Dr. Sakroni Usung UPNVJ Berdampak melalui Sembilan Program Strategis dan Agenda 100 Hari

HumasUPNVJ – Bakal Calon Rektor Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) Nomor Urut 1, Dr. Sakroni, S.ST., M.Pd., menawarkan transformasi perguruan tinggi berbasis Bela Negara melalui sembilan program strategis dan Agenda 100 Hari Pertama. Gagasan bertajuk “UPNVJ Berdampak: Bela Negara, Bela Rakyat, Berdampak untuk Indonesia” tersebut dipaparkan dalam penyampaian visi, misi, dan program kerja bakal calon rektor di Auditorium Bhinneka Tunggal Ika, Kampus UPNVJ Pondok Labu, Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Melalui visi tersebut, Dr. Sakroni berkomitmen mendorong UPNVJ menjadi Kampus Bela Negara yang berlandaskan Pancasila, beretika, unggul, inovatif, inklusif, dan bereputasi internasional. Pengembangan universitas juga diarahkan untuk menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat, memperkuat keadilan sosial, serta mendukung kemajuan Indonesia.

Dr. Sakroni menilai transformasi UPNVJ tidak cukup hanya berorientasi pada perubahan organisasi dan pencapaian indikator kinerja. Proses tersebut harus tetap menempatkan nilai kemanusiaan sebagai landasan agar dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan seluruh unsur sivitas akademika dapat bertumbuh bersama dalam lingkungan yang kolaboratif, sehat, serta berintegritas.

Menurutnya, perubahan lanskap pendidikan tinggi, perkembangan teknologi, dan meningkatnya tuntutan masyarakat menjadi momentum bagi UPNVJ untuk melakukan lompatan kemajuan. UPNVJ dinilai telah memiliki fondasi institusi yang kuat, tetapi masih memerlukan penguatan tata kelola, kualitas layanan, kesejahteraan sumber daya manusia, pengelolaan aset, dan kemandirian pendanaan.

Untuk menyusun arah pengembangan hingga 2030, Dr. Sakroni memetakan sepuluh tantangan strategis. Tantangan tersebut mencakup peningkatan mutu dan diferensiasi akademik, relevansi kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja, penguatan riset dan hilirisasi inovasi, peningkatan kesejahteraan sumber daya manusia, serta kemandirian pendanaan universitas.

Tantangan lainnya meliputi optimalisasi aset, pembangunan rumah sakit pendidikan, transformasi digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), penciptaan kampus yang aman dan inklusif, serta peningkatan reputasi dan kemitraan global.

Sebagai jawaban atas tantangan tersebut, Dr. Sakroni menawarkan enam misi utama. Misi itu meliputi penyelenggaraan pendidikan unggul dan berkarakter; penguatan riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat yang berdampak; pembangunan tata kelola yang bersih, digital, dan akuntabel; serta penciptaan kampus yang inklusif, aman, sehat, dan hijau.

Dua misi lainnya diarahkan pada perluasan jejaring nasional dan internasional serta pengembangan sumber daya manusia yang profesional, sejahtera, dan berintegritas. Keseluruhan misi dirancang untuk memperkuat identitas UPNVJ sebagai perguruan tinggi Bela Negara yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan masyarakat.

Arsitektur transformasi yang ditawarkan dibangun di atas nilai Pancasila, Bela Negara, Budaya PIKIR, integritas, kebebasan akademik, dan kepedulian sosial. Fondasi tersebut diperkuat melalui pengembangan sumber daya manusia, digitalisasi layanan, pemanfaatan AI, penguatan tata kelola Badan Layanan Umum, pembiayaan berkelanjutan, serta kolaborasi lintas sektor.

Strategi itu diterjemahkan ke dalam sembilan program yang mencakup pendidikan masa depan, riset berdampak, kampus inklusif, tata kelola berintegritas, internasionalisasi, kemandirian institusi, green-digital campus, penguatan sumber daya manusia dan kesejahteraan, serta pengembangan BELA.NEGARA AI & Knowledge Ecosystem.

Dalam bidang pendidikan, transformasi diarahkan pada pengembangan pembelajaran adaptif, kurikulum yang relevan dengan kebutuhan masa depan, dan penguatan karakter Bela Negara. Sementara itu, agenda riset difokuskan pada peningkatan kualitas penelitian, hilirisasi inovasi, dan pemanfaatan hasil kajian untuk menjawab persoalan masyarakat.

Dr. Sakroni juga menempatkan kesejahteraan sumber daya manusia sebagai bagian penting dalam transformasi. Penguatan kompetensi, sistem pengembangan karier yang transparan, lingkungan kerja yang sehat, dan penghargaan berbasis kinerja diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sekaligus rasa memiliki terhadap institusi.

Apabila memperoleh amanah memimpin UPNVJ, Dr. Sakroni akan menjalankan Agenda 100 Hari Pertama melalui lima tahapan, yakni mendengar, mengaudit, memperbaiki, meluncurkan, dan melaporkan. Tahap awal akan dilakukan melalui forum aspirasi sivitas akademika serta audit terhadap bidang akademik, keuangan, sumber daya manusia, dan aset.

Hasil audit kemudian digunakan untuk menyusun data dasar indikator kinerja, membentuk tim percepatan lintas bidang, serta memperbaiki standar layanan universitas. Program berikutnya mencakup pengembangan dasbor pengaduan, penyusunan cetak biru sistem manajemen terintegrasi, penerapan single sign-on, dan peluncuran Dashboard UPNVJ Berdampak.

Capaian Agenda 100 Hari tersebut akan disampaikan kepada publik sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas kepemimpinan. Mekanisme pelaporan ini diharapkan membuka ruang evaluasi sekaligus memastikan setiap program dapat dipantau oleh sivitas akademika.

Dr. Sakroni turut menyiapkan strategi mitigasi risiko melalui penguatan kepatuhan terhadap regulasi, diversifikasi sumber pendanaan, pengelolaan proyek berdasarkan studi kelayakan, serta peningkatan keamanan siber. Pengembangan kegiatan usaha universitas juga harus tetap dijalankan secara seimbang tanpa mengurangi pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.

Ia menegaskan bahwa transformasi hanya dapat berjalan apabila dilaksanakan secara bertahap, transparan, dan melibatkan seluruh unsur universitas. Karena itu, ia menawarkan pola kepemimpinan kolegial dengan menempatkan Senat Universitas sebagai mitra strategis dalam menjaga integritas akademik dan menentukan arah kebijakan institusi.

Pemaparan visi, misi, dan program kerja menjadi bagian dari tahapan Pemilihan Rektor UPNVJ Periode 2026–2030 yang dilaksanakan secara terbuka, transparan, dan akuntabel. Forum ini memberikan kesempatan kepada Senat dan sivitas akademika untuk menilai gagasan, kapasitas kepemimpinan, serta strategi setiap bakal calon dalam melanjutkan transformasi UPNVJ sebagai perguruan tinggi Bela Negara yang unggul dan berdampak bagi Indonesia.

Berita Sebelumnya

Prof. Abdul Halim Tawarkan Tujuh Strategi Transformasi UPNVJ Menuju Kampus Unggul dan Berkelanjutan