HumasUPNVJ – Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) menyelenggarakan Pemaparan Visi, Misi, dan Program Kerja Bakal Calon Rektor Periode 2026–2030 di Auditorium Bhinneka Tunggal Ika, Kamis (30/7/2026). Dalam forum tersebut, Prof. Dr. Anter Venus, MA, Comm. menawarkan 11 program strategis untuk menuntaskan transformasi kelembagaan, meningkatkan kualitas pendidikan, dan memperkuat reputasi internasional UPNVJ. Pemaparan menjadi bagian dari proses pemilihan rektor yang dilaksanakan secara terbuka, akuntabel, dan partisipatif dengan melibatkan sivitas akademika.
Mengusung tema “Tuntaskan Transformasi, Meraih Keunggulan UPNVJ”, Prof. Anter menegaskan komitmennya untuk melanjutkan fondasi transformasi yang telah dibangun sekaligus mempercepat pencapaian UPNVJ sebagai perguruan tinggi unggul, berdampak, dan berkelas dunia.
Arah pengembangan tersebut dituangkan dalam 11 program strategis yang mencakup transformasi kelembagaan, sarana dan prasarana, pembelajaran, smart campus, penguatan sumber daya manusia, kemahasiswaan, kesejahteraan sivitas akademika, internasionalisasi, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, penguatan nilai Bela Negara, serta kerja sama dan penguatan citra institusi.
Keseluruhan program dirancang secara terintegrasi untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan dan mendukung implementasi kebijakan Kampus Berdampak Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Dalam transformasi kelembagaan, Prof. Anter mengarahkan UPNVJ pada tata kelola yang profesional, adaptif, berbasis risiko, dan memenuhi standar internasional. Sasaran yang ditawarkan antara lain memperkuat kesiapan UPNVJ menuju Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH), meningkatkan jumlah program studi berakreditasi unggul dan internasional, serta memperbaiki posisi universitas dalam pemeringkatan nasional maupun global.
Transformasi pembelajaran difokuskan pada proses pendidikan yang berpusat pada mahasiswa. Pendekatan tersebut akan diperkuat melalui penerapan Outcome-Based Education (OBE), pembelajaran berbasis proyek, pemanfaatan kecerdasan buatan, pengembangan kredensial mikro, serta kolaborasi pembelajaran bersama dunia industri.
Mahasiswa juga akan dibekali kompetensi kewirausahaan, keterampilan hijau, kemampuan beradaptasi dengan teknologi, dan nilai-nilai Bela Negara. Penguatan tersebut diharapkan menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu menjawab perubahan kebutuhan dunia kerja dan masyarakat.
Pembangunan ekosistem smart campus menjadi salah satu prioritas dalam program yang dipaparkan. Program ini akan diwujudkan melalui pengembangan OneUPNVJ Super App, pemanfaatan kecerdasan buatan dalam tata kelola dan pembelajaran, penguatan One Data UPNVJ, pembangunan Command Center, serta peningkatan infrastruktur digital yang terintegrasi.
Ekosistem tersebut ditujukan untuk menciptakan layanan universitas yang lebih cepat, transparan, dan berbasis data. Integrasi sistem juga diharapkan mendukung pengambilan keputusan serta pelaksanaan tridarma perguruan tinggi secara lebih efektif.
Pada aspek sarana dan prasarana, Prof. Anter menargetkan pembangunan ruang pembelajaran dan laboratorium berstandar nasional, pengembangan Kampus 3, pembangunan rumah sakit pendidikan, serta penambahan fasilitas penunjang aktivitas mahasiswa. Lingkungan kampus juga akan dikembangkan agar semakin modern, aman, inklusif, ramah bagi penyandang disabilitas, dan memenuhi standar internasional.
Pengembangan infrastruktur tersebut ditempatkan sebagai bagian penting dalam peningkatan mutu pendidikan. Ketersediaan ruang belajar, laboratorium, fasilitas kesehatan, dan infrastruktur digital yang memadai dinilai akan memberikan pengalaman akademik yang lebih baik bagi mahasiswa sekaligus memperkuat kapasitas dosen dalam melaksanakan pendidikan dan penelitian.
Dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, program diarahkan pada peningkatan publikasi ilmiah bereputasi internasional, penguatan pusat unggulan riset, serta hilirisasi hasil penelitian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kolaborasi dengan pemerintah, industri, komunitas, dan perguruan tinggi mitra juga akan diperluas untuk meningkatkan dampak inovasi UPNVJ.
Agenda internasionalisasi akan dijalankan melalui peningkatan kerja sama global, mobilitas mahasiswa dan dosen, penyelenggaraan program akademik bersama, serta perluasan kehadiran mahasiswa dan tenaga pengajar internasional. Langkah tersebut diharapkan memperkuat atmosfer akademik global sekaligus meningkatkan pengakuan terhadap UPNVJ di tingkat internasional.
Sementara itu, pengembangan kemahasiswaan diarahkan pada pembentukan ekosistem yang prestatif, inklusif, kolaboratif, dan berkarakter Bela Negara. Dukungan terhadap pengembangan minat, bakat, organisasi, kewirausahaan, serta prestasi mahasiswa akan diperkuat agar mahasiswa mampu bersaing pada tingkat nasional dan internasional.
Program kesejahteraan sivitas akademika turut menjadi perhatian dalam visi yang ditawarkan. Peningkatan kapasitas dan kesejahteraan dosen serta tenaga kependidikan ditempatkan sebagai landasan untuk menciptakan budaya kerja yang produktif, profesional, dan berorientasi pada pelayanan.
Prof. Anter juga menempatkan nilai Bela Negara sebagai identitas yang harus tercermin dalam pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan tata kelola institusi. Penguatan identitas tersebut akan didukung oleh kerja sama strategis dan komunikasi institusi yang konsisten guna meningkatkan reputasi serta kepercayaan publik terhadap UPNVJ.
Mengakhiri pemaparannya, Prof. Anter menegaskan bahwa pelaksanaan seluruh program harus berlandaskan integrasi visi dan misi, orientasi pada dampak, perbaikan berkelanjutan, kemampuan beradaptasi, akuntabilitas, serta kolaborasi. Setiap kebijakan, menurutnya, perlu disusun berdasarkan regulasi, data, justifikasi yang kuat, dan niat baik untuk memajukan institusi.