HumasUPNVJ — Kuala Lumpur, Malaysia. Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (FK UPNVJ), Dr. dr. H. Taufiq Fredrik Pasiak, M.Kes., M.Pd.I., S.H., M.H., CIPA, menerima penganugerahan sebagai Adjunct Professor dari Universiti Geomatika Malaysia pada Kamis (3/9/2026). Pengakuan akademik internasional tersebut memperkuat kiprahnya dalam bidang neurosains sekaligus membuka ruang lebih luas bagi kolaborasi pendidikan, penelitian, dan inovasi antara FK UPNVJ dan perguruan tinggi di Malaysia.
Penganugerahan tersebut merupakan kelanjutan dari pengukuhan Dr. Taufiq sebagai Adjunct Professor in Neuroscience oleh Universiti Geomatika Malaysia pada 24 Juni 2026. Saat itu, ia menyampaikan inaugural lecture bertajuk “The Brain That Transcends Itself: Neuroplasticity, Gene-Environment Interaction, and the Birth of Geospatial Neuroscience”, yang mengangkat keterhubungan neurosains, kesehatan manusia, lingkungan, dan teknologi geospasial.
Pengakuan tersebut tidak hanya mencerminkan capaian personal seorang akademisi, tetapi juga memperluas peluang FK UPNVJ membangun jejaring keilmuan lintas negara. Dr. Taufiq memiliki kepakaran dalam neuroanatomi dan neurosains perilaku, dengan rekam akademik yang antara lain mencakup kajian biomedik neuroanatomi serta neurosains dan spiritual.
Momentum pada 3 September juga beriringan dengan penguatan hubungan kelembagaan UPNVJ dan Universiti Geomatika Malaysia. Pada hari yang sama, kedua institusi menandatangani Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang membuka peluang kolaborasi di bidang akademik, penelitian, inovasi, dan pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi.
Pertemuan tersebut dihadiri jajaran Dekanat FK UPNVJ bersama pimpinan Universiti Geomatika Malaysia, di antaranya Prof. Dato’ Dr. Hj. Mohamad Nasir Bin Saludin, Head Centre of Post Graduate Studies; Assoc. Prof. Laila Subra, Dean Faculty of Bioeconomics & Health Sciences; serta Assoc. Prof. Dr. Hemavathy A/P Surikumaran, Deputy Vice Chancellor for Research, Innovations and Commercialization.
Melalui jejaring tersebut, peluang kerja sama dapat diarahkan pada penelitian bersama, pertukaran pengetahuan, kegiatan akademik lintas negara, pengembangan inovasi, serta peningkatan kapasitas dosen dan mahasiswa. Posisi Dr. Taufiq sebagai Adjunct Professor dapat menjadi salah satu penghubung akademik untuk mendorong kolaborasi agar menghasilkan keluaran yang konkret, khususnya dalam pengembangan neurosains dan bidang kesehatan terkait.
Pengembangan neurosains juga sejalan dengan perhatian UPNVJ terhadap riset multidisiplin. Dalam Indonesian Brain Forum 2026, UPNVJ menempatkan neurosains tidak hanya dalam konteks kedokteran, tetapi juga sebagai bidang yang beririsan dengan pendidikan, kepemimpinan, pengambilan keputusan, inovasi, hingga kebijakan publik berbasis bukti ilmiah.
Capaian tersebut sekaligus mendukung agenda internasionalisasi UPNVJ. Rektor UPNVJ Prof. Dr. Anter Venus, MA, Comm menempatkan perluasan reputasi internasional dan penguatan kolaborasi global sebagai bagian dari arah transformasi universitas. Dalam berbagai kesempatan, Rektor menekankan bahwa kerja sama internasional perlu berorientasi pada dampak dan tidak berhenti pada seremoni, tetapi harus menghasilkan program yang terukur bagi sivitas akademika.
Dengan demikian, pengakuan akademik terhadap Dekan FK UPNVJ menjadi lebih bernilai ketika ditransformasikan menjadi penelitian bersama, mobilitas akademik, publikasi, inovasi, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia. Langkah tersebut diharapkan turut memperkuat posisi UPNVJ sebagai perguruan tinggi yang semakin aktif dalam jejaring pendidikan dan penelitian internasional.