HumasUPNVJ - Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (FK UPNVJ) memperkuat kolaborasi pentahelix dalam pencegahan penyakit tidak menular atau penyakit degeneratif melalui edukasi, konsultasi, dan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat. Kegiatan bertajuk “Sinergi Kerja Sama Pentahelix dalam Pencegahan Penyakit Degeneratif melalui Edukasi, Konsultasi, Pemeriksaan Fisik, Pemeriksaan Laboratorium Sederhana, dan Pemeriksaan USG bagi Masyarakat” ini berlangsung di Aula Serbaguna Kantor Kelurahan Pangkalan Jati, Kecamatan Cinere, Kota Depok, Jawa Barat. Program tersebut melibatkan unsur perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan media untuk meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya deteksi dini. Melalui kegiatan ini, FK UPNVJ menekankan bahwa pencegahan penyakit tidak menular tidak hanya berkaitan dengan kesehatan individu, tetapi juga berpengaruh terhadap ketahanan ekonomi keluarga.
Dekan FK UPNVJ, Dr. dr. Taufiq Fredrik Pasiak, M.Kes., M.Pd.I., M.H., CIPA, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan kesehatan nasional. Menurut dia, kampus kedokteran memiliki tanggung jawab akademik dan sosial untuk menghadirkan ilmu pengetahuan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Program ini merupakan bagian dari komitmen FK UPN ‘Veteran’ Jakarta untuk mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia sebagai kontribusi menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045,” ujar Dr. Taufiq.
Penyakit tidak menular, seperti hipertensi dan diabetes melitus, menjadi perhatian utama karena berpotensi memicu komplikasi serius, antara lain gagal ginjal, penyakit jantung, stroke, dan berbagai gangguan kesehatan lainnya. Selain meningkatkan risiko kematian dan kecacatan, penyakit tersebut juga dapat menimbulkan beban ekonomi besar bagi keluarga akibat kebutuhan pengobatan jangka panjang. Karena itu, edukasi kesehatan dan pemeriksaan berkala menjadi langkah penting untuk menekan risiko sejak dini.
Sebagai bentuk penguatan kolaborasi antarsektor, kegiatan ini juga ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama oleh enam pihak. Para pihak tersebut terdiri atas Dekan FK UPNVJ Dr. dr. Taufiq Fredrik Pasiak, M.Kes., M.Pd.I., M.H., CIPA; Ketua Tim Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan Kota Depok dr. Rien Pramindari, M.K.M.; Lurah Pangkalan Jati Danudi Amin, S.E.; Direktur Utama PT Dwimitra Mandiri Sampurno Felix Ardhi; Ketua Karang Taruna Kelurahan Pangkalan Jati Fuad Nuary; serta Pemimpin Redaksi Harian NERACA Firdaus Baderi, S.E.
Keterlibatan berbagai pihak tersebut menunjukkan bahwa pencegahan penyakit tidak menular membutuhkan kerja bersama yang berkelanjutan. Perguruan tinggi berperan menyediakan kepakaran dan tenaga medis, pemerintah memperkuat dukungan kebijakan dan akses masyarakat, dunia usaha mendukung keberlanjutan program, komunitas membantu menjangkau warga, sedangkan media berperan memperluas edukasi publik.
Kegiatan edukasi menghadirkan sejumlah narasumber dari FK UPNVJ, yakni Dr. dr. Maria Selvester Thadeus, M.Biomed., Sp.KKLP; apt. Wafa, S.Farm., M.Farm.; Herera Rahajeng, S.Si., M.Biomed.; dan Apt. Ariska Deffy Anggarany, S.Farm., M.Farm. Para narasumber memberikan pemahaman mengenai faktor risiko, pencegahan, penggunaan obat yang tepat, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Dalam paparannya, Herera Rahajeng menjelaskan bahwa penyakit tidak menular tidak hanya dipengaruhi oleh faktor genetik, tetapi juga oleh pola hidup sehari-hari. Pola makan tidak seimbang, kurang aktivitas fisik, serta penggunaan obat-obatan yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko hipertensi, diabetes melitus, dan penyakit degeneratif lainnya.
“Karena itu, meskipun seseorang tidak memiliki riwayat keturunan hipertensi atau diabetes, penyakit tersebut tetap dapat terjadi apabila faktor risiko tidak dikendalikan,” jelas Herera.
Sekitar 70 warga Kelurahan Pangkalan Jati mengikuti kegiatan ini. Selain memperoleh edukasi kesehatan, peserta juga mendapatkan layanan pemeriksaan gratis, meliputi pengukuran tinggi dan berat badan, pemeriksaan tekanan darah dan denyut nadi, pemeriksaan kadar gula darah, kolesterol, asam urat, USG abdomen, serta konsultasi kesehatan bersama tenaga medis dan dosen FK UPNVJ.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama FK UPNVJ, dr. Erna Harfiani, M.Si., Sp.KKLP, mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang menitikberatkan pada pencegahan melalui edukasi dan deteksi dini. Menurut dia, masyarakat perlu memiliki kebiasaan memeriksa kondisi kesehatan secara berkala agar potensi penyakit dapat diketahui lebih awal.
“Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga pola hidup sehat, melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, serta mengenali faktor risiko penyakit tidak menular sejak dini sehingga komplikasi yang lebih berat dapat dicegah,” ujar dr. Erna.
Program Kerja Sama Pentahelix 2026 ini juga memperkuat posisi FK UPNVJ sebagai institusi pendidikan kedokteran yang tidak hanya berfokus pada pendidikan dan riset, tetapi juga pada pengabdian yang berdampak langsung bagi masyarakat. Dengan pendekatan kolaboratif, FK UPNVJ mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatan, mengurangi risiko penyakit degeneratif, dan mencegah beban biaya kesehatan yang dapat memengaruhi kesejahteraan keluarga.