LPMPP UPNVJ Perkuat Pembelajaran Berpusat pada Mahasiswa melalui PAPT 2026

HumasUPNVJ – Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (LPMPP UPNVJ) melalui Pusat Pengembangan Pembelajaran mengikutsertakan dosen dari berbagai fakultas dan program studi dalam Pelatihan Pembelajaran Aktif di Perguruan Tinggi (PAPT) pada 8–9 Juli 2026. Pelatihan yang berlangsung di Gedung Direktorat Pengembangan Pendidikan Digital, Universitas Indonesia, tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan dosen menerapkan pembelajaran aktif yang berpusat pada mahasiswa. Keikutsertaan delegasi UPNVJ dipimpin oleh Kepala Pusat Pengembangan Pembelajaran LPMPP UPNVJ, Dr. Ns. Arief Wahyudi Jadmiko, M.Kep., M.Pd.Ked.

Selama dua hari, peserta mempelajari konsep dan praktik Student-Centered Learning atau pembelajaran berpusat pada mahasiswa. Pelatihan tidak hanya disampaikan melalui paparan materi, tetapi juga dikemas dalam bentuk diskusi kelompok, simulasi, latihan, berbagi pengalaman mengajar, serta penyusunan rancangan pembelajaran yang dapat diadaptasi dalam perkuliahan.

Pada hari pertama, peserta memperoleh pemahaman mengenai filosofi pembelajaran aktif dan teori belajar konstruktivisme sebagai landasan penerapan Student-Centered Learning. Materi tersebut menekankan bahwa mahasiswa perlu ditempatkan sebagai subjek pembelajaran yang secara aktif membangun pengetahuan melalui pengalaman, interaksi, refleksi, dan pemecahan masalah.

Peserta juga dibekali strategi untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Pembahasan mencakup pemberian umpan balik yang konstruktif serta penyusunan pertanyaan dengan metode Sokratik yang dapat mendorong mahasiswa menganalisis informasi, menyampaikan argumentasi, dan mengevaluasi suatu persoalan secara lebih mendalam.

Sejumlah metode pembelajaran aktif diperkenalkan melalui praktik langsung, antara lain *Think-Pair-Share*, *Reciprocal Teaching*, *Fishbowl Discussion*, *Group Quiz*, dan *Gallery Walk*. Melalui metode tersebut, dosen dapat membangun suasana kelas yang lebih partisipatif sekaligus memberikan ruang kepada mahasiswa untuk berdiskusi, bekerja dalam kelompok, menyampaikan gagasan, dan belajar dari peserta lainnya.

Peserta kemudian mempelajari evaluasi hasil pembelajaran sebagai instrumen untuk memastikan ketercapaian capaian pembelajaran. Evaluasi tidak hanya dipahami sebagai proses pemberian nilai, tetapi juga sebagai bagian dari perbaikan berkelanjutan terhadap strategi, aktivitas, dan pengalaman belajar mahasiswa.

Pada hari kedua, kegiatan difokuskan pada praktik penerapan metode pembelajaran aktif yang lebih kompleks. Peserta mengikuti materi dan simulasi mengenai *role play*, pembelajaran berbasis pengalaman atau *Experiential Learning*, serta pembelajaran kolaboratif yang mendorong mahasiswa membangun pengetahuan melalui interaksi dan kerja sama.

Pelatihan dilanjutkan dengan penerapan Problem-Based Learning (PBL), Project-Based Learning (PjBL), dan Research-Based Learning (RBL). Ketiga pendekatan tersebut mengarahkan dosen untuk menghadirkan permasalahan nyata, proyek, maupun aktivitas penelitian ke dalam proses perkuliahan.

Melalui PBL, mahasiswa dilatih untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan persoalan secara kritis dan analitis. PjBL mendorong mahasiswa menghasilkan proyek yang mengintegrasikan aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Sementara itu, RBL menghubungkan proses pembelajaran dengan kegiatan penelitian agar mahasiswa terbiasa berpikir ilmiah, mengolah informasi, serta menyusun kesimpulan berdasarkan bukti.

Dalam setiap sesi, dosen tidak hanya berperan sebagai peserta, tetapi juga mempraktikkan langsung posisi mahasiswa dalam proses pembelajaran aktif. Pengalaman tersebut memberikan gambaran mengenai tantangan, kebutuhan, dan bentuk pendampingan yang perlu diberikan dosen ketika menerapkan metode serupa di kelas.

Rangkaian PAPT ditutup oleh Kepala LPMPP UPNVJ, Satria Yudhia Wijaya, S.E., M.S., Ak. Ia menyampaikan apresiasi kepada narasumber, fasilitator, panitia, dan peserta yang telah berpartisipasi selama pelatihan. Penghargaan kepada peserta terbaik dan kelompok terbaik juga diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap partisipasi, kolaborasi, dan capaian selama kegiatan.

Setelah mengikuti pelatihan, para peserta diharapkan menjadi penggerak penerapan pembelajaran aktif di fakultas dan program studi masing-masing. Pengetahuan dan rancangan yang dihasilkan perlu diterjemahkan ke dalam Rencana Pembelajaran Semester, aktivitas perkuliahan, metode asesmen, serta pola interaksi antara dosen dan mahasiswa.

Penguatan kompetensi dosen melalui PAPT sejalan dengan arah UPNVJ dalam mengintegrasikan penjaminan mutu dan inovasi pembelajaran. LPMPP memiliki peran strategis sebagai penggerak peningkatan mutu pendidikan serta pengembangan proses pembelajaran yang memberikan dampak nyata bagi kualitas akademik universitas.

Langkah tersebut juga mendukung arah kebijakan Rektor UPNVJ, Prof. Dr. Anter Venus, M.A., Comm., yang menempatkan inovasi, termasuk pengembangan metode pembelajaran, sebagai unsur penting dalam transformasi institusi. Dengan tindak lanjut yang konsisten, PAPT diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan pelatihan, tetapi menghasilkan perubahan nyata menuju pembelajaran UPNVJ yang inovatif, kolaboratif, adaptif, dan berpusat pada mahasiswa.

Berita Sebelumnya

UPNVJ Bekali 148 Mentor Patribera 2026 dengan Agility dan Ketangguhan Mental