Prof. Abdul Halim Tawarkan Tujuh Strategi Transformasi UPNVJ Menuju Kampus Unggul dan Berkelanjutan

HumasUPNVJ – Bakal Calon Rektor Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) Nomor Urut 3, Prof. Dr. Drs. Abdul Halim, S.H., M.Ag., menawarkan tujuh tujuan strategis untuk mempercepat transformasi UPNVJ pada periode 2026–2030. Strategi tersebut mencakup penguatan pendidikan, riset, tata kelola digital, sumber daya manusia, internasionalisasi, kemandirian universitas, dan identitas Bela Negara. Gagasan itu disampaikan dalam Pemaparan Visi, Misi, dan Program Kerja Bakal Calon Rektor UPNVJ di Auditorium Bhinneka Tunggal Ika, Kampus Pondok Labu, Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Pemaparan tersebut menjadi bagian dari tahapan Pemilihan Rektor UPNVJ Periode 2026–2030. Melalui forum terbuka ini, Senat Universitas dan sivitas akademika memperoleh gambaran mengenai arah kepemimpinan, prioritas kebijakan, serta strategi pengembangan institusi yang ditawarkan setiap bakal calon rektor.

Prof. Abdul Halim menyampaikan visi kepemimpinan yang berorientasi pada penguatan tata kelola, peningkatan mutu akademik, dan percepatan transformasi UPNVJ menjadi perguruan tinggi unggul, adaptif, berdaya saing global, serta berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan visi tidak hanya bergantung pada kualitas rumusan, tetapi juga pada kemampuan menerjemahkan strategi menjadi program yang terukur, konsisten, dan realistis.

Kerangka pengembangan UPNVJ yang ditawarkan disusun melalui tujuh tujuan strategis. Ketujuhnya meliputi pendidikan unggul dan berorientasi masa depan; riset dan inovasi yang berdampak; tata kelola universitas berbasis digital; sumber daya manusia yang profesional dan berdaya saing global; internasionalisasi dan peningkatan reputasi; universitas yang mandiri dan berkelanjutan; serta penguatan Bela Negara sebagai keunggulan institusi.

Seluruh tujuan tersebut dirancang agar selaras dengan Indikator Kinerja Utama dan target pembangunan UPNVJ hingga 2030. Penyelarasan diperlukan untuk memastikan setiap program memiliki indikator keberhasilan, tahapan pelaksanaan, dan dampak yang dapat dievaluasi secara berkala.

Transformasi Pembelajaran Berbasis Masa Depan

Pada bidang pendidikan, Prof. Abdul Halim menekankan penerapan Outcome-Based Education yang dipadukan dengan pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence. Transformasi pembelajaran juga akan diperkuat melalui pengembangan smart learning, program mikrokredensial, MBKM Plus, dan Future Skills Academy.

Strategi tersebut diarahkan untuk menghasilkan proses pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja. Setiap program studi juga didorong memenuhi standar mutu unggul dan memperoleh pengakuan internasional sehingga lulusan UPNVJ memiliki kompetensi akademik, profesional, digital, serta karakter yang relevan dengan tantangan masa depan.

Pada bidang riset dan inovasi, program yang ditawarkan berfokus pada peningkatan mutu penelitian, hilirisasi hasil riset, dan perluasan kolaborasi bersama dunia usaha, industri, pemerintah, serta masyarakat. Pengembangan Science Techno Park dan Innovation Hub juga diusulkan sebagai pusat pengembangan inovasi dan komersialisasi kepakaran universitas.

Menurut Prof. Abdul Halim, penelitian tidak cukup hanya menghasilkan publikasi ilmiah. Riset perguruan tinggi juga harus melahirkan inovasi, rekomendasi kebijakan, produk, dan solusi yang dapat dimanfaatkan untuk menyelesaikan persoalan masyarakat maupun mendukung pembangunan nasional.

Tata Kelola Digital dan Penguatan SDM

Transformasi tata kelola menjadi prioritas berikutnya melalui penerapan Good University Governance berbasis digital. Program tersebut mencakup pengembangan Digital Governance, One Data UPNVJ, arsitektur perusahaan atau enterprise architecture, manajemen risiko, dan layanan terpadu.

Integrasi data dan proses bisnis dinilai penting untuk meningkatkan kecepatan pelayanan, transparansi, akuntabilitas, serta ketepatan pengambilan keputusan. Penguatan tata kelola tersebut sekaligus diarahkan untuk mendukung terwujudnya Smart University dan meningkatkan kesiapan UPNVJ menuju Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH).

Prof. Abdul Halim juga menempatkan pengembangan sumber daya manusia sebagai faktor utama dalam mempercepat kemajuan institusi. Program yang ditawarkan mencakup penerapan manajemen talenta, pengembangan kepemimpinan akademik, peningkatan kompetensi internasional dosen dan tenaga kependidikan, serta sistem merit yang transparan.

