Kolaborasi ASEAN, UPNVJ Luncurkan Buku & Gelar Seminar Internasional Pertanian Berkelanjutan dan Ketahanan Pangan

HumasUPNVJ – Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) meluncurkan buku internasional sekaligus menggelar seminar bertema “Sustainable Agriculture and Food Security in Asia: Towards Climate Resilience and Digitalization” di Auditorium Bhinneka Tunggal Ika, Kamis (20/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari kolaborasi akademik lintas negara di kawasan ASEAN untuk merespons tantangan pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan di tengah krisis iklim dan transformasi digital. Buku tersebut dieditori oleh Prof. Dr. Anter Venus, MA, Comm, Prof. Raja Rasiah, dan Nur Annizah Ishak sebagai luaran konferensi internasional tahun 2023 yang melibatkan 11 universitas ASEAN.

Peluncuran buku ini menjawab pertanyaan mendasar: bagaimana Asia, khususnya Indonesia, memperkuat sistem pangan yang tangguh terhadap perubahan iklim sekaligus adaptif terhadap digitalisasi? Forum ini mempertemukan akademisi, pembuat kebijakan, dan praktisi untuk merumuskan strategi berbasis riset dan kolaborasi regional.
Rektor: Ketahanan Pangan Pilar Fundamental Pembangunan

Rektor: Ketahanan Pangan Pilar Fundamental Pembangunan
Dalam sambutannya, Rektor UPNVJ Prof. Anter Venus dalam sambutannya menyampaikan bahwa Indonesia tengah menghadapi tantangan serupa dengan era 1970-an, yakni pertumbuhan penduduk yang pesat menjelang bonus demografi 2045. Namun, kondisi saat ini diperberat oleh tekanan perubahan iklim, degradasi lingkungan, serta alih fungsi lahan.

Sustainable agriculture is therefore not merely an option, but an urgent necessity,” tegas Prof. Venus.

IMG_7259.JPG

Ia menekankan bahwa ketahanan pangan merupakan pilar fundamental pembangunan nasional. Melalui buku ini, UPNVJ bersama Asia-Europe Institute dan peneliti dari berbagai perguruan tinggi ASEAN menghadirkan kajian komprehensif mengenai perkembangan pertanian Indonesia sejak 1970 serta pentingnya keberlanjutan dan digitalisasi dalam memperkuat sistem pangan.

Prof. Venus juga menyampaikan kebanggaan atas peran UPNVJ sebagai penyelenggara konferensi internasional yang melahirkan publikasi ini yang menjadi volume pertama dari empat buku yang direncanakan terbit.

Sorotan Kebijakan: Transformasi Sistem Pangan Nasional
Seminar internasional menghadirkan Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, Leonardo Adypurama Alias Teguh Sambodo, SP, MS, Ph.D sebagai keynote speaker. Dalam paparannya , ia menyoroti tren global produksi pangan yang diproyeksikan meningkat 14% dalam satu dekade, sementara emisi gas rumah kaca dari sektor pertanian juga diperkirakan naik 6% pada 2034.

Ia menegaskan bahwa tanpa intervensi kebijakan, dampak perubahan iklim dapat menimbulkan kerugian hingga Rp544 triliun. Selain itu, hidden cost sistem pangan Indonesia diperkirakan mencapai 28,5–45,4% dari PDB 2023.Menurutnya, transformasi sistem pangan harus berbasis ekoregion dengan pendekatan terintegrasi darat dan laut, termasuk optimalisasi pangan akuatik seperti ikan, udang, dan rumput laut. Konsep ini selaras dengan visi Indonesia Emas 2045 dan arah kebijakan RPJPN 2025–2045.

IMG_0039.JPG

“Ketahanan pangan tidak hanya soal produksi, tetapi juga distribusi yang adil, efisien, dan merata,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya pendekatan Food, Energy, Water Nexus untuk meningkatkan efisiensi, tata kelola, dan sinergi lintas sektor dalam mendukung ketahanan nasional.

Perspektif Akademik dan Ekonomi
Seminar ini turut menghadirkan Prof. Raja Rasiah, Direktur Eksekutif Asia-Europe Institute, serta Dr. Fadhil Hasan, ekonom senior INDEF sekaligus dosen UPNVJ, dengan moderator Fachru Novian, Ph.D selaku dosen UPNVJ.

Dalam diskusi, para narasumber menyoroti pentingnya inovasi teknologi, digitalisasi pertanian, serta penguatan tata kelola dan kelembagaan petani sebagai fondasi menuju sistem pangan yang inklusif, berkeadilan, tangguh, dan berkelanjutan.

IMG_0095.JPG

Kegiatan ini menjadi ruang dialog strategis antara akademisi, pemerintah, dan praktisi untuk merumuskan arah pembangunan pertanian Asia yang adaptif terhadap perubahan iklim dan transformasi digital.

Melalui peluncuran buku dan seminar internasional ini, UPNVJ kembali menunjukkan peran strategisnya sebagai universitas pembangunan yang aktif berkontribusi dalam merespons tantangan nasional dan regional melalui riset, kolaborasi internasional, dan penguatan kebijakan berbasis ilmu pengetahuan.

Berita Sebelumnya

Asah Kompetensi Kebijakan Publik, Mahasiswa Ekonomi Syariah UPNVJ Hadiri Sharia Economic Forum 2026