HumasUPNVJ - Dosen Program Studi Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ), Dian Luthfiana Sufyan, kembali ke Indonesia setelah mengikuti SDG Alumni Project 2026 di Jerman. Dalam program peningkatan kapasitas bagi alumni beasiswa Deutscher Akademischer Austauschdienst (DAAD) tersebut, Dian menyerap berbagai praktik pengembangan rantai nilai pangan organik yang dinilai relevan untuk diterapkan di Indonesia.
Kegiatan bertema Sustainable International Agricultural Value Chains itu berlangsung pada 7–19 Januari 2026 dan diselenggarakan oleh Universität Kassel. Program ini mempertemukan alumni DAAD dari negara-negara Global South, meliputi Asia Tenggara, Asia Selatan, Amerika Selatan, dan Afrika, dengan latar belakang keilmuan yang beragam.
“Saya terpilih setelah melalui seleksi oleh host university sebagai satu-satunya peserta dari Indonesia yang mewakili UPNVJ,” ujar Dian saat diwawancarai tim humas di Jakarta. Saat ini, Dian tengah menempuh studi doktoral (PhD) di Human Nutrition Department, University of Glasgow, Inggris. Risetnya berfokus pada regulasi konsumsi energi, perilaku jajanan balita, serta kaitannya dengan stunting.
Selama dua pekan kegiatan dipusatkan di Witzenhausen, kampus pertanian organik Universität Kassel. Peserta mengikuti seminar, lokakarya, serta kunjungan lapangan terkait sistem pangan berkelanjutan, pemasaran produk organik, dan penguatan rantai nilai (value chains).
Dalam salah satu sesi, Dian mempresentasikan proyek urban farming berbasis hidroponik yang telah ia rintis sejak 2017. Proyek tersebut bertujuan meningkatkan konsumsi sayuran di tingkat rumah tangga perkotaan. Selain itu, peserta juga mengunjungi koperasi susu organik Upländer Bauern Molkerei serta distributor produk organik Naturkost Elkershausen.
Dian menilai pengalaman tersebut menunjukkan bahwa sistem pangan global ke depan harus dibangun secara berkelanjutan. Di Jerman, produk organik telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. “Label ‘bio’ tidak lagi sekadar pilihan, tetapi sudah menjadi kebutuhan,” ujarnya.
Ia menambahkan, tantangan utama pengembangan pangan organik di Indonesia meliputi harga produk yang relatif tinggi, rendahnya kesadaran konsumen, serta mahalnya biaya produksi dan sertifikasi. Meski demikian, para peserta dari Asia Tenggara sepakat terdapat tiga langkah kunci yang perlu diperkuat, yakni pemberian insentif bagi petani organik, peningkatan edukasi konsumen, serta penguatan rantai nilai, infrastruktur, dan sistem sertifikasi.
Menurut Dian, pembahasan dalam program ini juga berkaitan erat dengan isu stunting yang menjadi fokus riset doktoralnya. “Kerawanan pangan—baik dari sisi ketersediaan, keterjangkauan, pemanfaatan, maupun kestabilan—merupakan salah satu penyebab tidak langsung stunting. Karena itu, kebijakan pangan dan lingkungan memiliki dampak yang sangat besar,” katanya.
Bagi UPNVJ, yang mengusung identitas sebagai Kampus Bela Negara, keikutsertaan dalam program internasional ini dinilai memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), pengembangan jejaring global, serta integrasi isu keberlanjutan dalam tridharma perguruan tinggi. Dian berharap pengalaman tersebut dapat menjadi inspirasi bagi sivitas akademika dan para pemangku kepentingan di Indonesia untuk bersama-sama membangun sistem pangan yang lebih sehat, berkelanjutan, dan berkeadilan.
Kerabat Kerja
---------------------------------
Penulis: Disa Prihantini | Penyelaras Bahasa: F. Noor | Foto : Dian Luthfiana Sufyan