UPNVJ Perkuat Infrastruktur TIK untuk Dukung Kelancaran SMMPTN-Barat 2026

Screen_Shot_2026-06-19_at_17.58.21.png

HumasUPNVJ — Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) memastikan pelaksanaan Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri Wilayah Barat atau SMMPTN-Barat 2026 berjalan lancar pada Jumat, 19 Juni 2026, di Kampus UPNVJ Pondok Labu. Kelancaran ujian berbasis komputer tersebut didukung kesiapan infrastruktur teknologi informasi, pengamanan jaringan, serta koordinasi teknis dengan panitia pusat. Sebanyak 120 perangkat komputer disiapkan untuk melayani peserta ujian pada sejumlah ruang yang telah melalui proses pengecekan sebelum pelaksanaan.

Kepala UPA Teknologi Informasi dan Komunikasi UPNVJ, Asep Saeful Ridwan, S.Kom., mengatakan kesiapan perangkat menjadi perhatian utama agar proses ujian berlangsung tertib, aman, dan adil bagi seluruh peserta. Berdasarkan laman resmi UPNVJ, Asep Saeful Ridwan, S.Kom. tercatat sebagai Kepala UPA Teknologi Informasi dan Komunikasi UPNVJ.

“Untuk ujian kali ini, kami menyiapkan sebanyak 120 PC yang tersebar di beberapa lokasi, yaitu Laboratorium Terpadu A sebanyak 50 unit, Laboratorium Terpadu B sebanyak 50 unit, dan ruang multimedia sebanyak 20 unit. Seluruh ruangan dan perangkat sudah kami cek dan siap digunakan,” ujar Asep.

Menurutnya, UPNVJ tidak hanya menyiapkan perangkat utama, tetapi juga melakukan langkah antisipasi terhadap potensi kendala teknis yang dapat mengganggu pelaksanaan ujian. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan PLN untuk menjaga pasokan listrik selama ujian berlangsung.

“Untuk masalah listrik, kami sudah berkoordinasi dengan pihak PLN agar pasokan listrik selama ujian diprioritaskan dan dijaga agar tidak terjadi pemadaman,” katanya.

Selain kelistrikan, kesiapan sistem dan konektivitas dengan panitia pusat juga menjadi bagian penting dalam pengamanan pelaksanaan ujian. Asep menjelaskan, UPA TIK UPNVJ telah menyiapkan jalur komunikasi langsung dengan panitia pusat agar setiap potensi gangguan dapat segera ditangani.

“Untuk potensi gangguan server, kami memiliki jalur komunikasi langsung dengan panitia pusat sehingga penanganan dapat dilakukan dengan cepat,” ujarnya.

Ia menambahkan, sistem ujian SMMPTN-Barat 2026 telah dilengkapi fitur penyimpanan otomatis. Fitur ini memastikan jawaban peserta tetap tersimpan apabila terjadi kendala teknis selama ujian berlangsung.

“Sistem ujian sudah otomatis menyimpan jawaban peserta. Jika terjadi kendala teknis, ujian akan dihentikan sementara dan waktu akan ditambahkan sesuai durasi gangguan, sehingga tidak ada peserta yang dirugikan,” kata Asep.

SMMPTN-Barat 2026 menjadi salah satu jalur seleksi mandiri yang melibatkan perguruan tinggi negeri di wilayah barat Indonesia. Dalam pemberitaan resmi UPNVJ, seleksi ini melibatkan 27 PTN dengan lebih dari 1.013 program studi dan kapasitas sekitar 20.035 kuota mahasiswa. UPNVJ juga menempatkan penyelenggaraan SMMPTN-Barat sebagai bagian dari komitmen memperluas akses pendidikan tinggi yang berkualitas, tertib, transparan, dan berorientasi pada pemerataan kesempatan bagi calon mahasiswa.

Kerabat Kerja 
---------------------------------
Penulis: Anisa Triselia | Penyelaras Bahasa: F. Noor

Berita Sebelumnya

Dukung Anak Masuk PTN, Orang Tua Peserta Apresiasi Pelaksanaan SMMPTN Barat di UPNVJ

Berita Selanjutnya

Rektor UPNVJ Tinjau Kinerja Riset Fakultas Teknik, Dorong Hilirisasi dan Publikasi Berdampak