HumasUPNVJ – Keterbatasan waktu tak selalu menjadi penghalang untuk mencoba sebuah kesempatan. Hal itu dibuktikan Shafa Ayla Zahra, mahasiswa Program Studi S1 Hukum Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ), yang berhasil terpilih sebagai penerima Wellness Scholar Promag-Kalbe 2026.
Menariknya, Shafa baru mengetahui informasi beasiswa tersebut tiga hari sebelum pendaftaran ditutup. Informasi itu ia peroleh dari seorang teman di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Meski waktu persiapan terbilang singkat, Shafa memutuskan untuk tetap mencoba.
Ketertarikannya semakin besar setelah mengetahui misi wellness yang dibawa dalam program tersebut. Bagi Shafa, isu keseimbangan antara aktivitas perkuliahan dan kesehatan diri sangat dekat dengan kehidupan mahasiswa.
“Aku merasa beasiswa ini memang ditujukan untuk mahasiswi seperti aku yang masih sulit menjaga keseimbangan antara kuliah dan kesehatan diri. Dari sana, aku semakin tertarik mengikuti program yang diadakan Promag untuk mendukung kehidupan kuliahku,” ujar Shafa.
Portofolio Dikerjakan di Transportasi Umum
Dengan waktu hanya beberapa hari, Shafa harus berpacu dengan tenggat pendaftaran. Ia mempersiapkan berbagai dokumen, menulis esai, hingga membuat portofolio untuk pertama kalinya.
Di tengah aktivitas perkuliahan, waktu perjalanan menuju dan pulang dari kampus pun dimanfaatkannya untuk menyelesaikan persyaratan. Portofolio dikerjakan di transportasi umum, sementara esai yang telah ditulis ia konsultasikan kepada temannya yang berkuliah di jurusan Sastra Indonesia untuk mendapatkan masukan.
Situasi tersebut sempat membuat Shafa merasa kurang percaya diri karena persiapannya tidak sepanjang calon pendaftar lain yang mungkin telah mengetahui program tersebut lebih awal.
“Pada saat itu aku merasa rendah diri karena merasa persiapanku kurang. Tapi syukurnya, aku keterima beasiswa Promag,” tuturnya.
Kabar kelulusan bahkan datang dalam suasana yang sederhana. Seusai sarapan, Shafa menerima pesan yang menyatakan dirinya berhasil menjadi penerima beasiswa. Saking tidak menyangka, ia sempat mempertanyakan apakah pesan tersebut benar-benar resmi.
“Rasanya seperti mimpi. Aku bahkan sampai takut kalau itu chat dari penipu. Tapi Alhamdulillah, ternyata aku benar-benar keterima,” katanya.
Dukungan Orang Tua di Tengah Keraguan
Perjalanan menuju kelulusan tidak sepenuhnya dilalui dengan rasa percaya diri. Tidak adanya informasi rinci mengenai lini masa seleksi sempat membuat Shafa cemas menunggu hasil.
Keraguan pun beberapa kali muncul. Namun, dukungan kedua orang tuanya menjadi salah satu sumber semangat yang membuat Shafa tetap optimistis terhadap usaha yang telah dilakukan.
“Aku benar-benar selalu berpikir, ‘Apa bakal keterima ya? Kayaknya enggak keterima deh.’ Tapi aku selalu diyakinkan oleh kedua orang tuaku kalau aku pasti bisa,” ungkapnya.
Pengalaman tersebut sekaligus mengajarkan Shafa bahwa kesempatan sebaiknya tidak dilewatkan hanya karena merasa belum memiliki persiapan yang sempurna. Menurutnya, ketika waktu terbatas, hal terpenting adalah segera memulai dan memberikan usaha terbaik.
Shafa juga menilai esai menjadi salah satu bagian penting dalam pendaftaran beasiswa. Menurutnya, calon pendaftar sebaiknya tidak hanya bercerita mengenai diri sendiri, tetapi juga menunjukkan kontribusi yang dapat diberikan kepada masyarakat apabila memperoleh kesempatan tersebut.
“Dalam pengisian esai, kata-kata yang dituangkan jangan hanya fokus ke diri sendiri, tapi juga harus fokus kepada dampak yang bisa diberikan oleh diri sendiri kepada masyarakat jika menerima beasiswa tersebut,” ujarnya.
Ingin Berikan Dampak Lewat Konten
Bagi Shafa, keberhasilan memperoleh Wellness Scholar Promag-Kalbe 2026 bukan semata tentang dukungan beasiswa. Proses pendaftaran turut memberinya pengalaman baru, salah satunya belajar menyusun portofolio secara lebih profesional.
Sebelumnya, ia mengaku belum pernah membuat portofolio. Kebutuhan seleksi mendorongnya mempelajari bagaimana menyajikan pengalaman dan kemampuan secara menarik, ringkas, serta relevan.
Kesempatan sebagai penerima Wellness Scholar juga selaras dengan ketertarikan Shafa di bidang pembuatan konten. Ia berharap dapat mengembangkan passion sebagai content creator sekaligus menyampaikan pesan mengenai wellness kepada audiens yang lebih luas.
“Aku ingin segera ngonten untuk Promag karena itu adalah passion aku buat menjadi content creator,” katanya.
Ke depan, Shafa berkomitmen memanfaatkan kesempatan selama satu tahun dalam program tersebut dengan sebaik-baiknya. Ia ingin keberhasilannya sebagai penerima beasiswa tidak berhenti pada pencapaian pribadi, tetapi menghasilkan kontribusi yang dapat dirasakan orang lain.
“Terima kasih banyak Promag sudah membuat program Wellness Scholar. Aku merasa sangat senang bisa keterima di beasiswa ini. Aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk satu tahun ke depan agar bisa memberikan dampak nyata dan menjadi awardee yang membanggakan,” pungkas Shafa.