Wagub Pattani - KJRI Songkhla Kunjungi Booth UPNVJ di IEF 2026, Perkuat Diplomasi Pendidikan Indonesia–Thailand

Humas UPNVJ – PATTANI, Thailand – Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) memperkuat diplomasi pendidikan Indonesia–Thailand melalui partisipasi dalam Indonesia Education Fair (IEF) 2026 di Prince of Songkla University (PSU) Pattani, Thailand, Rabu (2/9/2026). Dalam rangkaian kegiatan University Exhibition and Booth Visits, stan UPNVJ mendapat kunjungan langsung dari Sub. Lieutenant Sombat Singkarn, Deputy Governor of Pattani Province (Wakil Gubernur Provinsi Pattani), serta Herry Purwanto, Kepala Perwakilan Republik Indonesia (Keppri) Songkhla sekaligus Konsul Penerangan, Sosial, dan Budaya (Kortim Pensusbud) KJRI Songkhla.

Kunjungan tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan keunggulan pendidikan tinggi Indonesia sekaligus membuka peluang penguatan kerja sama akademik antara UPNVJ dan mitra internasional, khususnya di kawasan Thailand Selatan. Delegasi UPNVJ memperkenalkan berbagai program unggulan, peluang studi bagi mahasiswa internasional, fasilitas akademik, serta konsep pembelajaran berbasis pengalaman melalui lingkungan strategis Jakarta.

Sub. Lieutenant Sombat Singkarn mengapresiasi kehadiran perguruan tinggi Indonesia dalam IEF 2026 yang memberikan kesempatan bagi pelajar Thailand Selatan untuk mengenal lebih dekat pilihan pendidikan tinggi di Indonesia. Menurutnya, forum pendidikan internasional seperti ini memiliki peran penting dalam mempererat hubungan antarmasyarakat kedua negara melalui jalur pendidikan.

“Kehadiran perguruan tinggi Indonesia di Pattani memberikan kesempatan bagi generasi muda Thailand Selatan untuk mendapatkan informasi langsung mengenai peluang pendidikan dan membangun hubungan yang lebih erat melalui bidang akademik,” ujar Sub. Lieutenant Sombat Singkarn.

Selain Wakil Gubernur Pattani, kunjungan ke booth UPNVJ juga dilakukan oleh Herry Purwanto, Kepala Perwakilan Republik Indonesia (Keppri) Songkhla sekaligus Konsul Penerangan, Sosial, dan Budaya KJRI Songkhla. Ia menyampaikan dukungan terhadap langkah perguruan tinggi Indonesia dalam memperluas promosi pendidikan tinggi di Thailand Selatan sebagai bagian dari penguatan hubungan bilateral Indonesia dan Thailand.

“Pendidikan menjadi salah satu jembatan penting dalam memperkuat hubungan masyarakat Indonesia dan Thailand. Kehadiran perguruan tinggi Indonesia di forum seperti ini membuka ruang bagi peningkatan kerja sama dan pertukaran pengetahuan antarnegara,” ujar Herry Purwanto.

IEF 2026 di PSU Pattani menghadirkan 30 perguruan tinggi Indonesia yang memperkenalkan berbagai program studi unggulan, peluang beasiswa, pengalaman akademik, serta kehidupan mahasiswa kepada calon mahasiswa internasional. Sejumlah perguruan tinggi yang berpartisipasi antara lain Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Multimedia Nusantara (UMN), serta Institut Seni Indonesia Yogyakarta (ISI Yogyakarta).

Pada sesi University Exhibition and Booth Visits, booth UPNVJ menjadi salah satu stan yang menarik perhatian pelajar Thailand Selatan. Sejak pameran dibuka pukul 08.30 hingga 16.30 waktu setempat, pengunjung berdatangan untuk memperoleh informasi mengenai program studi, sistem pendidikan, kehidupan mahasiswa, serta peluang melanjutkan studi di Jakarta.

Salah satu pengunjung yang turut membantu pelayanan booth UPNVJ, Dira, mahasiswi Prince of Songkla University (PSU), melihat tingginya minat pelajar Thailand Selatan terhadap pendidikan tinggi Indonesia.

“Banyak pelajar yang datang dan bertanya tentang program studi, kehidupan mahasiswa, serta pengalaman belajar di Jakarta. Mereka tertarik mengetahui kesempatan kuliah di Indonesia, khususnya di UPNVJ,” ujar Dira.

Dalam keikutsertaan tersebut, UPNVJ membawa konsep Kampus Bela Negara sebagai identitas universitas yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan kompetensi akademik, tetapi juga pembentukan karakter, kepemimpinan, dan kontribusi sosial di tingkat global.

Rektor UPNVJ, Prof. Dr. Anter Venus, MA, Comm, menegaskan bahwa internasionalisasi perguruan tinggi merupakan bagian dari strategi universitas dalam menghadirkan pendidikan yang relevan dengan tantangan global.

“Bagi mahasiswa asing, UPNVJ menawarkan Jakarta sebagai ruang kelas sesungguhnya. Kami tidak menempatkan mahasiswa internasional dalam gelembung studi yang terisolasi, melainkan memberikan akses langsung ke pusat ekonomi, politik, dan ekosistem digital terbesar di Asia Tenggara,” ujar Prof. Dr. Anter Venus, MA, Comm.

Menurutnya, konsep Jakarta sebagai “ruang belajar” memungkinkan mahasiswa internasional memperoleh pengalaman akademik yang terhubung dengan dinamika masyarakat secara langsung. Mahasiswa tidak hanya belajar teori di ruang kelas, tetapi juga memahami perkembangan ekonomi, teknologi, pemerintahan, dan kehidupan sosial di salah satu pusat pertumbuhan Asia Tenggara.

Melalui partisipasi dalam Indonesia Education Fair 2026, UPNVJ terus memperluas jejaring pendidikan internasional sekaligus memperkenalkan kualitas pendidikan tinggi Indonesia kepada masyarakat global. Prof. Dr. Anter Venus, MA, Comm menegaskan bahwa keterbukaan terhadap kolaborasi internasional menjadi langkah penting untuk melahirkan lulusan yang kompeten, berintegritas, berkarakter Bela Negara, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa serta dunia.

Berita Sebelumnya

Antusiasme Tinggi Pelajar Thailand Selatan Sambut Booth UPNVJ di Indonesia Education Fair 2026 PSU Pattani