Dukung Transformasi Profesionalisme Dosen dalam Implementasi Kampus Merdeka, UPNVJ Gelar Webinar Seminar Nasional

Screen_Shot_2021-02-04_at_13.04.48.png

HumasUPNVJ - Memiliki kompetensi hardskill maupun softskill yang sesuai kebutuhan sesuai dengan eranya merupakan hal yang ingin dicapai oleh seluruh perguruan tinggi. Dengan dicanangkannya Kurikulum Kampus Merdeka (KKM) oleh Kemendikbud RI memberikan tantangan baru bagi seluruh perguruan tinggi untuk dapat diimplementasikan sebaik-baiknya. Hal ini difokuskan guna menghasilkan lulusan yang kreatif dan dapat bersaing di dunia industri.

Atas dasar itu, masih dalam rangkaian Dies Natalis ke 58 , UPN Veteran Jakarta (UPNVJ) menggelar Webinar Seminar Nasional dengan tema “Transformasi Profesionalisme Dosen dalam Implementasi KKM (Kurikulum Kampus Merdeka) Menghasilkan Mahasiswa Berakhlak dan Memiliki Skill 4.0” yang diikuti 400 orang peserta dari perguruan tinggi seluruh Indonesia, pada Kamis, (04/02/21).

Webinar nasional ini UPNVJ menghadirkan 3 (tiga) narasumber yaitu Prof. Ir. Zainal A. Hasibuan, MLS., Ph.D Ketua Umum Asosiasi Pendidikan Tinggi Informasi dan Komputer (APTIKOM), Prof. Drs. T. Basaruddin, m.Sc., Ph.D Direktur Dewan Eksekutif BAN-PT dan Dr. Alim Setyawan Slamet, S.TP., M.Si Dosen Prodi Ilmu Manajemen IPB.

Dalam hal ini, Rektor UPNVJ Erna Hernawati juga menyampaikan bahwa webinar ini merupakan penutup rangkaian Dies Natalis ke 58 UPNVJ. Beliau berharap webinar kali ini dapat menggugah dan membangun para dosen untuk bertanggung jawab terhadap tujuan sebagai dosen.

Screen_Shot_2021-02-04_at_09.56.44.png

Dosen berperan penting dalam kesuksesan anak didik, memberikan kontribusi agar mahasiswa mampu menjadi lulusan yang memiliki daya saing. Mengantarkan mahasiswa yang sesuai dengan era apapun” ujar rektor.

Beliau juga menambahkan dengan perubahan era yang cepat dosen memiliki keharusan untuk melakukan penyesuaian dalam menjalankan tugas dalam mendidik mahasiswa. Tidak hanya menghasilkan mahasiswa yang memiliki kompetensi tetapi mahasiswa yang memiliki karakter dan berakhlak juga diperlukan.

Sebagai narasumber utama, Prof. Basaruddin menekankan bahwa KKM adalah cara yang luar biasa untuk para mahasiwa bisa memiliki kompetensi, keahlian.

Desain kurikulum Merdeka Belajar (MB) dan implementasinya dimana stakeholder mana saja yang relevan untuk Kerjasama dalam pengembangan kompetensi mahasiswa.

Perubahan signifikan pada dosen dalam penerapan kebijakan KMMB , perubahan tersebut membutuhkan dukungan sistem di perguruan tinggi dan kementerian.

Selain itu, Prof. Zainal juga menjelaskan mengenai pemicu era digital dan era disruptif, tuntutan perubahan, merdeka belajar dan kampus merdeka, dinamika kampus mesikapi perubahan dan proses belajar mengajar dan kompetensi abad ke -21.

“Abad -21 ditandai dengan era digital yang mengakibatkan disruptif diberbagai aspek kehidupan. Kampus merupakan garda terdepan untuk menghasilkan SDM unggul yang kompetitif” ujar Prof. Zainal.

Teknologi revolusi industri 4.0 harus diintegrasikan dalam tridarma perguruan tinggi. Dosen adalah penggerak dan penentu berhasil atau tidaknya transformasi digital yang berdaya guna. Impementasikan Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka dalam kegiatan tridarma perguruan tinggi karena tujuannya proses belajar mengajar harus lebih bervariasi dan fleksibel dan lebih kreatif sesuai dengan kebutuhan.

Dr. Alim juga menyampaikan mengenai peran dosen penggerak dalam implementasi MBKM dan pencapaian IKU perguruan tinggi kampus merdeka.

Terdapat gelombang disrupsi revolusi industri 4.0 yaitu disrupsi milenial, disrupsi teknologi dan disrupsi kompetensi.

Peran Pendidikan tinggi, dosen dan mahasiswa bercirikan Future Prctice, Growth Mindset, Agile Learner and Strong Charavter.

Terdapat 8 (delapan) kegaiatan Kampus Merdeka yang bisa dilakukan yaitu pertukaran mahasiswa, magang, mengajar di sekolah, penelitian, membangun desa, studi atau proyek mandiri, kewirausahaan mahasiswa dan proyek kemanusiaan.

Indikator Kinerja Utama IKU akan menjadi landasan transformasi Pendidikan tinggi dengan keuntungan lulusan mendapat pekerjaan yang layak, mahasiswa mendapat pengalaman diluar kampus, dosen berkegiatan di luar kampus, praktisi mengajar di dalam lampus, hasil kerja dosen digunakan oleh masyarakat atau mendapat rekognisi internasional, program studi bekerjasama dengan mitra kelas dunia, kelas yang kolaboratif dan pasrtisipatif serta program studi berstandar internasional.

Dr. Alim juga menginformasikan fungsi dosen pembimbing penggerak yang sudah ada di IPB yaitu membantu mahasiswa merancang portfolio sejak masuk hingga lulus, memberikan pertimbangan yang berkaitan dengan menu pembelajaran sesuai skala priotitas juga minat, membantu mahasiswa menyalurkan minat dan berkarya untuk meningkatkan kemampuan akademiknya dan membantuk mahasiswa menggunakan kemerdekaan belajarnya dengan memahami LO sesuai dengan program studi.

Dengan penjelasan para ahli dalam Webinar ini diharapkan implementasi Kampus Merdekaa dan Merdeka belajar dapat sesuati target yang diharapkan perguruan tinggi maupun Kemendikbud.

Bagi para peserta lain yang belum sempat mengikuti Webinar nasional ini, dapat menyaksikan dilaman Youtube UPNVJ dengan link https://www.youtube.com/watch?v=74PV5LnsloI

Screen_Shot_2021-02-04_at_10.52.51.png

 

 

Berita Sebelumnya

Webinar Series on Citizenship and Human Rights Freedom of Expression: Protection or Restriction, or Both? (Comparing Indonesia and Japan)

Berita Selanjutnya

Rima Adriyani: "Pandemi Bukan Penghalang Saya Untuk Berprestasi"