HumasUPNVJ– Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) melanjutkan rangkaian kegiatan Adjunct Professor pada hari kedua dengan menghadirkan diskusi akademik bertema National Security Policy Design: From White Paper to Implementation. Kegiatan yang berlangsung pada Senin (3/3/2026) ini diikuti oleh para dosen FISIP UPNVJ sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas akademik dan pengembangan keilmuan di bidang kebijakan publik dan keamanan nasional.
Diskusi menghadirkan Prof. Dr. Kamarulnizam Abdullah, Director Institute of Malaysian and International Studies (IKMAS), Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), yang memaparkan secara komprehensif proses perumusan kebijakan keamanan nasional mulai dari tahap konseptual hingga implementasi kebijakan.
Dalam pemaparannya, Prof. Kamarulnizam menjelaskan bahwa white paper merupakan laporan mendalam yang dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif terhadap isu strategis yang kompleks. Dokumen ini biasanya digunakan sebagai rujukan utama dalam merumuskan arah kebijakan pemerintah terhadap suatu persoalan strategis.
Sementara itu, policy paper berfungsi sebagai dokumen berbasis riset yang mengidentifikasi permasalahan sosial maupun pemerintahan secara lebih spesifik dan menawarkan rekomendasi kebijakan sebagai dasar pengambilan keputusan.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa proses formulasi kebijakan keamanan nasional diawali dengan tahap agenda setting, yang mencakup peninjauan nilai-nilai inti nasional, konsultasi dengan para pemangku kepentingan, wawancara mendalam, focus group discussion bersama tokoh masyarakat, serta survei untuk merumuskan berbagai alternatif kebijakan sebelum ditetapkan sebagai pilihan otoritatif untuk diimplementasikan.
Salah satu penekanan utama dalam sesi ini adalah pentingnya faktor internal dalam kerangka National Security Policy (NSP). Menurut Prof. Kamarulnizam, ketahanan internal yang kuat menjadi fondasi utama dalam menghadapi berbagai ancaman eksternal. Oleh karena itu, kebijakan keamanan nasional harus bersifat adaptif dan responsif terhadap dinamika perubahan lingkungan strategis.
Ia juga menjelaskan bahwa implementasi kebijakan keamanan nasional melibatkan tiga lapisan utama, yakni level teknis, pejabat senior, serta pembuat keputusan di tingkat menteri. Proses ini menuntut koordinasi lintas kementerian yang tidak selalu mudah karena masing-masing institusi memiliki perspektif dan kepentingan yang berbeda. Oleh sebab itu, penyelarasan gagasan sejak tahap awal menjadi faktor kunci dalam keberhasilan implementasi kebijakan.
Diskusi berlangsung interaktif antara narasumber dan para dosen FISIP UPNVJ. Berbagai pertanyaan dan refleksi kritis disampaikan peserta, mulai dari tantangan birokrasi, dinamika pergantian pejabat, hingga pentingnya penguatan kapasitas institusi dalam menjaga keberlanjutan kebijakan publik.
Ketua Jurusan Hubungan Internasional FISIP UPNVJ, Dr. Nurmasari, menyampaikan bahwa kegiatan Adjunct Professor ini menjadi ruang akademik yang penting bagi dosen untuk memperdalam perspektif kebijakan strategis sekaligus memperkuat jejaring akademik internasional.
Melalui kegiatan Adjunct Professor hari kedua ini, FISIP UPN “Veteran” Jakarta menegaskan komitmennya dalam mendorong kolaborasi akademik global serta pengembangan kajian kebijakan strategis yang relevan bagi kepentingan nasional. Program ini juga diharapkan dapat memperkaya perspektif akademik sivitas akademika dalam memahami dinamika keamanan regional dan global yang terus berkembang.
Kerabat Kerja
---------------------------------
Penulis: Disa Prihantini | Penyelaras Bahasa: F. Noor