HumasUPNVJ – Nadia Nugrahani, S.KM., lulusan Program Studi Kesehatan Masyarakat Program Sarjana Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ), mendapat kepercayaan memimpin Janji Wisudawan pada Sesi II Wisuda Ke-77 UPNVJ. Di hadapan para lulusan, pimpinan universitas, dan keluarga wisudawan, Nadia memimpin ikrar yang menjadi penanda kesiapan lulusan memasuki babak baru setelah menyelesaikan pendidikan tinggi.
Momen tersebut terasa semakin istimewa karena Nadia merupakan salah satu penerima penghargaan Karya Mahardika. Ia menyelesaikan pendidikan dengan IPK 3,76 dan memperoleh skor Karya Mahardika 1.110 melalui rangkaian capaian akademik serta nonakademik selama menjadi mahasiswa UPNVJ.
Sepanjang masa studinya, Nadia mencatatkan 16 poin prestasi. Tiga pencapaian terbaiknya ialah juara pertama Female Adult Match Achievement Class A pada Indonesia Paku Bumi Open 11th International Championship 2023, juara ketiga Women 20 Jakarta International Orienteering Championship (JIOC) 2025, serta Juara I Tanding Kelas A Putri Tingkat Dewasa Kejuaraan Nasional Pencak Silat Makassar Championship 1 Tahun 2022.
Prestasi tersebut menunjukkan perjalanan Nadia yang tidak hanya berkutat pada satu bidang. Setelah menekuni pencak silat, ia juga mengembangkan kemampuan melalui berbagai aktivitas bersama Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) UPNVJ, mulai dari panjat tebing, orienteering, arung jeram hingga single rope technique.
Bagi Nadia, keberhasilan meraih Karya Mahardika menjadi puncak dari target yang telah ia bangun sejak awal kuliah. Penghargaan itu sekaligus mengingatkannya pada dukungan keluarga dan lingkungan kampus selama menjalani proses akademik maupun berbagai kompetisi.
“Rasanya sangat bersyukur. Saya tidak berhenti mengucapkan syukur kepada Allah SWT karena semua doa dan ikhtiar akhirnya membawa saya mendapatkan kesempatan meraih Karya Mahardika. Saya juga sangat berterima kasih kepada orang tua, keluarga, serta pihak kampus yang selalu mendampingi dan membantu perjalanan saya hingga sejauh ini,” ujar Nadia.
Belajar Menemukan Keseimbangan
Perjalanan Nadia menuju kelulusan tidak selalu berjalan mulus. Ia mengakui sempat terlalu fokus mengejar prestasi nonakademik sehingga capaian akademiknya terdampak. Pengalaman itu membuatnya mengevaluasi prioritas dan membangun strategi baru agar keduanya dapat berjalan beriringan.
Pada tahun-tahun berikutnya, Nadia mulai memberikan perhatian lebih besar pada akademik, termasuk mengikuti publikasi dan sertifikasi. Dari proses tersebut, ia menemukan pola pengelolaan waktu yang membuat kegiatan akademik dan prestasi nonakademik lebih seimbang.
“Di awal tahun nilai saya sempat turun karena terlalu fokus mengejar prestasi nonakademik. Tahun berikutnya saya mulai mengejar akademik melalui publikasi dan sertifikasi. Setelah menemukan teknik yang tepat, barulah prestasi nonakademik dan akademik bisa berjalan beriringan,” katanya.
Ketekunan itu juga teruji ketika Nadia harus membagi waktu antara kegiatan perkuliahan dan latihan intensif. Ketika mengikuti persiapan kompetisi arung jeram, misalnya, ia sedang menjalani Pembelajaran Berbasis Lapangan (PBL). Sejak pagi hingga sore Nadia menjalankan kewajiban akademik, kemudian melanjutkan latihan bersama tim hingga malam hari.
Dalam kondisi tertentu ketika tidak dapat mengikuti latihan bersama, Nadia memilih berlatih mandiri menggunakan resistance band dan sejumlah alat bantu. Ia memandang komitmen tersebut sebagai bentuk tanggung jawab kepada tim yang bersama-sama mengejar hasil terbaik. Perjuangan itu kemudian turut mengantarkan timnya meraih juara umum dalam kompetisi yang diikuti.
Menurut Nadia, berbagai kompetisi yang dijalaninya telah membentuk karakter yang tidak mudah menyerah. Prestasi baginya bukan hanya persoalan trofi atau peringkat, melainkan proses belajar mengenai konsistensi, keberanian mencoba, kerja sama, serta kemampuan bangkit setelah menghadapi kegagalan.
“Setiap prestasi mengajarkan saya bahwa hasil yang baik tidak datang secara instan, tetapi membutuhkan proses, konsistensi, keberanian untuk mencoba, dan kemampuan untuk bangkit ketika menghadapi kegagalan,” ujarnya.
Kepercayaan untuk memimpin Janji Wisudawan pada Wisuda Ke-77 menjadi penutup simbolis perjalanan Nadia sebagai mahasiswa. Dari podium wisuda, ia tidak hanya berdiri sebagai lulusan Kesehatan Masyarakat, tetapi juga mewakili para wisudawan yang telah menyelesaikan proses panjang pendidikan dan bersiap mengimplementasikan ilmu, kompetensi, serta nilai-nilai yang diperoleh selama berada di UPNVJ.
Nadia berharap lulusan dan mahasiswa UPNVJ terus berani mengembangkan diri serta memanfaatkan berbagai kesempatan yang tersedia di kampus. Menurutnya, penelitian, kompetisi, organisasi, publikasi, kepanitiaan, hingga kegiatan sosial dapat menjadi ruang pembelajaran yang sama berharganya dengan kegiatan akademik.
“Jangan pernah membatasi diri hanya karena merasa belum cukup hebat atau belum memiliki banyak pengalaman. Jangan takut mencoba hal baru, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Tidak semua proses akan langsung menghasilkan prestasi, tetapi setiap pengalaman pasti memberikan pelajaran,” pesan Nadia.
Kerabat Kerja
---------------------------------
Penulis: Disa Prihantini | Penyelaras Bahasa: F. Noor