Asah Kompetensi Kebijakan Publik, Mahasiswa Ekonomi Syariah UPNVJ Hadiri Sharia Economic Forum 2026

HumasUPNVJ – mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) mengikuti Sharia Economic Forum 2026 yang diselenggarakan oleh Metro TV bekerja sama dengan Institute for Development of Economics and Finance (INDEF). Forum nasional tersebut menjadi ruang diskusi strategis yang membahas tantangan, peluang, serta arah kebijakan pengembangan ekonomi dan industri halal Indonesia di tengah persaingan global.

Kegiatan yang digelar pada Februari 2026 itu menghadirkan pemangku kepentingan dari unsur pemerintah, regulator, dan praktisi industri. Sejumlah tokoh nasional hadir sebagai narasumber, antara lain Nasaruddin Umar, Purbaya Yudhi Sadewa, Agus Gumiwang Kartasasmita, serta Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu.
Dalam paparannya, para narasumber menyoroti kondisi aktual ekonomi syariah nasional dan potensi besar Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia. 

Anggito Abimanyu menekankan pentingnya peran negara dalam memperkuat tata kelola industri syariah melalui kebijakan yang terintegrasi dan berorientasi pada daya saing.
Ia mencontohkan penggabungan bank syariah milik Himpunan Bank Milik Negara menjadi PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) sebagai langkah strategis yang berhasil memperkuat posisi perbankan syariah nasional. Menurutnya, pengembangan ekonomi syariah tidak cukup hanya berfokus pada aspek halal dan haram, tetapi harus mampu menciptakan nilai tambah ekonomi, memperluas inklusi keuangan, serta membangun ekosistem yang mudah diakses masyarakat.

Keikutsertaan mahasiswa Ekonomi Syariah UPNVJ dalam forum ini menjadi bagian dari strategi pembelajaran berbasis praktik yang diterapkan program studi. Ketua Program Studi Ekonomi Syariah UPNVJ, Fadhli Suko Wiryanto, S.Pd., M.Si., CDIF, menjelaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam forum nasional bertujuan memperluas wawasan kebijakan sekaligus memperkuat kesiapan profesional mereka.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya unggul secara teoritis, tetapi juga memahami dinamika industri dan kebijakan publik secara langsung. Forum ini memberi gambaran konkret bagaimana ekonomi syariah dikembangkan melalui kolaborasi lintas sektor,” ujarnya saat ditemui, Kamis (19/2/2026).

Salah satu mahasiswa peserta forum mengungkapkan bahwa diskusi tersebut membuka perspektif baru mengenai tantangan pengembangan ekonomi syariah nasional. Ia menilai, diperlukan sumber daya manusia yang adaptif, kompeten, dan mampu menjembatani kepentingan akademik, industri, serta kebijakan publik.

Partisipasi aktif mahasiswa dalam Sharia Economic Forum 2026 menegaskan komitmen UPNVJ sebagai Kampus Bela Negara dalam menyiapkan lulusan yang responsif terhadap isu strategis nasional. Melalui pembelajaran kontekstual yang terhubung langsung dengan praktik kebijakan, UPNVJ mendorong lahirnya generasi profesional ekonomi syariah yang berdaya saing global dan berkontribusi nyata bagi penguatan ekosistem ekonomi syariah Indonesia.

Berita Sebelumnya

Ramadhan 1447 H di UPNVJ: Masjid Manbaul ‘Ulum dan Al Fikri Siap Layani Ifthar dan Kajian