Rektor UPNVJ: Literasi Bela Negara Bentuk Identitas Mahasiswa Sejak Awal Masuk Kampus

HumasUPNVJ — Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) menegaskan Literasi Bela Negara sebagai salah satu filter utama dalam Seleksi Mandiri UPNVJ atau SEMA UPNVJ 2026. Ujian Literasi Bela Negara ini dilaksanakan pada Kamis, 25 Juni 2026, secara daring bagi peserta umum dan tatap muka khusus bagi peserta yang memilih Program Studi S-1 Kedokteran. Melalui skema ini, UPNVJ tidak hanya menilai kesiapan akademik calon mahasiswa, tetapi juga menanamkan pemahaman kebangsaan sejak awal mereka memasuki lingkungan kampus.

Rektor UPNVJ, Prof. Dr. Anter Venus, M.A., Comm saat ditemui oleh Humas UPNVJ., mengatakan bahwa Literasi Bela Negara menjadi bagian penting dari proses seleksi karena UPNVJ ingin memastikan calon mahasiswa memiliki fondasi nilai yang sejalan dengan identitas kampus.
“Dengan adanya ujian Literasi Bela Negara, kami menginginkan mahasiswa yang tergabung menjadi keluarga besar UPNVJ dapat menerapkan bela negara sebagai identitas mereka sejak awal masuk, bahkan ketika masih menjadi mahasiswa baru,” ujarnya.

Menurutnya, ujian ini dirancang bukan sekadar sebagai tahapan administratif, tetapi sebagai instrumen seleksi yang mengukur kesiapan calon mahasiswa dalam memahami persoalan kenegaraan secara lebih luas. 

Pemahaman tersebut dinilai penting agar lulusan UPNVJ kelak tidak hanya unggul dalam bidang keilmuan, tetapi juga memiliki kesadaran untuk memberi manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
“Ini memang sengaja menjadi filter yang luar biasa bagi anak-anak kita agar nantinya mereka bisa memahami kenegaraan secara luas, dengan hasil yang bermanfaat tentunya,” tambahnya.

Pelaksanaan ujian Literasi Bela Negara tahun ini dilakukan dalam dua model, yakni daring dan luring. Skema tatap muka diterapkan khusus untuk peserta S-1 Kedokteran sebagai bagian dari upaya UPNVJ memastikan calon dokter yang diterima memiliki kapasitas akademik, karakter, dan pemahaman nilai kebangsaan yang memadai.

Prof. Anter menegaskan bahwa calon dokter dari UPNVJ diharapkan tidak hanya memiliki kompetensi medis, tetapi juga kepekaan sosial dan komitmen pengabdian. Dalam konteks tersebut, Literasi Bela Negara menjadi bekal awal agar calon mahasiswa memahami bahwa profesi dan ilmu pengetahuan harus diarahkan untuk kepentingan kemanusiaan serta kemajuan bangsa.

Jika menatap empat tahun ke depan, saat para peserta SEMA UPNVJ 2026 menyelesaikan masa studinya, Rektor berharap mereka tumbuh sebagai generasi penggerak perubahan. Identitas Bela Negara diharapkan tidak berhenti sebagai slogan institusi, tetapi benar-benar menjadi sikap, cara berpikir, dan tindakan nyata dalam kehidupan bermasyarakat.
“Saya berharap mereka semua dapat dengan bangga memiliki identitas Bela Negara sebagai identitas UPNVJ. Mereka mampu memberikan ilmu-ilmu kritis yang mereka punya dengan penuh manfaat bagi nusa dan bangsa,” ujar Prof. Anter Venus

UPNVJ memandang Literasi Bela Negara sebagai pembeda strategis dalam proses penerimaan mahasiswa baru. Melalui seleksi ini, universitas berupaya membangun ekosistem akademik yang tidak hanya berorientasi pada capaian intelektual, tetapi juga pada pembentukan karakter, integritas, kepedulian sosial, dan tanggung jawab kebangsaan.

Dengan rampungnya ujian Literasi Bela Negara SEMA UPNVJ 2026, Prof. Anter menilai bahwa proses seleksi ini menjadi langkah awal untuk melahirkan mahasiswa yang kritis, adaptif, dan berkarakter. Bagi UPNVJ, keberhasilan pendidikan tinggi tidak hanya diukur dari kemampuan menghasilkan lulusan kompeten, tetapi juga dari kontribusi nyata mereka sebagai insan Bela Negara yang mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas.

Berita Sebelumnya

Rektor UPNVJ Gelar Audiensi dengan BEM dan MPM, Bahas Akademik hingga Sarana Prasarana

Berita Selanjutnya

Kesigapan Panitia Pastikan SEMA UPNVJ Literasi Bela Negara 2026 Berjalan Lancar