HumasUPNVJ – Jakarta, 30 Juli 2026. Bakal Calon Rektor Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) Nomor Urut 4, Prof. Memen Kustiawan, memaparkan Blueprint Transformasi UPN Veteran Jakarta Menuju World-Class Entrepreneurial Defense University dalam agenda Pemaparan Visi, Misi, dan Program Kerja Bakal Calon Rektor Periode 2026–2030. Kegiatan berlangsung di Auditorium Bhinneka Tunggal Ika, Kampus UPNVJ Pondok Labu, Jakarta, Kamis (30/7/2026). Gagasan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, layanan akademik, riset, serta daya saing seluruh sivitas akademika UPNVJ.
Blueprint transformasi itu dibangun berdasarkan empat nilai utama, yakni integritas, inovasi, keberlanjutan, dan dampak global. Keempat nilai tersebut diterjemahkan ke dalam enam pilar pengembangan, meliputi tata kelola unggul, akademik berkualitas, riset dan inovasi, sumber daya unggul, daya saing global, serta keberlanjutan dan dampak.
Dalam paparannya, Prof. Memen menegaskan bahwa transformasi UPNVJ harus memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan masyarakat. Penguatan identitas sebagai perguruan tinggi bela negara, menurutnya, perlu berjalan beriringan dengan peningkatan mutu pembelajaran, pengembangan inovasi, transformasi digital, serta perluasan kolaborasi nasional dan internasional.
“Transformasi UPN Veteran Jakarta diarahkan untuk membangun generasi unggul yang memiliki karakter bela negara, berdaya saing global, dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” kata Prof. Memen.
Pada bidang akademik, program kerja Prof. Memen berfokus pada pengembangan pembelajaran berbasis inovasi, penyusunan kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan industri, serta penguatan implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan relevansi kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja dan perubahan lingkungan global.
Dampak peningkatan kualitas pendidikan juga akan diperkuat melalui pengembangan layanan kemahasiswaan, pembinaan karakter bela negara, dan peningkatan prestasi mahasiswa pada tingkat nasional maupun internasional. Mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman belajar yang lebih luas melalui kegiatan akademik, penelitian, kewirausahaan, pertukaran mahasiswa, dan kolaborasi dengan mitra industri.
Selain aspek pembelajaran, Prof. Memen mengusulkan percepatan pembangunan dan pengembangan infrastruktur kampus modern. Penyediaan ruang belajar, laboratorium, fasilitas penelitian, dan layanan akademik yang memadai dinilai penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang nyaman, inklusif, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Penguatan sarana dan prasarana tersebut tidak hanya ditujukan untuk mendukung kegiatan perkuliahan, tetapi juga untuk meningkatkan produktivitas dosen dan mahasiswa dalam menghasilkan penelitian, inovasi, serta pengabdian kepada masyarakat. Infrastruktur yang terintegrasi diharapkan dapat memperkuat pengalaman belajar sekaligus meningkatkan mutu layanan kepada sivitas akademika.
Prof. Memen juga menempatkan transformasi digital sebagai agenda prioritas. Sistem manajemen universitas akan dikembangkan dengan memanfaatkan teknologi informasi dan kecerdasan artifisial untuk mendukung pelayanan akademik, administrasi, keuangan, sumber daya manusia, serta pengambilan keputusan berbasis data.
Penerapan tata kelola digital tersebut diharapkan dapat memberikan pelayanan yang lebih cepat, transparan, dan terintegrasi. Bagi mahasiswa, transformasi digital akan mempermudah akses terhadap layanan akademik dan informasi perkuliahan. Sementara bagi dosen dan tenaga kependidikan, sistem tersebut diharapkan dapat menyederhanakan proses administrasi dan meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas.
Pada sektor riset dan inovasi, blueprint yang dipaparkan menekankan peningkatan publikasi pada jurnal bereputasi internasional, hilirisasi hasil penelitian, serta penguatan kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, dunia industri, dan masyarakat. Prof. Memen juga mendorong pengembangan pusat riset unggulan yang sesuai dengan kekuatan akademik dan identitas bela negara UPNVJ.
Penguatan ekosistem riset akan didukung melalui peningkatan kapasitas dosen dan peneliti, pengembangan laboratorium, pemberian insentif penelitian, serta pembukaan akses terhadap jejaring riset nasional dan internasional. Kebijakan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas karya ilmiah sekaligus menghasilkan inovasi yang mampu menjawab persoalan masyarakat.
Dalam bidang internasionalisasi, Prof. Memen menargetkan perluasan kemitraan dengan perguruan tinggi luar negeri, pengembangan program akademik internasional, serta peningkatan mobilitas mahasiswa dan dosen. Program pertukaran, penelitian bersama, dosen tamu, dan kolaborasi publikasi diharapkan dapat memperluas wawasan sivitas akademika serta memperkuat reputasi UPNVJ di tingkat global.
Blueprint tersebut turut memuat strategi diversifikasi sumber pendanaan universitas melalui optimalisasi kerja sama, pengembangan unit usaha, penguatan rumah sakit pendidikan, serta pemanfaatan hasil inovasi. Kemandirian pendanaan diperlukan agar peningkatan mutu pendidikan, pengembangan fasilitas, dan program kesejahteraan sivitas akademika dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.
Prof. Memen menilai keberhasilan transformasi universitas harus diukur dari dampaknya terhadap kualitas pembelajaran, kompetensi lulusan, produktivitas dosen, efektivitas tenaga kependidikan, serta kontribusi UPNVJ kepada masyarakat. Karena itu, pelaksanaan setiap program akan diarahkan pada target yang terukur dan didukung tata kelola yang transparan serta akuntabel.
Melalui blueprint tersebut, Prof. Memen berkomitmen mendorong UPNVJ menjadi perguruan tinggi bela negara yang unggul, inovatif, berkelanjutan, dan berdaya saing internasional. Transformasi yang ditawarkan diharapkan dapat menghadirkan pendidikan yang semakin berkualitas sekaligus memberikan ruang yang lebih luas bagi seluruh sivitas akademika untuk belajar, berkarya, berinovasi, dan memberikan dampak bagi pembangunan nasional.
Pemaparan visi, misi, dan program kerja merupakan bagian dari rangkaian Pemilihan Rektor UPNVJ Periode 2026–2030 yang dilaksanakan secara terbuka, transparan, dan akuntabel. Forum tersebut memberikan kesempatan kepada Senat Universitas dan sivitas akademika untuk mencermati gagasan, strategi, serta program yang ditawarkan setiap bakal calon dalam menentukan arah pengembangan UPNVJ pada periode mendatang.