Webinar Series on Citizenship and Human Rights Freedom of Expression: Protection or Restriction, or Both? (Comparing Indonesia and Japan)

HumasUPNVJ - Pada Hari Rabu 3 Februari 2021, Centre for Citizenship and Human Rights Studies (CCHRS) melaksanakan Webinar Series on Citizenship and Human Rights dengan Tema “Freedom of Expression: Protection or Restriction, or Both?”. Tema yang diusung dalam kegiatan ini yaitu mengomparasi Indonesia dengan negara-negara dibelahan dunia, dan dalam series ini CCHRS membahas Indonesia dan Jepang. CCHRS yang dipimpin oleh Dr. Sri Lestari Wahyuningroem merupakan sebuah pusat kajian dibawah naungan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UPN Veteran Jakarta.

Screen_Shot_2021-02-03_at_6.12.30_PM.png

Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui Zoom Meeting yang dihadiri oleh 80 (delapan puluh) orang peserta dari Asia Tenggara, Asia Timur, dan Eropa, yang terdiri dari Dosen, Mahasiswa dan Masyarakat umum, dan dengan Narasumber Prof Akihisa Matsuno dari Osaka University. Prof Akihisa memiliki spesialisasi dalam bidang studi konflik dengan fokus pada pemerintahan demokratis dan Hak Asasi Manusia, dan telah memiliki banyak tulisan tentang konflik di Timor Timur dan Indonesia. Kini, Prof Akihisa memiliki minat baru dengan meluaskan kajiannya ke daerah lain di Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Afrika.

Acara ini dibuka oleh Wakil Dekan III FISIP UPN Veteran Jakarta, Dr. Asep Kamaluddin. Dalam sambutannya beliau sekaligus meluncurkan dengan resmi Pusat Studi Kewarganegaraan dan Hak Asasi Manusia FISIP UPN Veteran Jakarta. Sebagai moderator dalam kegiatan, Dr Sri Lestari Wahyuningroem menjelaskan secara singkat tentang pusat kajian ini didirikan dilatar belakangi untuk memperkaya wacana dan kajian kewarganegaraan dan Hak Asasi Manusia yang dilihat secara luas/ global dan tidak hanya dalam konteks Indonesia saja. keberadaan pusat kajian ini tidak lain untuk pengembangan dalam penelitian, dan kapasitas tentang isu-isu terkini.

Prof Akihisa memberikan penjelasan dalam webinar dengan membagi ceramahnya dalam tiga bagian, yaitu membahas tentang fenomena yang penting dalam perdebatan kebebasan berekspresi. Kedua, tentang prinsip-prinsip umum kebebasan berekspresi, dan ketiga menyampaikan rangkuman dalam penyampaian materi tersebut.

Dalam pendekatan filosofi politik yang disampaikan oleh Prof Akihisa, bahwa kebebasan berekspresi sebagai tatanan atau institusi politik, yang lebih kepada filosofi praktis dan dengan semangat pragmatismelah yang memandu pemikiran Prof Akihisa dalam membahas kebebasan berekspresi. Berdasarkan fenomena yang disampaikan oleh Profesor International Politics di The Osaka School of International Public Policy ini, dalam ceramahnya beliau membahas tentang kebebasan berekspresi (kebebasan untuk dilindungi dan dibatasi), serta pentingnya toleransi.

WhatsApp_Image_2021-02-03_at_21.03.23.jpeg

 

Berikut Informasi tayangan Webinar Series on Citizenship and Human Rights Freedom of Expression: Protection or Restriction, or Both? (Comparing Indonesia and Japan) : https://youtu.be/lC9d61Jx50Q

 

Berita Sebelumnya

Rektor UPNVJ Lantik Pengurus MPM, BEM Universitas dan UKM Tahun 2021

Berita Selanjutnya

Dukung Transformasi Profesionalisme Dosen dalam Implementasi Kampus Merdeka, UPNVJ Gelar Webinar Seminar Nasional