Pengembangan kompetensi tersebut akan disertai upaya meningkatkan kesejahteraan sivitas akademika. Lingkungan kerja yang profesional, adil, dan produktif dinilai menjadi prasyarat untuk meningkatkan mutu layanan sekaligus memperkuat daya saing UPNVJ pada tingkat nasional dan internasional.

Internasionalisasi dan Kemandirian Universitas

Pada bidang internasionalisasi, Prof. Abdul Halim menawarkan perluasan kerja sama dengan perguruan tinggi dan institusi global, pengembangan program gelar ganda, pertukaran mahasiswa, penguatan Kantor Urusan Internasional, serta peningkatan jenama UPNVJ di tingkat dunia.

Program internasionalisasi tidak hanya diarahkan untuk menambah jumlah kemitraan, tetapi juga menghasilkan kegiatan akademik bersama yang terukur. Bentuknya dapat berupa mobilitas mahasiswa dan dosen, penelitian kolaboratif, publikasi internasional, pengembangan kurikulum bersama, serta penyelenggaraan program pendidikan lintas negara.

Untuk mewujudkan universitas yang mandiri dan berkelanjutan, Prof. Abdul Halim mengusulkan optimalisasi aset, pembentukan university holding, penerapan konsep Kampus Hijau, serta penguatan tata kelola berbasis prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola atau Environmental, Social, and Governance.

Kemandirian keuangan diposisikan sebagai salah satu fondasi menuju PTN-BH. Namun, pengembangan sumber pendapatan universitas harus tetap berlandaskan prinsip tata kelola yang baik, akuntabel, dan mendukung peningkatan mutu tridarma perguruan tinggi.

Bela Negara sebagai Keunggulan Institusi

Sebagai perguruan tinggi beridentitas Bela Negara, UPNVJ dinilai perlu memperkuat internalisasi nilai integritas, tanggung jawab, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap kepentingan bangsa. Penguatan tersebut akan dilaksanakan melalui pembentukan kepemimpinan berintegritas, peningkatan kontribusi kepada masyarakat, serta pengembangan pusat kajian integritas dan etika.

Identitas Bela Negara diharapkan tidak hanya hadir dalam pembelajaran, tetapi juga tercermin dalam budaya organisasi, kegiatan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan perilaku seluruh sivitas akademika. Dengan demikian, UPNVJ dapat memperkuat posisinya sebagai rujukan nasional pendidikan tinggi berbasis Bela Negara.

Dalam paparannya, Prof. Abdul Halim turut menyampaikan sejumlah program prioritas pembangunan fisik berdasarkan kebutuhan institusi. Program tersebut meliputi pembangunan Rumah Sakit Pendidikan, Gedung Laboratorium Teknik, Laboratorium Terpadu Fakultas Ilmu Kesehatan, serta Cyber-Physical Intelligence Center.

Setiap pembangunan, menurutnya, harus didukung kajian kebutuhan, skema pembiayaan yang realistis, kesiapan sumber daya manusia, dan perencanaan jangka panjang. Pendekatan tersebut diperlukan agar pembangunan infrastruktur tidak berhenti pada penyediaan gedung, tetapi mampu memperkuat proses pendidikan, penelitian, pelayanan, dan inovasi universitas.

Menutup pemaparannya, Prof. Abdul Halim menekankan pentingnya pengembangan model bisnis universitas yang bertumpu pada kepakaran, bukan hanya pemanfaatan aset fisik. Pendekatan berbasis keilmuan dan inovasi dinilai dapat menghasilkan pendapatan institusi sekaligus meningkatkan publikasi, hilirisasi hasil penelitian, reputasi akademik, serta kesejahteraan sivitas akademika.

Strategi tersebut diarahkan untuk memperkuat pencapaian UPNVJ sebagai Nationally Research-Based Entrepreneurial University. Melalui integrasi pendidikan, riset, inovasi, tata kelola, dan kewirausahaan berbasis pengetahuan, universitas diharapkan mampu menghasilkan manfaat akademik, sosial, dan ekonomi yang lebih luas.

Pemaparan visi, misi, dan program kerja menjadi bagian penting dari proses pemilihan Rektor UPNVJ yang terbuka, objektif, dan akuntabel. Forum tersebut memberikan ruang kepada sivitas akademika untuk mencermati relevansi program, kapasitas kepemimpinan, serta kesiapan setiap bakal calon dalam melanjutkan transformasi UPNVJ sebagai perguruan tinggi unggul, inovatif, berkelanjutan, dan berdaya saing global.

Berita Sebelumnya

Prof. Anter Venus Dorong Smart Campus dan Internasionalisasi UPNVJ melalui 11 Program Strategis

Berita Selanjutnya

Dr. Sakroni Usung UPNVJ Berdampak melalui Sembilan Program Strategis dan Agenda 100 Hari