HumasUPNVJ – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) mulai menyiapkan peta jalan Desa Binaan 2027 melalui diskusi kelompok terarah atau focus group discussion (FGD) bersama pemerintah desa dan warga di GOR Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, Rabu (24/6/2026). Pertemuan tersebut memetakan kebutuhan masyarakat sekaligus potensi wilayah yang dapat dikembangkan melalui penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Kelor, kopi lokal, kesehatan masyarakat, pengembangan UMKM, hingga pariwisata menjadi sejumlah isu yang mengemuka dalam pembahasan.
FGD melibatkan perwakilan fakultas dan unit kerja UPNVJ, Kepala Desa Tanjungsari, Kepala Desa Sirnasari, serta masyarakat setempat. Forum menjadi tahap awal untuk menentukan prioritas program agar kegiatan Desa Binaan UPNVJ pada 2027 tidak hanya berangkat dari perspektif akademik, tetapi juga menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
Dalam diskusi, warga mengidentifikasi kelor dan kopi lokal sebagai dua komoditas yang berpotensi dikembangkan lebih lanjut. Pengembangannya dapat diarahkan melalui penelitian, pendampingan produksi, inovasi produk, hingga kegiatan usaha produktif yang memberi nilai tambah bagi masyarakat.
Kepala LPPM UPNVJ menjelaskan bahwa pengembangan program di kawasan tersebut masih berada pada tahap perintisan. Karena itu, UPNVJ akan menyusun langkah secara bertahap bersama pemerintah desa, pengelola lahan, dan masyarakat agar program yang dilaksanakan sesuai dengan karakteristik wilayah serta memiliki peluang untuk berkelanjutan.
Salah satu peluang yang dibahas adalah pengembangan kelor dari hulu hingga hilir, mulai dari penanaman, penelitian, pengolahan, hingga pengembangan produk bernilai ekonomi. Rencana pemanfaatan lahan UPNVJ di kawasan Tanjungsari untuk penanaman kelor juga akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan pihak pengelola lahan.
Potensi kopi lokal turut mendapat perhatian. Selain membahas peningkatan nilai produk kopi, peserta FGD mendiskusikan kemungkinan pemanfaatan limbah hasil pengolahan kopi menjadi pupuk. Gagasan tersebut membuka peluang keterlibatan multidisiplin dari sivitas akademika UPNVJ, baik dalam aspek teknologi, lingkungan, ekonomi, maupun pemberdayaan masyarakat.
FGD juga memetakan sejumlah persoalan sosial dan kesehatan. Pemerintah Desa Tanjungsari menyampaikan masih perlunya edukasi kepada masyarakat mengenai pernikahan usia dini, kesehatan reproduksi, dan seksualitas. Kekhawatiran warga terhadap diabetes dalam kaitannya dengan pola konsumsi minuman siap saji turut menjadi bahan pembahasan untuk merancang program edukasi kesehatan yang lebih relevan dengan kondisi masyarakat.
Perwakilan fakultas dan Koordinator UPNVJ Community Territory (UCT) menanggapi berbagai masukan tersebut dengan memetakan bentuk dukungan berdasarkan bidang keahlian masing-masing. Salah satu gagasan yang muncul adalah pemanfaatan kelor sebagai bahan pangan, termasuk kemungkinan pengembangan camilan bagi anak berkebutuhan khusus. Gagasan tersebut masih memerlukan penelitian dan kajian lebih lanjut sebelum diterapkan kepada masyarakat.
Pembahasan Desa Binaan juga mencakup pengembangan sektor ekonomi lokal. UPNVJ dan masyarakat mendiskusikan peluang pemetaan potensi pariwisata halal serta pendampingan sertifikasi bagi pelaku UMKM. Langkah ini diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi antara bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan kewirausahaan.
Tim UPNVJ yang mengikuti FGD terdiri atas Kepala LPPM, Kepala Pusat Penelitian, Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat, Kepala Pusat Inkubator Bisnis, Wakil Dekan Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Ilmu Kesehatan, Wakil Dekan Akademik Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Wakil Dekan Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Teknik, Koordinator UCT, Kepala Bagian Umum, serta staf LPPM.
Seluruh masukan dari pemerintah desa dan masyarakat akan dihimpun sebagai dasar penyusunan prioritas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat UPNVJ pada 2027. Melalui pendekatan berbasis kebutuhan warga dan potensi lokal, peta jalan Desa Binaan diharapkan mampu mengintegrasikan kepakaran lintas fakultas UPNVJ dengan persoalan nyata di masyarakat sehingga program yang dilaksanakan memiliki manfaat yang terukur dan berkelanjutan.
Kerabat Kerja
---------------------------------
Penulis: Disa Prihantini | Penyelaras Bahasa: F. Noor