Testimoni Pengunjung IIETE 2026: Apresiasi Transformasi Program Studi UPNVJ yang Semakin Kekinian

HumasUPNVJ — Partisipasi Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta dalam ajang Indonesia International Education & Training Expo 2026 (IIETE 2026) di JICC Senayan, Jakarta, pada 12–15 Februari 2026, tidak hanya menarik ratusan pengunjung, tetapi juga mengubah persepsi mereka tentang program studi UPNVJ. Apa yang berubah? Siapa saja yang merasakan dampaknya? Bagaimana booth UPNVJ mampu memberikan perspektif baru tentang pendidikan tinggi berbasis industri?

Sejak hari pertama, booth UPNVJ dipadati siswa SMA/sederajat, orang tua, hingga guru yang ingin mengetahui lebih jauh pilihan program studi dan prospek karier lulusan. Informasi komprehensif mengenai kurikulum, peluang magang, serta kolaborasi industri menjadi daya tarik utama yang disorot pengunjung.

Amanda Yulyanti, salah satu pengunjung, mengaku sebelumnya mengira UPNVJ identik dengan bidang kemiliteran karena membawa identitas Bela Negara. Namun setelah mendapatkan penjelasan langsung dari tim booth, pandangannya berubah. “Awalnya saya pikir UPNVJ fokusnya di bela negara yang identik dengan militer. Ternyata prodinya umum dan sangat dibutuhkan di era sekarang,” ujarnya.

Pandangan serupa disampaikan Siti Soleha yang menyoroti hadirnya program studi baru yang dinilai dekat dengan minat generasi muda. Ia tertarik pada Program Studi S1 Kajian Film, Televisi, dan Media yang membuka peluang karier di sektor industri kreatif dan media digital. Menurutnya, kehadiran prodi tersebut menunjukkan adaptasi UPNVJ terhadap perkembangan industri kreatif nasional.

Selain ragam pilihan program studi, pendekatan pembelajaran berbasis proyek turut menjadi perhatian. M. Rifqi menilai mahasiswa UPNVJ dipersiapkan untuk terjun langsung ke dunia kerja melalui program magang terstruktur, kerja sama dengan mitra industri, serta model pembelajaran berbasis proyek (project based learning). Ia juga mengapresiasi fasilitas laboratorium dan sarana praktik, khususnya pada program studi kesehatan seperti Fisioterapi yang dinilainya representatif dan mendukung kompetensi lulusan.

Sementara itu, Citra Dinda menyoroti prospek lulusan Program Studi Ilmu Komunikasi yang dinilainya memiliki peluang luas di sektor media, hubungan masyarakat, agensi kreatif, hingga industri digital. “Setelah dijelaskan di booth, ternyata peluang kerjanya banyak dan relevan dengan perkembangan media sekarang,” katanya.
Minat terhadap bidang teknologi juga muncul dari Aditya Rafi yang tertarik pada Program Studi Sains Informasi. Ia menilai kompetensi di bidang big data dan analisis informasi menjadi kebutuhan penting di era transformasi digital, sekaligus membuka peluang karier di berbagai sektor industri.

Partisipasi UPNVJ dalam IIETE 2026 menegaskan komitmen universitas dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang adaptif terhadap dinamika zaman. Identitas Bela Negara tetap menjadi nilai dasar institusi, namun diimplementasikan dalam pendekatan nir-militer yang menekankan karakter, integritas, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Rektor UPNVJ, Prof. Dr. Anter Venus, MA, Comm, dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa penguatan program studi berbasis kebutuhan industri merupakan bagian dari strategi transformasi akademik UPNVJ. Menurutnya, universitas harus mampu menjawab tantangan global tanpa meninggalkan jati diri sebagai Kampus Bela Negara. Melalui pengembangan program studi kekinian, penguatan kolaborasi industri, serta pembelajaran berbasis praktik, UPNVJ terus memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi negeri yang relevan, kompetitif, dan berorientasi pada masa depan. Kehadiran booth di IIETE 2026 bukan sekadar promosi, melainkan ruang dialog yang membuka wawasan publik tentang wajah baru UPNVJ—kampus yang memadukan karakter, kompetensi, dan konektivitas industri.

Berita Sebelumnya

Transformasi Layanan Kampus, UPNVJ Perluas Lahan dan Terapkan Manajemen Parkir Modern