HumasUPNVJ - Tiga mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ) berkontribusi dalam program pemerintah melalui kegiatan magang di Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI). Muhammad Daffa Ananta, Muhammad Nouval Arofah, dan Divany Harbina Emzilena Kaban terlibat aktif dalam sosialisasi migrasi aman dan peluang kerja internasional pada acara Milad 120 Tahun Syarikat Islam di Senayan, Jakarta, akhir 2025. Kegiatan ini bagian dari upaya KP2MI memperluas literasi masyarakat tentang penempatan kerja luar negeri melalui skema Government to Government (G to G) dengan mitra Korea Selatan, Jepang, dan Jerman, yang menjamin perlindungan hukum dan peningkatan kompetensi tenaga kerja Indonesia.
Mahasiswa UPNVJ memberikan edukasi langsung kepada pengunjung acara tentang prosedur pendaftaran, persyaratan, dan manfaat program G to G. Inisiatif ini sejalan dengan target pemerintah meningkatkan partisipasi tenaga kerja resmi di luar negeri, yang pada 2025 mencapai 250.000 pekerja migran melalui jalur aman menurut data Kementerian Ketenagakerjaan. Kolaborasi dengan Syarikat Islam memperkuat penjangkauan ke komunitas masyarakat, di mana mahasiswa menjelaskan risiko migrasi ilegal seperti eksploitasi dan ketidakpastian hukum, serta keuntungan G to G seperti kontrak terjamin dan pelatihan keterampilan.
Keterlibatan mahasiswa ini terjadi selama magang di KP2MI, yang fokus pada perlindungan hukum pekerja migran. Acara Milad Syarikat Islam menjadi platform untuk sosialisasi, di mana tim mahasiswa UPNVJ memanfaatkan pendekatan komunikatif untuk menarik perhatian publik. Program G to G sendiri telah menempatkan ribuan tenaga kerja Indonesia, seperti 15.000 ke Korea Selatan pada 2025 melalui skema Employment Permit System (EPS), sesuai laporan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (bp2mi.go.id). Mahasiswa menekankan pentingnya jalur resmi untuk menghindari kasus trafficking, yang mencapai 1.200 laporan pada 2024 berdasarkan data Komnas HAM.
Muhammad Daffa Ananta, salah satu mahasiswa, menjelaskan signifikansi kegiatan ini dalam wawancara dengan tim Humas UPNVJ pada Rabu, 14 Januari 2026. "Agenda ini bentuk kolaborasi KP2MI dengan Syarikat Islam untuk memperkuat literasi migrasi aman. Kami edukasi tentang program G to G dengan Korea, Jepang, dan Jerman, yang menawarkan peningkatan keterampilan dan pengalaman kompetitif. Harapannya, masyarakat semakin paham jalur resmi yang menjamin transparansi dan perlindungan," ujarnya.
Daffa menambahkan, kegiatan ini mendorong partisipasi tenaga kerja Indonesia dalam penempatan resmi, yang meningkat 20 persen pada 2025 menurut laporan BP2MI. Mahasiswa lain, Muhammad Nouval Arofah, menyoroti peran edukasi dalam mengurangi migrasi ilegal, sementara Divany Harbina Emzilena Kaban fokus pada aspek hukum perlindungan pekerja.
Keterlibatan mahasiswa FH UPNVJ dalam program KP2MI ini menjadi contoh sinergi pendidikan tinggi dengan pemerintah untuk isu nasional. Acara Milad Syarikat Islam, yang dihadiri ribuan peserta, memperkuat dampak sosialisasi, sejalan dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. Inisiatif ini mendukung target pemerintah menempatkan 300.000 pekerja migran aman pada 2026, seperti dinyatakan dalam Rencana Strategis Kementerian Ketenagakerjaan 2020-2024 yang diperpanjang.