Rektor UPNVJ Paparkan Konsep IIBN di Forum BKS-PTN Barat

HumasUPNVJ— INDEKS IMPLEMENTASI BELA NEGARA (IIBN) PERGURUAN TINGGI  adalah indikator untuk mengukur dan memetakan penerapan nilai-nilai bela negara di Perguruan Tinggi berdasarkan lima dimensi (nilai-nilai) Bela Negara yang meliputi :

1.    Cinta Tanah Air
2.    Kesadaran Berbangsa dan Bernegara
3.    Setia pada Pancasila sebagai Ideologi Negara
4.    Rela Berkorban untuk Bangsa dan Negara
5. Memiliki Kemampuan Awal Bela Negara    
Tujuan utama IIBN Perguruan Tinggi mencakup aspek kegiatan dalam pembelaan negara secara nir-militer di perguruang tinggi, yaitu :
1.     Memetakan keadaan sejauh mana nilai-nilai Bela Negara diimplementasikan dalam lingkungan kampus
2.    Mendorong organisasi mahasiswa untuk memahami konsep Bela Negara Nir-militer dan menjadikannya wadah agar Bela Negara sebagai isu sentral dalam membentuk karakter masyarakat kampus
3.    Memfasilitasi kampus untuk mengembangkan dan menanamkan nilai-nilai Bela Negara dan patriotisme di lingkungan kampus. 
4.    Menjadi instrumen penting untuk  membangun dan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa

Rektor Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) Prof. Dr. Anter Venus, MA, Comm memaparkan konsep Indeks Implementasi Bela Negara (IIBN) dalam forum perguruan tinggi negeri BKS-PTN Wilayah Barat pada rangkaian Rapat Tahunan (RATA) XLVI yang digelar di Kampus Universitas Palangka Raya (UPR) Tunjung Nyaho, 12–14 Februari 2026. Forum tahunan ini mempertemukan pimpinan PTN untuk mengevaluasi kinerja serta menyepakati arah program kolaborasi lintas kampus. 

Paparan tersebut menegaskan posisi UPNVJ sebagai Kampus Bela Negara yang tidak berhenti pada slogan, melainkan mendorong pengukuran yang lebih terstruktur dan dapat dibandingkan antarkampus. 

"Melalui IIBN, UPNVJ menawarkan instrumen ukur yang berfokus pada penerapan nyata nilai bela negara di lingkungan perguruan tinggi, sekaligus memperkuat daya tahan bangsa menghadapi ancaman nirmiliter di era digital", jelas Prof. Anter Venus dalam paparannya

IIBN sebelumnya diluncurkan UPNVJ pada Simposium Nasional 2025 dan dirancang sebagai alat ukur yang memotret implementasi nilai bela negara di sivitas akademika. 

Berbeda dari indeks sejenis yang lebih bersifat konseptual, IIBN menekankan evaluasi melalui delapan indeks utama yang disusun secara multidisiplin—melibatkan bidang pendidikan, politik, pemerintahan, hukum, teknologi informasi, hingga lingkungan—agar kampus dapat dinilai dari aspek komitmen, kebijakan, hingga praktiknya.

Prof. Anter Venus menambahkan bahwa UPNVJ memandang bela negara nirmiliter tidak bertumpu pada pertahanan fisik, melainkan pada penguatan nalar, adab, literasi, karakter, dan daya kritis untuk menghadapi ancaman nonkonvensional seperti disinformasi, intoleransi, dan serangan siber.

Pengembangan IIBN juga disiapkan agar dapat digunakan luas. LPPM UPNVJ melalui tim peneliti lintas fakultas melakukan penyusunan instrumen dan menghadirkan masukan dari ahli statistik, termasuk tim dari BPS, untuk memastikan indikator relevan dan memungkinkan implementasi oleh banyak kalangan.  "Dengan fondasi ini, diskusi di forum BKS-PTN Barat diarahkan pada peluang kolaborasi—baik penguatan metodologi, berbagi praktik baik, maupun penguatan ekosistem program lintas kampus", pungkasnya

Prof. Anter Venus juga menegaskan bahwa arah penguatan IIBN bukan untuk kepentingan internal kampus semata. Namun, IIBN akan diterapkan secara nasional mulai 2026, sejalan dengan komitmen UPNVJ menjadi rujukan pendidikan karakter bela negara di era digital. Artinya, paparan Rektor UPNVJ di forum BKS-PTN Barat menjadi langkah strategis untuk memperluas dukungan dan mempercepat kesiapan implementasi lintas perguruan tinggi.

Di sisi lain, langkah UPNVJ memperkuat jejaring kelembagaan juga tampak melalui koordinasi dengan pemangku kebijakan negara. Pada 11 Februari 2026 lalu, Rektor UPNVJ berdiskusi dengan Kepala Badan Cadangan Nasional (Kabacadnas) Kementerian Pertahanan RI untuk memperkuat koordinasi pengembangan bela negara nirmiliter di perguruan tinggi, sekaligus menegaskan IIBN sebagai instrumen pemetaan semangat bela negara di lingkungan kampus. 

Menutup paparannya, Prof. Anter Venus menegaskan komitmen UPNVJ untuk menjadikan bela negara sebagai energi transformasi kampus—terintegrasi pada kurikulum, riset, inovasi, dan pengabdian—serta berorientasi pada manfaat publik. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar penguatan karakter kebangsaan berbasis ilmu pengetahuan dapat menjadi fondasi daya saing bangsa. 

 


Kerabat Kerja
---------------------------------
Penulis: Disa Prihantini | Penyelaras Bahasa: F. Noor

Berita Sebelumnya

Booth UPNVJ Ramai di IIETE 2026, Prodi Kajian Film hingga Sains Informasi Jadi Incaran