HumasUPNVJ – Pattani, Thailand Selatan. Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) membawa konsep “Bela Negara Berdampak” dalam rangkaian penguatan kerja sama pendidikan tinggi Indonesia-Thailand melalui keikutsertaan pada Indonesia Education Fair and INSPIRE Forum 2026 di Pattani, Thailand Selatan, Selasa (1/9/2026). Forum tersebut menjadi ruang strategis bagi perguruan tinggi kedua negara untuk memperluas kolaborasi akademik, riset, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia.
Indonesia Education Fair and INSPIRE Forum 2026 berlangsung pada 1–3 September 2026 di Prince of Songkla University (PSU), Pattani Campus, dan C.S. Pattani Hotel. Hari pertama kegiatan difokuskan pada INSPIRE Forum dengan tema penguatan kerja sama pendidikan tinggi Indonesia dan Thailand.
Forum diawali dengan sambutan Konsul Jenderal Republik Indonesia di Songkhla Winardi Hanafi Lucky dan pembukaan oleh Gubernur Provinsi Pattani Patimoh Sadeeyamu. Sesi utama membahas tema “An Overview of Higher Education Cooperation between Indonesia and Thailand” yang menghadirkan Atase Pendidikan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bangkok Cyti Daniela Aruan serta Vice President for Academic and International Affairs Prince of Songkla University Assoc. Prof. Dr. Thakerng Wongsirichot.
Dalam forum tersebut dipaparkan bahwa hubungan pendidikan Indonesia dan Thailand telah berkembang melalui berbagai bentuk kerja sama. Saat ini tercatat 795 mahasiswa Indonesia menempuh pendidikan penuh waktu di Thailand dan 42 akademisi Indonesia beraktivitas sebagai dosen di Thailand. Mahasiswa Indonesia tersebut berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai sarjana, magister, hingga doktoral.
Selain mahasiswa penuh waktu, sebanyak 360 mahasiswa Indonesia tercatat mengikuti program pertukaran. Bidang studi mahasiswa Indonesia di Thailand mencakup ilmu sosial, sains dan teknologi, kesehatan, agro, serta bidang lainnya. Prince of Songkla University juga menjadi salah satu perguruan tinggi Thailand dengan jumlah mahasiswa Indonesia terbesar.
Materi forum menyoroti bahwa kerja sama pendidikan Indonesia-Thailand telah berjalan melalui berbagai program, seperti Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), pertukaran mahasiswa, mobilitas dosen, kuliah bersama, kegiatan budaya, program beasiswa, kerja sama antarkampus, serta promosi pendidikan Indonesia.
Namun, ruang pengembangan masih terbuka luas, khususnya dalam bidang riset bersama, publikasi ilmiah bersama, transfer kredit akademik, program gelar ganda atau gelar bersama, pengembangan profesional, kerja sama vokasi, serta program magang.
Rektor UPNVJ Prof. Dr. Anter Venus, MA., Comm. menilai penguatan kerja sama pendidikan tinggi harus diarahkan pada kolaborasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, internasionalisasi perguruan tinggi bukan hanya tentang membangun jejaring global, tetapi juga membawa nilai, pengetahuan, dan kontribusi akademik ke tingkat internasional.
Menurut Venus, nilai Bela Negara dapat diwujudkan melalui kontribusi berbasis keilmuan. Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menghadirkan solusi melalui pendidikan, penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
Konsep tersebut sejalan dengan karakter UPNVJ sebagai Kampus Bela Negara yang terus mengembangkan pendekatan Bela Negara nirmiliter melalui berbagai bidang, mulai dari pendidikan, riset, transformasi digital, kewirausahaan, kesehatan masyarakat, hingga pemberdayaan masyarakat.
Forum juga memperlihatkan besarnya peluang penguatan hubungan akademik kedua negara. Dalam materi “Indonesia-Thailand Cooperation: From MoU to Concrete Programs”, disebutkan bahwa pengembangan kerja sama ke depan dapat diarahkan pada peningkatan mobilitas mahasiswa dan dosen, penelitian kolaboratif, publikasi bersama, program gelar bersama, hingga pembentukan jejaring riset.
Prince of Songkla University sebagai tuan rumah forum memiliki jejaring kerja sama yang luas dengan perguruan tinggi Indonesia. Materi forum mencatat PSU memiliki 98 nota kesepahaman bilateral aktif dengan perguruan tinggi Indonesia, termasuk Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, Universitas Airlangga, IPB University, Universitas Sumatera Utara, Universitas Syiah Kuala, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dan Universitas Padjadjaran.
Dari sisi pengembangan sumber daya manusia, kedua negara memiliki potensi yang saling melengkapi. Indonesia memiliki jumlah penduduk usia pendidikan tinggi yang besar, sementara Thailand memiliki infrastruktur pendidikan, laboratorium riset, serta program akademik berbahasa Inggris yang mendukung internasionalisasi.
Rangkaian hari pertama INSPIRE Forum kemudian dilanjutkan dengan sesi Networking and Partnership Matching yang mempertemukan perguruan tinggi Indonesia dan Thailand untuk menjajaki peluang kerja sama akademik, pencocokan mitra, serta pengembangan program kolaborasi.
Bagi Venus, penguatan kerja sama internasional merupakan bagian dari strategi UPNVJ dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perubahan global. Melalui pendekatan “Bela Negara Berdampak”, UPNVJ ingin memastikan bahwa nilai kebangsaan dapat diwujudkan melalui kontribusi ilmu pengetahuan, inovasi, dan kolaborasi lintas negara.