Bahas Akuntansi Rumah Tangga di Webinar DWP UPNVJ, Krisno Septyan Tekankan Peran Orang Tua dalam Pendidikan Anak

HumasUPNVJ – Pengelolaan keuangan keluarga tidak cukup hanya berfokus pada pemasukan, pengeluaran, dan investasi, tetapi juga perlu memperhatikan keharmonisan hubungan serta pendidikan karakter anak. Hal tersebut menjadi salah satu pokok pembahasan yang disampaikan dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ), Dr. Krisno Septyan, S.E., M.S.Ak., SAS., dalam Webinar Dharma Wanita Persatuan (DWP) UPNVJ 2026, Senin (26/10/2026).

Melalui materi bertajuk “Akuntansi Rumah Tangga: Etika Digital, Peran Orang Tua, dan Pengelolaan Keuangan di Dalamnya”, Krisno mengajak peserta memahami pengelolaan rumah tangga dari perspektif yang lebih luas.

Menurutnya, akuntansi rumah tangga memiliki karakteristik berbeda dibandingkan dengan akuntansi perusahaan. Jika akuntansi perusahaan berorientasi pada pengelolaan sumber daya dan kinerja keuangan, akuntansi rumah tangga juga berkaitan dengan hubungan sosial, tanggung jawab, dan nilai-nilai yang dianut keluarga.

Dalam pemaparannya, Krisno menjelaskan bahwa pembahasan akuntansi rumah tangga tidak dapat dilepaskan dari ilmu sosial lainnya.

Ia menekankan bahwa pengelolaan keuangan keluarga seharusnya tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kepemilikan materi, tetapi juga mendukung terciptanya kehidupan rumah tangga yang harmonis.

Salah satu pembahasan yang diangkat ialah pentingnya memahami perbedaan antara kebutuhan keluarga dan keinginan untuk memiliki aset.

Krisno menjelaskan bahwa diskusi mengenai keuangan rumah tangga umumnya mencakup penganggaran, pengeluaran rutin, tabungan, dan investasi. Namun, ia mengingatkan bahwa ketenangan hidup tidak selalu ditentukan oleh jumlah kekayaan yang dimiliki.

Melalui pendekatan akuntansi rumah tangga berbasis nilai religius, Krisno mengajak peserta menempatkan pengelolaan keuangan sebagai sarana untuk membangun kehidupan keluarga yang lebih baik.

Selain pengelolaan keuangan, Krisno membahas pembagian peran dan tanggung jawab dalam keluarga.

Ia menyoroti pentingnya keterbukaan informasi keuangan, termasuk pemahaman mengenai keberadaan aset dan kewajiban keluarga. Hal tersebut menjadi relevan terutama ketika keluarga menghadapi kondisi tidak terduga, seperti meninggalnya salah satu anggota keluarga yang selama ini mengelola keuangan.

Pembahasan kemudian diarahkan pada peran orang tua dalam menentukan prioritas pendidikan anak.

Menurut Krisno, biaya pendidikan yang tinggi tidak selalu menjadi jaminan kualitas pendidikan yang baik. Orang tua perlu mempertimbangkan nilai, karakter, serta tujuan pendidikan ketika memilih lingkungan belajar bagi anak.

Ia juga menegaskan bahwa tanggung jawab mendidik anak tidak sepenuhnya dapat diserahkan kepada sekolah.

Orang tua tetap memiliki peran utama dalam mendampingi pertumbuhan dan perkembangan anak, termasuk membangun kebiasaan serta memberikan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam konteks perkembangan teknologi, Krisno mengingatkan pentingnya pengawasan penggunaan gawai oleh anak.

Ia mendorong orang tua untuk memperhatikan konten yang dikonsumsi anak, lingkungan pergaulan, serta membatasi penggunaan perangkat digital sesuai kebutuhan dan tahap perkembangan.

Menurutnya, keterlibatan orang tua menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan pembentukan karakter anak.

Melalui materi tersebut, Krisno menegaskan bahwa keberhasilan keluarga tidak semata-mata dapat diukur melalui kepemilikan harta maupun prestasi akademik anak.

Hubungan yang harmonis, pendidikan karakter, dan tanggung jawab orang tua juga menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan keluarga.

Pembahasan ini sejalan dengan tema webinar DWP UPNVJ mengenai pembentukan keluarga tangguh di era digital.

Melalui kegiatan tersebut, UPNVJ turut menghadirkan ruang edukasi yang menghubungkan pengetahuan akademik dengan persoalan kehidupan sehari-hari, khususnya dalam pengelolaan keuangan, pendidikan anak, dan pemanfaatan teknologi secara bertanggung jawab.


 

Kerabat Kerja

---------------------------------

Penulis: Disa Prihantini | Penyelaras Bahasa: F. Noor

Berita Sebelumnya

Rektor UPNVJ Ingatkan Pentingnya Etika dan Keamanan Digital dalam Kehidupan Keluarga