Humas UPNVJ Gelar Media Gathering, Rektor Paparkan Internasionalisasi dan Transformasi Sarana Prasarana

HumasUPNVJ – Humas Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) menggelar Media Gathering bersama wartawan di Guest House UPNVJ pada Rabu, 1 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus forum penyampaian informasi strategis mengenai arah internasionalisasi dan transformasi sarana prasarana kampus.

Rektor UPNVJ, Prof. Dr. Anter Venus, MA, Comm, hadir langsung menyampaikan paparan kepada awak media, didampingi jajaran wakil rektor dan kepala biro. Melalui kegiatan ini, UPNVJ memperkuat keterbukaan informasi publik serta membangun hubungan yang lebih produktif dengan media massa.

Dalam paparannya, Prof. Venus menjelaskan bahwa internasionalisasi menjadi agenda penting UPNVJ untuk memperkuat daya saing perguruan tinggi di tingkat global. Menurutnya, posisi UPNVJ yang berada di Jakarta sebagai pusat pemerintahan, budaya, dan rujukan pendidikan nasional menuntut kampus untuk memiliki visi yang lebih luas.

“Karena kita berada di sentrum Indonesia, di pusat budaya, pusat kekuasaan, dan pusat rujukan pendidikan, maka visi UPNVJ tidak bisa sekadar bersifat lokal atau nasional. Visi kita harus global,” ujar Prof. Venus.

UPNVJ menjalankan 10 program strategis internasionalisasi, meliputi akreditasi internasional, pemeringkatan internasional, program adjunct professor, pendanaan internasional, publikasi ilmiah internasional, student exchange, kerja sama internasional, penerimaan mahasiswa internasional, jurnal terakreditasi internasional, serta kelas internasional melalui skema double degree dan joint degree.

Pada aspek rekognisi global, UPNVJ mencatat perkembangan signifikan melalui akreditasi internasional sejumlah program studi. Hingga kini, 18 program studi atau sekitar 40 persen dari total program studi di UPNVJ telah masuk dalam capaian akreditasi internasional melalui berbagai skema, antara lain FIBAA, ASIIN, IABEE, dan IAHE.

“Kita sebetulnya menargetkan seluruh program ini benar-benar mencapai performa pada 2026. Namun, faktanya beberapa capaian sudah mulai terlihat sejak 2023 dan 2024. Ini menunjukkan bahwa organisasi bergerak lebih cepat daripada jadwal awal,” kata Prof. Venus.

Di bidang mobilitas akademik, UPNVJ telah mengirimkan 26 mahasiswa melalui program IISMA ke berbagai perguruan tinggi yang masuk dalam jajaran 100 universitas terbaik dunia. UPNVJ juga menerima mahasiswa asing dari sejumlah negara, antara lain Kazakhstan, Malaysia, dan Thailand, untuk mengikuti program pertukaran selama satu semester.

Saat ini, mahasiswa internasional di UPNVJ berasal dari berbagai negara, seperti Timor Leste, Libya, Yaman, India, dan Pakistan. UPNVJ menargetkan jumlah mahasiswa internasional terus bertambah hingga mencapai sekitar dua persen dari total mahasiswa.

Penguatan internasionalisasi juga dilakukan melalui rencana pembukaan kelas internasional, kerja sama double degree atau joint degree dengan Ablaikhan University, Kazakhstan, serta program adjunct professor yang menghadirkan dosen dan profesor dari perguruan tinggi luar negeri untuk mengajar di UPNVJ selama satu semester.

Dalam bidang riset dan publikasi, UPNVJ terus mendorong dosen memperbanyak artikel pada jurnal bereputasi internasional, termasuk yang terindeks Scopus dan Web of Science. Pada aspek pendanaan, UPNVJ juga mencatat capaian hibah riset internasional sekitar Rp1,5 miliar, termasuk kerja sama penelitian dengan mitra dari Belanda dan Australia.

Sejalan dengan agenda internasionalisasi, UPNVJ menyiapkan transformasi sarana dan prasarana kampus. Masterplan pengembangan Kampus Pondok Labu menjadi salah satu agenda strategis untuk menghadirkan ekosistem pendidikan yang modern, representatif, dan mendukung kebutuhan pembelajaran masa depan.

Penguatan infrastruktur juga diarahkan melalui rencana pengembangan Kampus Pasar Kemis, Tangerang, sebagai kampus ketiga UPNVJ. Kawasan ini diproyeksikan mendukung pengembangan rumah sakit pendidikan, Fakultas Kedokteran, dan Fakultas Ilmu Kesehatan.

UPNVJ turut menyiapkan ARISE Urban Center sebagai kawasan terintegrasi di Tangerang. Proyek senilai US$54 juta ini dirancang mencakup delapan gedung dengan luas total sekitar 41.000 meter persegi. Fasilitas tersebut akan meliputi rumah sakit pendidikan, pusat inovasi pangan darurat, serta ruang pengembangan pendidikan, riset, layanan kesehatan, dan ketahanan masyarakat urban.

Selain proyek jangka panjang, UPNVJ juga merespons kebutuhan harian sivitas akademika melalui pembenahan fasilitas kampus. Pada 2025, universitas mencatat akuisisi aset berupa lahan seluas 1.801 meter persegi di Jalan Rangu, Pondok Labu, yang diperuntukkan sebagai area parkir. UPNVJ juga melakukan pemerataan lahan seluas 3.600 meter persegi untuk menambah kapasitas parkir sekitar 1.400 sepeda motor dan 50 mobil.

Pembenahan layanan digital turut dilakukan melalui peremajaan jaringan internet kampus. UPNVJ menyiapkan pemasangan 240 titik *access point* baru untuk memperkuat kapasitas Wi-Fi, mengurangi kepadatan jaringan, serta menunjang aktivitas perkuliahan, administrasi, dan layanan akademik berbasis digital.

Bagi Prof. Venus, seluruh agenda tersebut merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem akademik yang lebih terbuka, kompetitif, dan diakui secara global. Internasionalisasi tidak dimaknai sebatas pencapaian label, tetapi sebagai strategi peningkatan mutu lulusan, dosen, program studi, riset, kerja sama, dan layanan kampus.

“Internasionalisasi ini bukan sekadar mengejar label, tetapi bagian dari cara UPNVJ meningkatkan mutu. Kita ingin lulusan, dosen, program studi, riset, dan kerja sama UPNVJ memiliki standar yang mampu bersaing secara global, tanpa meninggalkan identitas bela negara sebagai karakter utama kampus ini,” ujar Prof. Venus.

Melalui Media Gathering ini, Humas UPNVJ berharap hubungan dengan wartawan semakin erat dan terbuka. Media dipandang sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi kampus secara akurat, berimbang, dan bermanfaat bagi publik.

“UPNVJ ingin memastikan setiap kebijakan membawa dampak nyata. Pembenahan fasilitas, penguatan mutu akademik, perlindungan akses pendidikan, dan pengembangan ARISE Urban Center adalah bagian dari satu arah besar: menjadikan UPNVJ sebagai Kampus Bela Negara yang modern, unggul, dan semakin bermanfaat bagi bangsa,” tutup Prof. Venus.

Berita Sebelumnya

Rektor UPNVJ Buka Asesmen Lapangan Akreditasi Prodi Keperawatan dan Profesi Ners