Pendekatan Humanis dan Profesional Tim Kesehatan Warnai Pelaksanaan UTBK Hingga Hari ke-10 di UPNVJ

ac46eea8-7401-4e94-9b49-6c3ef909b228.jpeg

HumasUPNVJ - Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di UPN Veteran Jakarta (UPNVJ) Kampus Limo, Depok, menghadirkan pendekatan layanan kesehatan yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga humanis. Kehadiran tim kesehatan dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga fokus dan performa peserta di tengah tekanan ujian yang tinggi.

Dalam wawancara yang berlangsung pada Kamis (30/4), dr. Riri Oktavani Banjarnahor menyampaikan bahwa keberadaan tenaga medis di lokasi UTBK merupakan bentuk dukungan nyata agar peserta dapat menjalani ujian tanpa dibebani kekhawatiran terhadap kondisi kesehatannya.

Menurutnya, rasa aman yang diberikan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga psikologis. Dengan adanya tenaga medis yang siaga, peserta memiliki keyakinan bahwa setiap kondisi darurat dapat ditangani secara cepat dan tepat, sehingga meningkatkan ketenangan dan kepercayaan diri saat mengerjakan soal.
“Di tengah kompetisi yang ketat, ketenangan menjadi kunci. Kehadiran kami membantu menciptakan kondisi itu agar peserta bisa fokus sepenuhnya pada ujian,” ujarnya.

Lebih lanjut, dr. Riri menegaskan bahwa layanan kesehatan dalam UTBK juga merupakan bagian dari implementasi nilai Bela Negara. Ia memaknai peran tenaga medis sebagai kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
“Memberikan pelayanan kesehatan yang optimal berarti ikut memastikan generasi muda dapat berjuang secara maksimal meraih pendidikan. Ini bukan sekadar tugas medis, tetapi juga bentuk tanggung jawab terhadap masa depan bangsa,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, tim kesehatan kerap menghadapi berbagai kondisi peserta, mulai dari sesak napas akibat asma hingga gangguan pencernaan seperti nyeri ulu hati. Penanganan yang dilakukan umumnya bersifat sederhana, seperti pemberian oksigen, istirahat singkat, atau terapi simptomatik, namun memiliki dampak signifikan terhadap kelanjutan ujian peserta.
“Tindakan yang terlihat kecil sering kali menjadi penentu apakah peserta bisa melanjutkan ujian atau tidak. Di situlah kami melihat bahwa peran kami, sekecil apa pun, dapat berdampak besar,” tambahnya.

Untuk menjaga keseimbangan antara aturan ketat UTBK dan kebutuhan peserta, tim kesehatan mengedepankan komunikasi yang baik serta profesionalisme dalam bekerja. Pendekatan empati dan sikap suportif menjadi kunci dalam memberikan layanan tanpa mengganggu jalannya ujian.
“Kami tetap menghormati aturan yang berlaku, namun pelayanan diberikan dengan pendekatan yang tenang, ramah, dan humanis agar peserta merasa dipahami,” tutupnya.

Melalui pendekatan tersebut, pelaksanaan UTBK di UPNVJ tidak hanya menjunjung tinggi kredibilitas ujian, tetapi juga memastikan setiap peserta mendapatkan dukungan yang layak untuk berjuang secara optimal.

Kerabat Kerja

---------------------------------

Penulis: Anisa Triselia | Penyelaras Bahasa: F. Noor

Berita Sebelumnya

Semangat dan Harapan: Kisah Persahabatan Zahra dan Khansa di UTBK SNBT 2026 UPNVJ

Berita Selanjutnya

Tim Kesehatan UTBK UPNVJ: Menjaga Kesehatan Peserta dan Dukung Prinsip Bela Negara