UPNVJ Gandeng SPI Universitas Jember, Perkuat Manajemen Risiko dalam Sistem Penjaminan Mutu Internal

HumasUPNVJ – Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) memperkuat penerapan manajemen risiko dalam Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) melalui kegiatan berbagi pengetahuan bersama Satuan Pengawas Internal Universitas Jember (SPI UNEJ), Jumat (23/10/2026). Kegiatan bertajuk “Implementasi Manajemen Risiko dalam Sistem Penjaminan Mutu Internal” ini menghadirkan dua pakar dari SPI UNEJ untuk membahas strategi identifikasi, evaluasi, dan mitigasi risiko dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya UPNVJ meningkatkan efektivitas tata kelola, akuntabilitas, serta kualitas layanan akademik secara berkelanjutan.

Dua narasumber yang hadir ialah Ketua SPI Universitas Jember, Prof. Dr. Ika Barokah Suryaningsih, S.E., M.M., CRP., QIA., dan Kepala Divisi Manajemen Risiko SPI Universitas Jember, Nova Elmaidah, S.Si., M.Cs., CRP., CPIA. Keduanya berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai penerapan manajemen risiko sebagai instrumen pendukung pengendalian dan peningkatan mutu perguruan tinggi.

Penguatan manajemen risiko menjadi perhatian UPNVJ karena penyelenggaraan pendidikan tinggi menghadapi berbagai tantangan, mulai dari efektivitas pengelolaan sumber daya, pencapaian target kinerja, hingga peningkatan kualitas pelayanan kepada sivitas akademika. Risiko yang tidak teridentifikasi dan tertangani dengan baik berpotensi menghambat pelaksanaan program serta pencapaian sasaran strategis universitas.

Melalui kegiatan tersebut, UPNVJ berupaya meningkatkan pemahaman unit kerja mengenai pentingnya pengelolaan risiko secara sistematis. Proses ini mencakup identifikasi potensi hambatan, analisis tingkat kemungkinan dan dampak risiko, penentuan prioritas penanganan, hingga penyusunan langkah mitigasi yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Integrasi manajemen risiko ke dalam SPMI juga diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan (PPEPP). Melalui pendekatan ini, pengelolaan mutu tidak hanya berfokus pada evaluasi hasil, tetapi juga memperhitungkan berbagai faktor yang berpotensi memengaruhi keberhasilan program sejak tahap perencanaan.

Rektor UPNVJ Tekankan Manajemen Risiko sebagai Budaya Kerja

Rektor UPNVJ, Prof. Dr. Anter Venus, menegaskan bahwa penguatan manajemen risiko merupakan bagian penting dalam membangun tata kelola universitas yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan mutu.

“Manajemen risiko tidak boleh hanya dipandang sebagai upaya untuk mengantisipasi permasalahan, tetapi harus menjadi bagian dari budaya kerja institusi. Setiap unit perlu memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi potensi risiko, melakukan mitigasi, serta memastikan bahwa setiap program dan kebijakan berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Dengan demikian, sistem penjaminan mutu internal dapat menjadi instrumen strategis untuk meningkatkan kinerja dan kualitas layanan universitas,” ujar Venus.

Menurut Rektor, penerapan manajemen risiko perlu menjadi tanggung jawab bersama seluruh unit kerja. Kesadaran terhadap potensi risiko diharapkan mampu mendorong pengambilan keputusan yang lebih terukur, meningkatkan efektivitas pelaksanaan program, serta memperkuat akuntabilitas dalam pengelolaan institusi.

Pendekatan tersebut juga menempatkan manajemen risiko sebagai bagian dari proses pengambilan keputusan, bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif. Dengan demikian, setiap unit diharapkan mampu mengenali potensi hambatan sejak dini dan menentukan langkah penanganan sebelum risiko berdampak terhadap kualitas layanan maupun pencapaian target universitas.

Pertukaran Praktik Baik untuk Penguatan Tata Kelola

Kehadiran narasumber dari SPI Universitas Jember memberikan kesempatan bagi UPNVJ untuk mempelajari pendekatan dan pengalaman institusi lain dalam mengembangkan sistem pengelolaan risiko.

Pertukaran pengetahuan ini menjadi penting karena setiap perguruan tinggi memiliki karakteristik organisasi, tantangan operasional, dan kebutuhan pengendalian yang berbeda. Pengalaman SPI UNEJ diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi UPNVJ dalam menyempurnakan mekanisme identifikasi, pemantauan, dan evaluasi risiko yang sesuai dengan kondisi internal universitas.

Selain memperkuat aspek pengendalian, penerapan manajemen risiko yang terintegrasi dengan SPMI diharapkan dapat meningkatkan kesiapan institusi menghadapi perubahan regulasi, dinamika kebutuhan pendidikan tinggi, serta tuntutan transparansi dan akuntabilitas publik.

Upaya tersebut sejalan dengan kebutuhan perguruan tinggi untuk membangun sistem tata kelola yang tidak hanya mampu memenuhi standar mutu, tetapi juga memastikan keberlanjutan pelaksanaan program pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Melalui penguatan SPMI berbasis manajemen risiko, UPNVJ berupaya membangun mekanisme pengendalian yang lebih terstruktur, terukur, dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan.

Bagi Rektor UPNVJ, Prof. Dr. Anter Venus, M.A., Comm., penguatan tata kelola merupakan bagian dari arah transformasi universitas dalam meningkatkan kualitas kelembagaan dan pelayanan pendidikan tinggi. Integrasi manajemen risiko ke dalam sistem penjaminan mutu diharapkan dapat mendukung pelaksanaan kebijakan yang lebih efektif, memperkuat kepercayaan publik, serta mendorong pencapaian sasaran strategis UPNVJ sejalan dengan semangat “Bertransformasi Meraih Keunggulan.”

Berita Sebelumnya

FH UPNVJ Duduki Peringkat 9 Top Indonesian Law Schools 2026, Perkuat Reputasi Pendidikan Hukum Nasional