HumasUPNVJ - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) mengeksplorasi potensi daun kelor (Moringa oleifera) sebagai sumber pangan fungsional untuk mendukung kesehatan preventif dan pencegahan stunting. Kajian tersebut dibahas melalui webinar “Exploring the Potential of Moringa oleifera in Preventive Health” dalam rangka Pekan Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kewirausahaan LPPM UPNVJ Tahun 2026. Forum ini mempertemukan akademisi dan peneliti untuk membahas pemanfaatan kelor, mulai dari kandungan nutrisi hingga peluang pengembangannya menjadi inovasi yang dapat diterapkan di masyarakat.
Dr. dr. Tiwuk Susantiningsih, M.Biomed., Sp.KKLP. dari Research Center for Moringa oleifera UPN “Veteran” Jakarta memaparkan materi bertajuk “Eksplorasi Potensi Moringa oleifera dalam Kesehatan Preventif.” Ia mengulas pemanfaatan daun kelor sebagai bagian dari pendekatan promotif dan preventif untuk membantu menjaga kesehatan masyarakat.
Pembahasan mengenai kelor dan pemenuhan gizi ibu serta anak diperdalam oleh Prof. dr. Veni Hadju, M.Sc., Ph.D. dari Universitas Hasanuddin melalui materi “Moringa oleifera Leaves: A Nutritional Superhouse for Stunting Prevention and Child Growth Optimization.” Paparan tersebut menyoroti kandungan nutrisi dan komponen nutraseutikal daun kelor yang berpotensi dikembangkan untuk mendukung pencegahan stunting dan optimalisasi pertumbuhan anak.
Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah Moringa Royal Jelly (MRJ), berupa kombinasi ekstrak daun kelor dengan royal jelly yang dikembangkan menggunakan sumber daya alami. Berdasarkan materi webinar, pengembangan MRJ telah didukung oleh lebih dari 12 studi intervensi pada periode 2018–2024 dengan kelompok sasaran, antara lain, ibu hamil dan remaja putri.
Sejumlah penelitian membandingkan intervensi berbasis kelor dengan multiple micronutrient supplement (MMS) maupun suplementasi zat besi dan asam folat. Indikator yang diamati dalam berbagai penelitian tersebut mencakup kadar hemoglobin, status gizi dan kesehatan ibu, pertumbuhan, serta luaran kehamilan. Jejak penelitian mengenai ekstrak daun kelor yang diperkaya royal jelly juga telah dipublikasikan dalam kajian terkait pertumbuhan bayi dan luaran kehamilan.
Materi webinar turut memaparkan uji acak terkontrol tersamar ganda (randomized double-blind controlled trial) yang melibatkan 336 remaja putri di wilayah pesisir Kabupaten Takalar. Para peserta dibagi ke dalam kelompok MRJ dan kelompok suplementasi zat besi serta asam folat (iron and folic acid/IFA), dengan intervensi selama 24 minggu pada Februari hingga Juli 2025. Penelitian mengamati sejumlah indikator, termasuk kadar hemoglobin, antropometri, dan asupan makanan.
Pemanfaatan kelor juga dikembangkan dalam bentuk yang lebih mudah diterapkan di masyarakat. Salah satunya berupa teh daun kelor untuk remaja putri yang diproses melalui tahapan pencucian, pengeringan, penyangraian, hingga pengemasan. Diversifikasi tersebut memperlihatkan peluang pengembangan kelor tidak hanya sebagai objek penelitian, tetapi juga sebagai produk pangan fungsional berbasis sumber daya lokal.
Kajian mengenai Moringa oleifera sekaligus memperlihatkan pentingnya kolaborasi antarlembaga dan lintas disiplin dalam menjawab persoalan kesehatan masyarakat. Penelitian terhadap bahan pangan lokal dapat menjadi titik awal untuk menghasilkan inovasi yang terukur, diuji secara ilmiah, dan selanjutnya dikembangkan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.