UPNVJ Bangun Ekosistem Layanan Digital Terintegrasi untuk Satukan Data dan Proses Bisnis

HumasUPNVJ - Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) melalui Unit Penunjang Akademik Teknologi Informasi dan Komunikasi (UPA TIK) melaksanakan Soft-Launching Ekosistem Layanan Digital Terintegrasi UPN Veteran Jakarta di Auditorium Bhinneka Tunggal Ika, Jumat, 17 Juli 2026. Mengusung tema “Dari Kebutuhan Layanan Menuju Ekosistem Digital Terintegrasi”, kegiatan tersebut menandai dimulainya penerapan sistem yang menghubungkan layanan, data, pengguna, dan proses bisnis universitas. Langkah ini menjadi fondasi transformasi digital UPNVJ untuk mewujudkan tata kelola yang lebih efektif, efisien, transparan, aman, dan berbasis data.

Kepala UPA TIK UPNVJ, Asep Saeful Ridwan, S.Kom., mengatakan peluncuran awal tersebut bukan sekadar memperkenalkan aplikasi baru. Ekosistem yang dikembangkan diarahkan untuk mengatasi layanan digital yang sebelumnya berjalan secara terpisah dengan menghubungkannya dalam satu kesatuan sistem.

“Yang kita luncurkan hari ini bukan hanya sebuah aplikasi, tetapi fondasi sebuah ekosistem layanan digital terintegrasi. Tantangan kita saat ini bukan lagi membangun aplikasi secara terpisah, melainkan menghubungkan seluruh layanan agar bekerja sebagai satu kesatuan yang mampu memberikan pengalaman layanan terbaik bagi sivitas akademika,” ujar Asep.

Menurutnya, ekosistem layanan digital terintegrasi merupakan hasil kolaborasi berbagai unsur di lingkungan UPNVJ. Pengembangannya melibatkan pimpinan universitas, unit kerja, fakultas, serta Fakultas Ilmu Komputer yang turut mendukung pembangunan dan penyelarasan sistem.

Asep menekankan bahwa transformasi digital harus berangkat dari kebutuhan nyata pengguna, bukan hanya mengikuti perkembangan teknologi. Karena itu, setiap layanan perlu dirancang berdasarkan persoalan yang dihadapi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, unit kerja, dan pimpinan universitas.

Pembangunan ekosistem tersebut telah dilakukan secara bertahap sejak awal 2025. Tahapannya meliputi pemetaan kebutuhan layanan, inventarisasi aplikasi yang telah dimiliki universitas, penyelarasan proses bisnis, penataan tata kelola data, serta penguatan infrastruktur dan keamanan informasi.

UPA TIK juga melakukan integrasi antarsistem agar data yang digunakan setiap unit tetap konsisten dan dapat mendukung pelayanan secara menyeluruh. Integrasi tersebut dibutuhkan untuk mengurangi pengisian data berulang, mempercepat proses administrasi, serta menyediakan informasi yang lebih akurat bagi pengguna.

“Transformasi digital adalah proses perubahan cara kerja, bukan sekadar mengganti aplikasi. Oleh karena itu, kami membangun fondasi yang mampu mengintegrasikan aplikasi, data, pengguna, dan proses bisnis sehingga menghasilkan layanan yang lebih cepat, efisien, transparan, serta didukung data yang konsisten,” jelas Asep.

Ekosistem layanan digital terintegrasi UPNVJ dirancang untuk memberikan manfaat sesuai dengan kebutuhan setiap kelompok pengguna. Mahasiswa akan memperoleh akses terhadap layanan kampus yang lebih terpadu dan mudah dijangkau. Dosen dan tenaga kependidikan dapat menjalankan proses administrasi secara lebih sederhana, sedangkan unit kerja dapat meningkatkan efektivitas pelayanannya.

Bagi pimpinan universitas, integrasi sistem dan data diharapkan menghasilkan informasi yang lebih akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan. Informasi tersebut dapat digunakan sebagai dasar dalam menyusun kebijakan dan mengambil keputusan strategis.

Asep menuturkan bahwa teknologi bukan satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan transformasi digital. Penerapan sistem digital harus didukung proses bisnis yang jelas, data berkualitas, kebijakan yang selaras, keamanan informasi, serta komitmen seluruh sivitas akademika untuk beradaptasi dengan pola kerja baru.

“Keberhasilan transformasi digital bukan hanya ditentukan oleh seberapa canggih teknologi yang digunakan. Keberhasilan itu sangat bergantung pada tata kelola, kualitas data, keamanan informasi, dan kesiapan seluruh pengguna dalam menjalankan perubahan,” katanya.

Pengembangan ekosistem digital UPNVJ akan dilanjutkan sesuai dengan peta jalan transformasi digital universitas. Tahap berikutnya mencakup evaluasi kualitas layanan, perluasan integrasi antarsistem, penguatan keamanan informasi, peningkatan kualitas dan konsistensi data, serta penyempurnaan pengalaman pengguna.

Evaluasi dilakukan untuk memastikan layanan yang dikembangkan benar-benar menjawab kebutuhan sivitas akademika. Masukan dari pengguna juga akan menjadi dasar dalam memperbaiki fungsi, alur layanan, kemudahan akses, dan keberlanjutan sistem.

Asep menegaskan bahwa pengelolaan data menjadi salah satu unsur penting dalam transformasi digital. Data tidak hanya berfungsi sebagai catatan administratif, tetapi juga menjadi aset strategis yang dapat digunakan untuk mengevaluasi layanan, mengukur kinerja, dan mendukung perencanaan universitas.

“Transformasi digital bukan hanya tentang teknologi, tetapi tentang membangun kolaborasi, mengelola data sebagai aset strategis, dan menghadirkan layanan yang semakin bernilai untuk seluruh sivitas akademika,” tuturnya.

Peluncuran awal ini sekaligus mempertegas arah UPNVJ dalam membangun tata kelola perguruan tinggi yang modern dan adaptif. Integrasi layanan diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat koordinasi antarunit, mengurangi proses administratif yang berulang, dan menciptakan pengambilan keputusan berbasis data.

Kerabat Kerja

---------------------------------

Penulis: Anisa Triselia | Penyelaras Bahasa: F. Noor

Berita Sebelumnya

Rektor UPNVJ: OneUPNVJ Percepat Transformasi dari Digital Campus ke Smart University

Berita Selanjutnya

FIK UPNVJ Perkuat Arsitektur dan Tata Kelola Transformasi Digital Universitas