HumasUPNVJ – Apresiasi diberikan kepada tujuh Perguruan Tinggi Negeri yang berhasil menempatkan program studinya dalam daftar program studi akademik dengan tingkat keketatan tertinggi pada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Berdasarkan infografik 10 Prodi Akademik Terketat Pada Jalur SNBP 2026, tujuh PTN tersebut adalah Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Universitas Negeri Malang (UNM), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), UPN “Veteran” Jakarta (UPNVJ), Universitas Lampung (UNILA), Universitas Negeri Semarang (UNNES), dan Universitas Sumatera Utara (USU). Data ini menunjukkan tingginya persaingan masuk perguruan tinggi negeri sekaligus kuatnya kepercayaan publik terhadap program studi unggulan di berbagai kampus negeri.
UPNVJ menjadi salah satu dari PTN yang menempatkan dua program studi dalam daftar nasional tersebut. Dua program studi UPNVJ yang masuk adalah Kajian Film, Televisi, dan Media di peringkat keempat serta Farmasi di peringkat ketujuh. Capaian ini menegaskan bahwa UPNVJ tidak hanya kompetitif pada program studi yang telah mapan, tetapi juga mampu menarik minat tinggi pada program studi yang relevan dengan perkembangan industri film, media, dan kesehatan.
Daftar lengkap 10 program studi terketat pada jalur SNBP 2026 menunjukkan bahwa posisi pertama ditempati Keperawatan Universitas Negeri Surabaya dengan 1.693 pendaftar, 10 diterima, dan tingkat keketatan 0,59 persen. Posisi kedua adalah Keperawatan Universitas Negeri Malang dengan 1.252 pendaftar, 11 diterima, dan tingkat keketatan 0,88 persen. Posisi ketiga ditempati Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Jakarta dengan 1.806 pendaftar, 16 diterima, dan tingkat keketatan 0,89 persen.
Pada posisi keempat terdapat Kajian Film, Televisi, dan Media UPN “Veteran” Jakarta dengan 831 pendaftar, 8 diterima, dan tingkat keketatan 0,96 persen. Posisi kelima diisi Gizi Universitas Lampung dengan 917 pendaftar, 10 diterima, dan tingkat keketatan 1,09 persen. Posisi keenam adalah Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Semarang dengan 2.433 pendaftar, 27 diterima, dan tingkat keketatan 1,11 persen.
Selanjutnya, posisi ketujuh ditempati Farmasi UPN “Veteran” Jakarta dengan 1.071 pendaftar, 12 diterima, dan tingkat keketatan 1,12 persen. Posisi kedelapan adalah Fisioterapi Universitas Negeri Surabaya dengan 1.010 pendaftar, 12 diterima, dan tingkat keketatan 1,19 persen. Posisi kesembilan diisi Kedokteran Universitas Negeri Semarang dengan 664 pendaftar, 8 diterima, dan tingkat keketatan 1,20 persen. Sementara itu, posisi kesepuluh ditempati Teknik Pertambangan Universitas Sumatera Utara dengan 1.227 pendaftar, 15 diterima, dan tingkat keketatan 1,22 persen.
Masuknya tujuh PTN dalam daftar ini memperlihatkan bahwa program studi rumpun kesehatan, komunikasi, media, dan teknik masih menjadi tujuan utama para calon mahasiswa pada jalur SNBP. Persentase keketatan yang berada di bawah dua persen mencerminkan seleksi yang sangat kompetitif. Dalam konteks UPNVJ, keberhasilan dua program studi masuk daftar nasional menjadi indikator meningkatnya daya tarik akademik kampus di tingkat nasional.
Bagi UPNVJ, capaian ini memiliki makna strategis. Program Studi Kajian Film, Televisi, dan Media menunjukkan bahwa inovasi akademik yang selaras dengan perkembangan zaman mampu mendapat respons positif dari masyarakat. Di sisi lain, Program Studi Farmasi kembali menegaskan posisinya sebagai program studi yang konsisten diminati dan memiliki daya saing tinggi. Kehadiran dua program studi UPNVJ dalam daftar yang sama menandakan penguatan mutu akademik berjalan di berbagai bidang secara paralel.
Hasil ini sejalan dengan arah kebijakan Rektor UPNVJ, Prof. Dr. Anter Venus, MA, Comm., yang mendorong pengembangan program studi relevan, kompetitif, dan menjawab kebutuhan zaman. Penguatan kurikulum, dukungan dosen yang kompeten, serta pembaruan fasilitas pembelajaran menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kepercayaan publik terhadap UPNVJ. Hasil SNBP 2026 ini sekaligus menegaskan bahwa UPNVJ tidak hanya hadir sebagai pilihan, tetapi semakin diperhitungkan dalam peta persaingan pendidikan tinggi nasional.