Dekan FT UPNVJ Buka INFAIR 2026, Dorong Kolaborasi Kampus dan Industri

HumasUPNVJ – Fakultas Teknik Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (FT UPNVJ) memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri melalui penyelenggaraan Industrial Fair Seminar (INFAIR) 2026. Rangkaian seminar yang berlangsung pada 23–25 September 2026 itu dibuka Dekan FT UPNVJ Prof. Dr. Eng. Ir. Teguh Firmansyah, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng. di Auditorium Bhinneka Tunggal Ika, Kampus UPNVJ Pondok Labu, Jakarta, Rabu (23/9/2026). Forum ini mempertemukan akademisi, pemerintah, industri, dan mahasiswa untuk membahas efisiensi energi, transformasi teknologi, kesiapan sumber daya manusia, serta peningkatan produktivitas nasional.

Mengusung tema “Driving Strategic Energy-Efficiency through High Impact Operation to Accelerate National Productivity”, INFAIR 2026 menjadi ruang pertukaran pengetahuan sekaligus mempertemukan kebutuhan industri dengan pengembangan pendidikan, riset, dan kompetensi di perguruan tinggi.

Melalui sambutan pembuka (welcoming speech), Teguh mengawali rangkaian diskusi yang menghubungkan perspektif akademik dengan tantangan nyata sektor industri. Pertemuan kedua sektor menjadi semakin penting seiring cepatnya perkembangan teknologi, tuntutan efisiensi energi, perubahan kebutuhan kompetensi tenaga kerja, serta kebutuhan industri terhadap inovasi yang dapat diterapkan.

Bagi Fakultas Teknik UPNVJ, keterhubungan dengan industri menjadi bagian penting dalam memastikan pendidikan keteknikan tetap relevan dengan perkembangan dunia kerja. Sinergi tersebut juga membuka peluang bagi pengembangan riset terapan, pembelajaran berbasis persoalan nyata, peningkatan kompetensi mahasiswa, hingga perluasan kerja sama akademik dengan mitra eksternal.

Semangat tersebut selaras dengan pengembangan FT UPNVJ yang mendorong kolaborasi dalam pencapaian sasaran pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kerja sama, serta penguatan tata kelola fakultas.

Pada hari pertama INFAIR 2026, perspektif pemerintah dihadirkan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Prof. Yassierli, Ph.D. melalui materi bertajuk “Kesiapan SDM dalam Menghadapi Industri 5.0 untuk Membangun Ekosistem Produktivitas Nasional”. Ia membahas perubahan kebutuhan kompetensi tenaga kerja, pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI), serta pentingnya menempatkan manusia sebagai pusat transformasi menuju Industri 5.0.

Yassierli juga menggarisbawahi posisi perguruan tinggi dalam menjembatani proses pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja. Keterhubungan tersebut dapat diperkuat melalui pengembangan kurikulum bersama (co-design curriculum), pembelajaran berbasis proyek, peningkatan kompetensi, serta micro-credential yang disesuaikan dengan perkembangan pasar kerja.

Sementara itu, perspektif industri disampaikan Chief Commercial Officer PT Gudang Dingin Indonesia Tubagus Arief Aditya, S.E. melalui materi “Indonesia Food Security & Cold Chain Logistics 2026–2031”. Ia mengangkat pentingnya penguatan sistem rantai dingin (cold chain) untuk menjaga mutu pangan, meningkatkan efisiensi distribusi, serta mendukung ketahanan pangan Indonesia.

Kehadiran perspektif pemerintah dan industri dalam satu forum menunjukkan bahwa peningkatan produktivitas nasional memerlukan keterlibatan lintas sektor. Perguruan tinggi berperan menghasilkan pengetahuan, riset, inovasi, dan sumber daya manusia, sedangkan pemerintah dan dunia usaha membawa perspektif kebijakan, kebutuhan kompetensi, serta persoalan lapangan yang dapat menjadi ruang penerapan keilmuan.

Bagi mahasiswa FT UPNVJ, INFAIR 2026 juga menjadi kesempatan untuk melihat keterkaitan antara kompetensi yang dipelajari di kampus dengan kebutuhan industri. Isu efisiensi energi, AI, produktivitas, transformasi digital, hingga sistem rantai pasok menunjukkan bahwa tantangan industri saat ini membutuhkan kemampuan teknis sekaligus pendekatan multidisiplin.

Identitas UPNVJ sebagai Kampus Bela Negara turut hadir dalam pembukaan INFAIR 2026 melalui agenda menyanyikan Mars Bela Negara. Nilai Bela Negara dalam pendidikan tinggi tidak hanya diwujudkan melalui simbol, tetapi juga melalui penguasaan ilmu pengetahuan, profesionalisme, kemampuan beradaptasi, inovasi, dan kontribusi dalam menyelesaikan persoalan masyarakat serta bangsa.

Penyelenggaraan INFAIR 2026 pada akhirnya memperkuat peran FT UPNVJ sebagai ruang temu antara kegiatan akademik dan kebutuhan industri. Forum ini membuka peluang pengembangan kolaborasi yang lebih konkret dalam pendidikan, penelitian, inovasi, serta peningkatan kompetensi mahasiswa.

Berita Sebelumnya

Sesi Q&A INFAIR 2026 Hidup, Mahasiswa UPNVJ Bedah Efisiensi Energi hingga Produktivitas Industri

Berita Selanjutnya

Rektor UPNVJ Dorong Lulusan Unggul dan Siap Hadapi Kebutuhan Industri