mental dan kesehatan otak secara lebih kontekstual.

Pada saat agenda pengukuhan berlangsung di Malaysia, FK UPNVJ juga sedang menjalani rangkaian proses akreditasi internasional. Karena memprioritaskan kepentingan institusi, Dr. Taufiq tidak menghadiri langsung agenda tersebut dan mengutus putranya untuk menerima penghargaan atas nama beliau.

“Bagi saya, ini adalah sebuah pengakuan terhadap apa yang telah kami lakukan untuk mencari pendekatan-pendekatan baru dalam ilmu kesehatan matra dan kesehatan manusia. Namun, kepentingan universitas dan fakultas tetap menjadi prioritas karena manfaatnya jauh lebih besar bagi banyak orang, Saya ucapkan terima kasih banyak untuk Rektor Prof. Anter Venus yang memberikan fasilitas dan dukungan kepada saya untuk mengembangkan bidang ilmu ini di UPNVJ” tuturnya.

Melalui pengangkatan sebagai Adjunct Professor in Neuroscience, Dr. Taufiq berharap terbuka peluang kolaborasi riset internasional antara UPNVJ dan Universiti Geomatika Malaysia. Kolaborasi tersebut diarahkan pada pengembangan riset kesehatan mental berbasis data spasial di kawasan ASEAN, termasuk pemanfaatan GIS dan instrumen PASH-BRAINS untuk memetakan indikator kesehatan mental serta faktor lingkungan yang memengaruhinya.

Berita Sebelumnya

Rektor UPNVJ Hadiri KSTI 2026, Perkuat Peran Kampus Bela Negara dalam Hilirisasi Riset

Berita Selanjutnya

Rektor UPNVJ: Tenaga Profesional Dosen Non-ASN Jadi Solusi Terbaik, No More Talking Time for Action