Rektor UPNVJ Tekankan Pentingnya Atasi Gap Konsepsi Elit dan Persepsi Publik tentang KDMP

HumasUPNVJ – Rektor Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ), Prof. Dr. Anter Venus, MA., Comm., menekankan pentingnya menjembatani kesenjangan antara konsepsi di tingkat elite dan persepsi masyarakat mengenai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Menurutnya, tujuan mulia pembentukan KDMP sebagai instrumen untuk membangun ekonomi desa yang kuat dan mandiri belum sepenuhnya dipahami publik.
Pandangan tersebut disampaikan dalam Workshop Pertanian Nasional yang digelar Gerakan Mantap Pilih Prabowo (GMPP) bersama organisasi kemasyarakatan Jaga Tunas Bumi (Jatubu) di Restoran Krishna Garden, Wonosobo, Jawa Tengah, Sabtu (8/8/2026).
Workshop yang digelar dalam rangka HUT ke-3 GMPP tersebut membahas implementasi program prioritas pemerintah, khususnya peran KDMP dalam memperkuat sektor pertanian dan ekonomi masyarakat desa.
Prof. Anter Venus menilai tujuan Koperasi Desa Merah Putih pada dasarnya sangat ideal karena sejalan dengan cita-cita pembangunan ekonomi yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Tujuan Kopdes Merah Putih sebenarnya sangat ideal. Ini juga bagian dari perwujudan cita-cita ekonomi bangsa kita sebagaimana tercantum dalam Pasal 33 UUD 1945,” ujar Prof. Anter Venus.
Menurutnya, tantangan yang perlu mendapat perhatian adalah bagaimana konsepsi besar tersebut dapat dipahami masyarakat secara utuh. Kesenjangan pemahaman antara gagasan yang dirumuskan pada tingkat kebijakan dan persepsi publik perlu dijembatani agar masyarakat mengetahui tujuan, manfaat, serta peran strategis koperasi bagi perekonomian desa.
Rektor UPNVJ menjelaskan, pendirian koperasi tersebut diarahkan untuk membangun struktur ekonomi desa yang kuat, murah, dan mandiri dengan dukungan permodalan, tata kelola, serta jaringan yang kuat.
“Pendirian koperasi ini diarahkan untuk kita membangun ekonomi desa yang kuat, murah, dan mandiri dengan modal, tata kelola, dan jaringan yang kuat. Ini tentu akan memperkuat ekonomi kerakyatan di desa,” katanya.
Dalam konteks pertanian, penguatan koperasi juga diharapkan dapat membantu memperbaiki posisi masyarakat desa, termasuk petani, dalam kegiatan ekonomi. KDMP didorong menjadi penggerak ekonomi desa sekaligus solusi untuk memutus ketergantungan petani terhadap tengkulak yang selama ini menekan posisi petani dalam pembiayaan dan pemasaran hasil produksi.
Pandangan mengenai posisi strategis KDMP tersebut juga disampaikan Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Mota. Ia mengatakan, KDMP tidak semestinya dipandang hanya sebagai unit usaha perdagangan seperti minimarket.
Menurut Joao, koperasi tersebut merupakan instrumen negara untuk mendampingi masyarakat dalam mengembangkan berbagai potensi ekonomi yang ada di desa.
“Koperasi ini merupakan wujud kehadiran negara untuk mendampingi masyarakat desa dalam menggerakkan segala sektor ekonomi desa—mulai dari pertanian, peternakan, perikanan, hingga UMKM—agar menjadi kekuatan ekonomi mandiri demi kesejahteraan warga,” ujar Joao.
Ia mengatakan, penguatan ekonomi desa melalui koperasi juga ditujukan untuk mengisi ruang ekonomi pedesaan yang selama ini banyak dikuasai pemilik modal besar.
Bagi Prof. Anter Venus, pemahaman publik menjadi bagian penting dalam implementasi KDMP. Konsep yang ideal membutuhkan pemahaman yang sama di tingkat masyarakat agar keberadaan koperasi tidak dipersepsikan sebatas sebagai tempat transaksi perdagangan, tetapi sebagai instrumen untuk memperkuat ekonomi kerakyatan di desa.
Karena itu, upaya menjembatani konsepsi kebijakan dengan persepsi publik menjadi penting agar tujuan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih dapat diterjemahkan secara konkret dalam penguatan ekonomi desa yang mandiri, memiliki tata kelola dan jaringan yang kuat, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Berita Sebelumnya

UPNVJ Gelar PKKMB 2026 di Senayan, Hadirkan AHY hingga Jerome Polin