HumasUPNVJ – Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) memperkuat pengembangan karakter dan motivasi berprestasi mahasiswa melalui program Prospektiv 2026. Salah satu materi yang disiapkan bertajuk Achievement Motivation, yang membahas tujuh pilar utama dalam membangun pola pikir, kebiasaan, dan sikap untuk mencapai prestasi secara berkelanjutan. Materi tersebut disampaikan oleh Pribadi Sutiono, S.S., M.A., Ph.D., dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UPNVJ, dalam proses produksi video Prospektiv 2026 di Studio Humas UPNVJ, Rabu (21/10/2026).
Dalam pemaparannya, Pribadi menjelaskan bahwa motivasi berprestasi tidak semata-mata diukur dari keberhasilan mengungguli orang lain, tetapi juga dari kemampuan individu menetapkan standar keunggulan dan meningkatkan kualitas diri. Menurutnya, prestasi merupakan hasil dari proses pembelajaran, konsistensi, serta keberanian menghadapi tantangan dan mengevaluasi pengalaman.
Pemahaman tersebut menjadi penting bagi mahasiswa yang menghadapi tuntutan akademik sekaligus perubahan dunia profesional. Kemampuan mengembangkan potensi diri, menetapkan tujuan, dan mempertahankan integritas diperlukan agar mahasiswa tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga memahami proses untuk mencapainya.
Untuk membangun motivasi berprestasi, Pribadi menguraikan tujuh pilar utama, yakni pola berpikir, pola bertindak, rasa percaya diri, orientasi masa depan, kemampuan mempelajari gejala, pembelajaran dari masa lalu, serta adab dan sopan santun. Ketujuh aspek tersebut saling berkaitan dalam membentuk karakter individu yang adaptif, bertanggung jawab, dan berorientasi pada perbaikan diri.
Pilar pertama, pola berpikir, menekankan pentingnya growth mindset atau pola pikir bertumbuh. Melalui pendekatan ini, mahasiswa didorong meyakini bahwa kemampuan bukan sesuatu yang bersifat tetap, melainkan dapat dikembangkan melalui usaha, strategi pembelajaran, dan keterbukaan terhadap masukan.
Pola berpikir tersebut perlu diikuti dengan pilar kedua, yakni pola bertindak. Pribadi menekankan pentingnya menetapkan target yang menantang tetapi realistis, mengambil inisiatif, menjaga disiplin, serta melakukan evaluasi secara berkala. Dengan demikian, motivasi tidak berhenti sebagai keinginan, tetapi diwujudkan melalui tindakan yang terarah dan dapat diukur perkembangannya.
Pilar ketiga adalah rasa percaya diri. Menurut Pribadi, keyakinan terhadap kemampuan diri dapat dibangun secara bertahap melalui pengalaman, persiapan, dan keberhasilan kecil yang dicapai secara konsisten. Kepercayaan diri juga membantu mahasiswa menghadapi tantangan tanpa harus menghindari kemungkinan kegagalan.
Selanjutnya, pilar keempat menekankan kemampuan melihat ke masa depan. Mahasiswa perlu memiliki visi yang jelas, menyusun target jangka pendek dan panjang, serta mengembangkan keterampilan yang relevan dengan perubahan lingkungan. Orientasi masa depan membantu individu mengambil keputusan yang selaras dengan tujuan pengembangan dirinya.
Sementara itu, pilar kelima dan keenam berkaitan dengan kemampuan mempelajari gejala serta mengambil pelajaran dari masa lalu. Kepekaan terhadap perubahan, kemampuan mengenali akar persoalan, dan sikap proaktif diperlukan untuk mengidentifikasi peluang maupun tantangan. Pengalaman keberhasilan dan kegagalan juga dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki strategi dalam mencapai tujuan berikutnya.
Pribadi turut menyoroti pilar ketujuh, yakni adab dan sopan santun, sebagai fondasi penting dalam membangun prestasi. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan akademik maupun profesional harus disertai sikap menghargai orang lain, kejujuran dalam berkompetisi, keterbukaan terhadap kritik, dan kerendahan hati.
“Motivasi berprestasi bukan hanya tentang keinginan untuk mencapai hasil yang lebih tinggi, tetapi juga tentang bagaimana kita membangun kebiasaan untuk terus berkembang. Kita perlu memiliki pola pikir yang terbuka, bertindak secara konsisten, berani mengevaluasi diri, dan belajar dari setiap pengalaman. Prestasi yang baik bukan sekadar hasil akhir, melainkan proses perbaikan diri yang dilakukan secara berkelanjutan dengan tetap menjunjung etika dan menghargai orang lain,” ujar Pribadi.
Melalui materi tersebut, mahasiswa diajak menerapkan pengembangan diri secara bertahap, dimulai dengan mengidentifikasi satu kemampuan yang perlu ditingkatkan, menetapkan langkah konkret, dan mengevaluasi hasilnya. Pendekatan ini diharapkan membantu peserta membangun kebiasaan positif yang dapat diterapkan dalam kegiatan akademik, organisasi, maupun kehidupan sehari-hari.
Penguatan motivasi berprestasi dalam Prospektiv 2026 juga menjadi bagian dari upaya UPNVJ mengintegrasikan pengembangan keterampilan nonteknis (soft skills) dengan pembentukan karakter mahasiswa. Selain kemampuan intelektual, mahasiswa perlu dibekali ketangguhan, kemandirian, kemampuan beradaptasi, dan tanggung jawab sosial agar siap menghadapi tantangan dunia kerja dan masyarakat.