UPNVJ Susun Kebutuhan Pegawai Berbasis Data untuk Wujudkan Tata Kelola Akuntabel

HumasUPNVJ – Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) memperkuat tata kelola sumber daya manusia melalui Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Penghitungan Rencana Kebutuhan Pegawai Berdasarkan Analisis Jabatan dan Analisis Beban Kerja. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Bhinneka Tunggal Ika UPNVJ, Rabu (22/7/2026), tersebut menghadirkan Staf Direktorat Sumber Daya Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Muhammad Adhimawan Wijaya, sebagai narasumber.

Kegiatan ini melibatkan unsur pimpinan universitas dan fakultas. Sosialisasi dan bimbingan teknis diselenggarakan untuk membangun kesamaan pemahaman dalam menyusun kebutuhan pegawai yang objektif, akurat, dan sesuai dengan kebutuhan riil setiap unit kerja.

Rektor UPNVJ, Prof. Dr. Anter Venus, M.A., Comm., mengatakan bahwa ketersediaan pegawai yang tepat dari sisi jumlah, kompetensi, dan distribusi merupakan salah satu fondasi utama dalam mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang profesional, adaptif, dan akuntabel.

“UPNVJ terus berkomitmen mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang profesional, adaptif, dan akuntabel. Salah satu fondasi utamanya adalah tersedianya sumber daya manusia yang tepat, baik dari sisi jumlah, kompetensi, maupun distribusinya di setiap unit kerja,” kata Venus.

Menurutnya, perkembangan organisasi, peningkatan jumlah mahasiswa, pengembangan program studi, tuntutan peningkatan mutu tridarma perguruan tinggi, serta transformasi layanan pendidikan tinggi membuat perencanaan kebutuhan pegawai harus disusun secara lebih sistematis dan berbasis data.

Perencanaan kebutuhan pegawai, lanjut Venus, tidak lagi cukup dilakukan berdasarkan kebiasaan maupun perkiraan. Setiap unit kerja perlu menggunakan Analisis Jabatan atau Anjab serta Analisis Beban Kerja atau ABK sebagai instrumen objektif yang dapat dipertanggungjawabkan.

Anjab digunakan untuk memastikan setiap jabatan memiliki fungsi, tugas, tanggung jawab, hasil kerja, dan kompetensi yang jelas. Sementara itu, ABK memberikan gambaran mengenai jumlah pegawai ideal berdasarkan volume pekerjaan yang benar-benar dilaksanakan oleh setiap unit.

Penggunaan kedua instrumen tersebut diharapkan menghasilkan perencanaan kebutuhan pegawai yang lebih akurat, efisien, dan selaras dengan arah pengembangan universitas. Hasil penghitungan juga akan menjadi dasar dalam merencanakan pengadaan, pengembangan kompetensi, redistribusi, dan pemanfaatan pegawai di lingkungan UPNVJ pada tahun-tahun mendatang.

Karena itu, Venus meminta seluruh unit kerja berpartisipasi aktif dengan menyerahkan data yang valid dan menggambarkan kondisi organisasi secara nyata. Kualitas data menjadi faktor penting agar kebijakan kepegawaian yang dihasilkan tidak hanya memenuhi ketentuan administratif, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan kelembagaan.

“Keberhasilan penyusunan rencana kebutuhan pegawai sangat bergantung pada kualitas data yang disampaikan. Seluruh unit kerja diharapkan berpartisipasi aktif agar hasil penghitungan benar-benar menggambarkan kebutuhan riil organisasi,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh penjelasan mengenai kebijakan, metodologi, dan tata cara penghitungan rencana kebutuhan pegawai berdasarkan ketentuan yang berlaku. Pendampingan dari Direktorat Sumber Daya Ditjen Pendidikan Tinggi juga membuka ruang bagi peserta untuk berkonsultasi mengenai berbagai persoalan yang dihadapi unit kerja dalam melakukan Anjab dan ABK.

Venus mengapresiasi dukungan Direktorat Sumber Daya Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dalam memberikan pendampingan teknis kepada jajaran UPNVJ. Kehadiran narasumber diharapkan meningkatkan pemahaman peserta serta mencegah perbedaan penafsiran dalam proses pengumpulan dan pengolahan data kebutuhan pegawai.

Selain meningkatkan ketepatan perencanaan, kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat pengelolaan data kepegawaian yang terintegrasi, akurat, dan berkelanjutan. Data yang berkualitas akan membantu universitas merespons kebijakan pemerintah, menempatkan pegawai sesuai kebutuhan, serta mengoptimalkan pelaksanaan tridarma perguruan tinggi dan layanan kepada masyarakat.

Venus menegaskan bahwa penghitungan kebutuhan pegawai bukan sekadar pemenuhan dokumen administratif. Proses tersebut merupakan bagian strategis dari pengembangan institusi karena berkaitan langsung dengan efektivitas organisasi dan pencapaian visi universitas.

Ia berharap sosialisasi dan bimbingan teknis ini menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola sumber daya manusia UPNVJ. Perencanaan pegawai yang berbasis Anjab, ABK, dan data valid diharapkan mendukung UPNVJ menjadi perguruan tinggi yang unggul, berdaya saing, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.

 

Kerabat Kerja

---------------------------------

Penulis: Disa Prihantini Penyelaras Bahasa: F. Noor

Berita Sebelumnya

3.215 Peserta Ikuti Tes Literasi Bela Negara SEMA Gelombang II UPNVJ