Menhan RI Beri Materi dalam Pelaksanaan PKKMB 2019 UPNVJ

pkkmb_maeri_(1).JPG

HumasUPNVJ - Dalam rangka menanamkan dan memperkuat cinta tanah air serta menciptakan generasi yang berkarakter bela negara UPN Veteran Jakarta (UPNVJ) mengundang Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Ryamizard Ryacudu sebagai narasumber utama dalam rangkaian kegiatan PKKMB 2019 yang dilaksanakan di Bumi Marinir Cilandak, Senin (12/08/19).

Dihadapan 2.957 mahasiswa baru dan Rektor UPNVpkkmb_maeri_(2).JPGJ beserta jajarannya Ryamizard Ryacudu membawakan materi yang bertema “Menjadi Mahasiswa Pembela Negara”. Dalam pemberian materi ini Menhan RI menekankan bahwa kita sebagai generasi penerus wajib memiliki solidaritas yang baik untuk menjaga keutuhan tanah air.

Kita sebagai penerus bangsa harus dapat mengambil peran dan berdiri di garda depan untuk menjaga keutuhan bangsa dan negara. Bangsa Indonesia dapat menjadi bangsa yang solid dengan cara mencintai perdamaian dan saling bahu membahu untuk saling menolong” Tegasnya.

Beliau juga menyampaikan materi mengenai Sentral Gravity, yaitu kekuatan bangsa yang terletak pada jiwa dan semangat bela negaranya karena hal ini yang menyatukan cara berpikir, bersikap, dan bertindak dalam menghadapi segala macam hal.

Tidak hanya Menhan RI, dalam pelaksanaan PKKMB di hari pertama ini juga turut hadir sebagai narasumber yaitu Direktur Kemahasiswaan Kemenristekdikti Prof. Didin Wahidin, M.Pd dan Dea Gendyna selaku Head of People Operations Style Theory SG.

pkkmb_maeri_(3).JPGDalam hal ini Prof. Didin Wahidin, M.Pd menyampaikan materi mengenai Organisasi Kemahasiswaan Sehat untuk Indonesia Sehat. Beliau menyampaikan potensi ekonomi di Indonesia akan meningkat dan untuk mencapai peningkatan tersebut diperlukan NKRI yang adil dan makmur yang didalamnya terdiri dari SDM, SDA, 4 pilar, posisi geopolitik, dan lain-lain. Beliau juga mengatakan bahwa persaingan yang begitu ketat dalam industri dunia global mencapai peringkat ke – 45.

 “Daya saing diajang persaingan dunia global mencapai peringkat ke-45 dari 148 negara, sedangkan daya saing inovasi Indonesia 2018 diperingkat ke-85 dari 126 negara” Ujarnya.

Dengan hal tersebut sangat penting kita generasi penerus menggali segala potensi yang ada didalam diri dan selalu mengikuti perkembangan teknologi agar kita mengetahui sudah sampai mana persaingan global saat ini.

Sebagai narasumber penutup Dea Gendyna juga menyampaikan “Semua hal tidak ada yang tidak mungkin terjadi. Saat memasuki dunia kerja, kita tidak akan bisa lagi yang namanya belajar. Kesempatan belajar yang paling besar adalah pada saat kuliah. Untuk mempersiapkan diri kita bersaing dan memenangkan persaingan untuk dapat bersaing dan mendapat penghasilan yang tinggi untuk seorang freshgraduate, kita harus memiliki Knowledge atau pengetahuan, dilihat dari Indeks Prestasi yang kamu raih, Skills atau kemampuan, dilihat dengan banyaknya pengalaman yang dilakukan, Behaviors atau perilaku, dilihat dari body language dan sikapnya saat wawancara. Maka dengan hal ini, rencanakan diri Anda di masa depan dengan baik dan perbanyak relasi” Tutupnya.

Back to top