HumasUPNVJ – Dhi'fan Razaqa, S.Kom., lulusan Program Studi Informatika Fakultas Ilmu Komputer (FIK) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ), mewakili wisudawan menyampaikan ucapan terima kasih dalam Wisuda Ke-77 UPNVJ Sesi II di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Sabtu (12/9/2026). Melalui refleksi perjalanan akademik dan pengembangan kompetensinya, Dhi'fan menyuarakan kesiapan lulusan bidang teknologi dan informatika untuk beradaptasi, berinovasi, serta menghadirkan solusi bagi masyarakat. Pesan tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa kesiapan memasuki dunia profesional dibangun melalui proses belajar, keberanian menghadapi kegagalan, dan kemauan untuk terus meningkatkan kapasitas diri.
Wisuda Ke-77 UPNVJ diikuti 1.943 lulusan dari tujuh fakultas dan berlangsung dalam dua sesi. Sesi II diikuti 916 lulusan, terdiri atas 177 lulusan Fakultas Teknik, 259 lulusan Fakultas Ilmu Komputer, 169 lulusan Fakultas Hukum, dan 311 lulusan Fakultas Ilmu Kesehatan.
Di hadapan para wisudawan dan keluarga, Dhi'fan mengenang awal perjalanannya sebagai mahasiswa Informatika UPNVJ. Ia mengaku sempat dibayangi kekhawatiran setelah gagal melalui jalur SNMPTN sebelum akhirnya diterima melalui UTBK-SBMPTN dan memulai pendidikan di bidang yang berkembang dengan sangat cepat.
Perjalanan tersebut tidak selalu ditunjang fasilitas ideal. Pada awal kuliah, Dhi'fan masih menggunakan laptop yang dibelikan orang tuanya ketika duduk di bangku SMP. Keterbatasan perangkat membuatnya harus menghadapi proses pemrograman yang lambat dan berbagai kendala teknis. Alih-alih berhenti, kondisi itu mendorongnya menyusun target pengembangan diri sejak semester pertama.
Ia menyelesaikan lebih dari 20 kursus daring pemrograman untuk memperluas kemampuan di bidang teknologi informasi. Pada semester berikutnya, Dhi'fan mencoba bergabung dengan Kelompok Studi Mahasiswa (KSM) Android yang kini bernama Veterantech sekaligus mengikuti sejumlah kompetisi pengembangan perangkat lunak. Hasil awal belum berpihak kepadanya. Ia tidak lolos seleksi KSM dan tiga kompetisi yang diikutinya gagal menembus babak final.
“Namun, beratnya kegagalan itu tidak menghentikan langkah saya untuk terus belajar,” ungkap Dhi'fan.
Kegigihan tersebut mulai membuahkan hasil pada semester tiga dan empat. Melalui gagasan aplikasi Wicara, yang berangkat dari pengalaman personal menghadapi ketakutan berbicara di depan umum, Dhi'fan bersama tim berhasil membawa nama UPNVJ ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) Ke-37 di Universitas Airlangga.
Perjalanannya kemudian berkembang ke berbagai ruang pembelajaran dan pengalaman profesional. Dhi'fan dipercaya menjadi pengurus KSM Android yang sebelumnya belum berhasil ia masuki, meraih prestasi dalam sejumlah kompetisi software development, serta memperoleh kesempatan magang di Telkomsel dan kumparan. Ia juga terpilih sebagai satu dari tiga penerima Beasiswa Bank Indonesia di fakultasnya.
Kesempatan lain datang melalui kompetisi inovasi nasional IndonesiaNext yang diselenggarakan Telkomsel. Dari sekitar 9.000 pendaftar, Dhi'fan berhasil menjadi runner-up dan memperoleh kesempatan mengikuti education trip ke Hong Kong. Kini, perjalanan pengembangan kompetensinya berlanjut melalui Apple Developer Academy.
Baginya, rangkaian kegagalan dan keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa kemampuan lulusan teknologi tidak terbentuk secara instan. Kesiapan menghadapi industri digital justru tumbuh melalui kebiasaan belajar, pengalaman berkompetisi, kolaborasi, serta keberanian mencoba kembali setelah mengalami kegagalan.
Dalam pesan terima kasihnya, Dhi'fan menyampaikan apresiasi kepada UPNVJ, UPA Pengembangan Karier dan Kewirausahaan, serta Fakultas Ilmu Komputer yang mendukung proses pengembangan dirinya. Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada Ati Zaidiah dan Radinal Setyadinsa yang mendampinginya dalam perjalanan akademik, termasuk pada masa PIMNAS hingga penyelesaian skripsi.
Ucapan terima kasih juga ia sampaikan kepada Bank Indonesia dan Telkomsel yang membuka akses terhadap beasiswa, kompetisi, serta pengalaman pengembangan diri. Namun, penghargaan paling personal ia tujukan kepada kedua orang tuanya.
“Terima kasih untuk laptop pertama saat SMP yang mengawali semua perjalanan panjang ini. Terima kasih untuk doa yang tak pernah putus hingga saya bisa memakai toga ini,” ujarnya.
Dhi'fan kemudian mengajak para lulusan untuk memandang gelar akademik bukan hanya sebagai penanda berakhirnya masa studi. Sebagai lulusan kampus Bela Negara, menurut dia, ilmu dan kompetensi yang diperoleh perlu diterjemahkan menjadi kontribusi nyata.
“Gelar yang kita sandang hari ini bukan sekadar tanda tamat belajar. Ini adalah sebuah amanah. Harapan saya untuk kita semua, mari bawa ilmu dan pengalaman yang kita dapatkan di sini untuk memberikan solusi yang nyata bagi masyarakat. Mari kita bantu menggerakkan inovasi dan ekonomi agar Indonesia bisa terus melangkah maju,” katanya.
Pesan tersebut sejalan dengan arah pengembangan lulusan UPNVJ yang mengusung semangat “Menjadi Lulusan yang Kompeten, Berkarakter Bela Negara, dan Berdampak bagi Bangsa.” Bagi lulusan FIK, kompetensi teknologi menjadi semakin strategis di tengah percepatan transformasi digital dan perkembangan kecerdasan artifisial.
Rektor UPNVJ Prof. Dr. Anter Venus, Drs., M.A. Comm. sebelumnya menegaskan bahwa perkembangan teknologi dan kecerdasan artifisial menuntut perguruan tinggi terus adaptif, inovatif, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan dunia industri. FIK UPNVJ, menurut Rektor, memiliki posisi penting dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul di bidang teknologi dan digital.
Perjalanan Dhi'fan menjadi salah satu cerminan arah tersebut. Dari keterbatasan perangkat, penolakan, serta kegagalan kompetisi hingga memperoleh pengalaman di tingkat nasional, internasional, dan industri teknologi, ia menutup masa studinya dengan pesan sederhana kepada sesama lulusan: terus belajar, tidak takut menghadapi kegagalan, dan me
nggunakan kompetensi untuk menciptakan dampak.
Bagi UPNVJ, keberhasilan seorang lulusan tidak berhenti ketika nama dipanggil dalam prosesi wisuda. Ukuran berikutnya adalah bagaimana ilmu, karakter Bela Negara, dan kompetensi yang dibangun selama di kampus mampu diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat serta mendukung kemajuan Indonesia di tengah perubahan teknologi yang semakin cepat.
Kerabat Kerja
---------------------------------
Penulis: Disa Prihantini | Penyelaras Bahasa: F. Noor