HumasUPNVJ – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (BEM UPNVJ) menginisiasi program Sustainable Village Baduy Luar 2026 di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten. Program yang dijadwalkan berlangsung pada 18–27 Juli 2026 tersebut mengintegrasikan kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan penguatan kapasitas komunikasi.
Mengusung tema “Threads of Change: Weaving Impact Together”, kegiatan ini dirancang sebagai bentuk pengabdian mahasiswa yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Mahasiswa akan terlibat sebagai fasilitator dalam pendampingan pemasaran digital, pemeriksaan kesehatan, pendidikan nonformal, pengelolaan sampah, serta pelatihan komunikasi bagi pelaku usaha dan pemandu lokal.
Program tersebut berangkat dari potensi ekonomi dan budaya yang dimiliki masyarakat Desa Kanekes. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dicantumkan dalam proposal kegiatan, sekitar 90 persen kepala keluarga bekerja pada sektor perladangan dan memanfaatkan hasil hutan bukan kayu, seperti madu, tanaman obat, jahe, kunyit, dan kencur.
Produksi madu di wilayah tersebut diperkirakan mencapai sekitar 50 unit per hari dengan melibatkan kurang lebih 100 penjual dari tujuh kampung. Selain itu, keterampilan menenun kain tradisional menjadi salah satu sumber penghasilan masyarakat. Potensi ekonomi lokal juga diperkuat oleh kunjungan saba budaya Baduy yang diperkirakan mencapai sekitar 120 ribu pengunjung setiap tahun.
Namun, potensi tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan. Pemasaran produk masyarakat sebagian besar dilakukan melalui penjualan langsung dan pasar tradisional. Kemampuan dalam menggunakan platform digital, fotografi produk, pengemasan, dan transaksi nontunai juga dinilai masih perlu ditingkatkan.
Melalui bidang pengembangan ekonomi, mahasiswa UPNVJ akan mendampingi pelaku usaha dalam membuat dan menggunakan QRIS, akun e-commerce, media sosial, serta katalog digital. Program ini menargetkan sedikitnya 15 pelaku usaha agar memperoleh akses promosi dan transaksi yang lebih luas tanpa mengesampingkan karakter serta nilai budaya masyarakat setempat.
Pendampingan juga mencakup pembuatan media sosial untuk mendukung informasi saba budaya. Setelah akun dan sarana promosi digital disiapkan, mahasiswa akan melakukan sosialisasi, pemantauan, dan evaluasi agar masyarakat dapat melanjutkan pengelolaannya secara mandiri.
Pada bidang kesehatan, program Sustainable Village Baduy Luar menargetkan sedikitnya 40 warga dewasa untuk mengikuti skrining kesehatan dan sosialisasi pemanfaatan tanaman herbal. Pemeriksaan meliputi pengecekan kesehatan dasar, seperti gula darah, kolesterol, dan asam urat.
Mahasiswa juga akan memberikan edukasi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat serta penanganan pertama terhadap gigitan ular. Edukasi tersebut ditujukan terutama kepada masyarakat yang bekerja di ladang dan kawasan hutan, dengan target sedikitnya 15 peserta. Kondisi geografis Desa Kanekes yang didominasi perbukitan dan hutan menjadikan pemahaman mengenai keselamatan serta penanganan kondisi darurat sebagai kebutuhan penting bagi masyarakat.
Sementara itu, bidang pendidikan difokuskan kepada anak-anak berusia 5–12 tahun. Pembelajaran nonformal akan dilakukan melalui media smart box, edukasi kesehatan, kegiatan kreativitas alam, dan pembuatan karya berbasis bahan alami. Program ini menargetkan sedikitnya 15 anak untuk mengikuti kegiatan pembelajaran yang edukatif, partisipatif, dan menyenangkan.
Pelaku usaha dan pemandu lokal juga akan memperoleh pelatihan public speaking dan komunikasi digital. Pelatihan tersebut diharapkan membantu masyarakat menyampaikan informasi mengenai produk, jasa, dan budaya lokal secara lebih terstruktur ketika berinteraksi dengan pengunjung.
Dalam bidang lingkungan, mahasiswa akan mengajak masyarakat mengenali titik-titik penumpukan sampah, melakukan pemilahan, dan memahami pengelolaan sampah yang lebih terarah. Program ini juga menargetkan pembangunan sedikitnya dua unit insinerator minim asap yang disertai uji coba serta sosialisasi penggunaannya kepada masyarakat.
Pengelolaan sarana tersebut direncanakan melibatkan kelompok masyarakat setempat agar manfaatnya dapat berlanjut setelah kegiatan mahasiswa selesai. Pendekatan ini diharapkan tidak berhenti pada penyediaan alat, tetapi turut membangun kesadaran dan kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah.
Rangkaian Sustainable Village Baduy Luar dibagi menjadi dua tahap kunjungan. Tahap pertama berfokus pada pengembangan kesehatan dan ekonomi, sedangkan tahap kedua diarahkan pada bidang pendidikan dan lingkungan. Pembagian tersebut dilakukan agar setiap program dapat dilaksanakan secara lebih terukur dan sesuai dengan kelompok sasaran.
Program ini mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pendidikan berkualitas, kehidupan sehat dan sejahtera, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta penanganan perubahan iklim. Kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan kepemimpinan, kerja sama tim, kepekaan sosial, dan kemampuan berkomunikasi dengan masyarakat.
Ketua Pelaksana Sustainable Village Baduy Luar 2026, Glen Christhover Aprilano, bersama jajaran BEM UPNVJ mengoordinasikan pelaksanaan program dengan perangkat desa, tokoh lokal, kelompok masyarakat, pelaku usaha, serta warga Desa Kanekes. Kolaborasi tersebut diperlukan agar setiap kegiatan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan tetap menghormati kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
Semangat pengabdian tersebut sejalan dengan arah kebijakan UPNVJ yang mendorong inovasi perguruan tinggi agar berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Rektor UPNVJ, Prof. Dr. Anter Venus, M.A., Comm., dalam agenda resmi universitas sebelumnya menekankan pentingnya pengembangan inovasi yang memberikan manfaat nyata dan menjawab persoalan masyarakat.
Melalui Sustainable Village Baduy Luar, UPNVJ memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang tidak hanya menghadirkan gagasan, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pemberdayaan. Pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan diharapkan mampu memperkuat potensi lokal, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian budaya Desa Kanekes.
Kerabat Kerja
---------------------------------
Penulis: Disa Prihantini | Penyelaras Bahasa: F. Noor