Tim PKM-VGK FK UPNVJ Lolos Pendanaan Nasional, Usung Inovasi Digital untuk Dukung Eliminasi TBC Anak 2030

HumasUPNVJ – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (FK UPNVJ). Tim Program Kreativitas Mahasiswa Video Gagasan Konstruktif (PKM-VGK) FK UPNVJ berhasil lolos pendanaan nasional PKM tahun 2026 melalui gagasan inovatif bertajuk “Optimalisasi Kepatuhan Pengobatan Tuberkulosis pada Anak melalui Aplikasi Digital untuk Mendukung Eliminasi Tuberkulosis Indonesia 2030.”

Tim tersebut diketuai oleh Annisa Nurjannah, dengan anggota Octira Mulia Zahra, Kayla Annisa Ramadhani, dan Muhammad Rafirajna Pramakrisna. Dalam pelaksanaannya, tim dibimbing oleh Dr. Ratna Puspita, S.Si., M.Si., dosen Biokimia FK UPNVJ.

Melalui proposal tersebut, tim PKM-VGK FK UPNVJ mengangkat persoalan rendahnya kepatuhan pengobatan pada pasien tuberkulosis (TBC) anak. Durasi terapi yang panjang, yakni sekitar 6 hingga 9 bulan, kerap menjadi tantangan bagi anak maupun orang tua. Kondisi ini berpotensi menyebabkan putus obat dan meningkatkan risiko resistensi obat TBC.

Sebagai solusi, tim mahasiswa FK UPNVJ merancang aplikasi digital interaktif yang ramah anak. Aplikasi ini menghadirkan sejumlah fitur, seperti pengingat minum obat otomatis, edukasi kesehatan berbasis gim atau gamification, serta sistem pemantauan real-time yang terintegrasi dengan fasilitas kesehatan dan kader puskesmas.

Ketua tim, Annisa Nurjannah, menyampaikan bahwa inovasi tersebut hadir sebagai upaya menciptakan pendekatan pengobatan TBC yang lebih menyenangkan, edukatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Kami ingin mengubah stigma bahwa pengobatan TBC pada anak identik dengan proses yang berat dan membosankan. Melalui pendekatan digital yang interaktif, kami berharap anak-anak dapat lebih termotivasi menjalani pengobatan secara disiplin hingga tuntas,” ujar Annisa.

Sementara itu, salah satu anggota tim, Kayla Annisa Ramadhani, menegaskan bahwa gagasan ini juga menjadi bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung target pemerintah menuju eliminasi TBC Indonesia tahun 2030.

“Kami percaya inovasi kesehatan tidak harus selalu dimulai dari teknologi yang rumit. Pendekatan sederhana namun dekat dengan keseharian anak dan orang tua justru dapat memberikan dampak besar terhadap keberhasilan terapi TBC,” ungkap Kayla.

Dosen pendamping tim, Dr. Ratna Puspita, S.Si., M.Si., turut mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini menunjukkan bahwa mahasiswa FK UPNVJ mampu menghadirkan solusi inovatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta perkembangan dunia kesehatan digital.

“Pencapaian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa FK UPNVJ tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial serta kemampuan berpikir kritis dalam menjawab tantangan kesehatan masyarakat. Gagasan ini sangat relevan dengan upaya pemerintah dalam mewujudkan Indonesia Bebas TBC 2030,” jelas Dr. Ratna.

Dengan diperolehnya pendanaan nasional ini, tim PKM-VGK FK UPNVJ akan melanjutkan tahapan produksi video gagasan konstruktif. Video tersebut akan dikemas dengan konsep sinematografi dan narasi edukatif yang kuat, serta dipresentasikan pada tingkat nasional sebagai media advokasi inovasi kesehatan berbasis digital.

Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa UPNVJ lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan kesehatan masyarakat Indonesia.

Kerabat Kerja

---------------------------------

Penulis: Anisa Triselia | Penyelaras Bahasa: F. Noor

Berita Sebelumnya

Mahasiswa Kedokteran FK UPNVJ Tembus ONMIPA-PT 2026 Tingkat Nasional

Berita Selanjutnya

Rektor UPNVJ Perkuat Silaturahmi Sivitas Akademika melalui Makan Bersama Iduladha