Teater Hijau Lima Satu UPNVJ Borong Empat Penghargaan Festival Teater Kampus Jakarta 2026

 

HumasUPNVJ — Teater Hijau Lima Satu (THLS) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) menorehkan prestasi pada Festival Teater Kampus Jakarta (FTKJ) 2026 dengan meraih empat penghargaan, termasuk Grup Terbaik I. Penghargaan tersebut diumumkan dalam Malam Anugerah FTKJ 2026 di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (26/8/2026). Selain menjadi Grup Terbaik I, THLS juga meraih Penata Rias Terbaik, Penata Suara Terbaik, dan Sutradara Terbaik, sekaligus memperkuat kiprah mahasiswa UPNVJ dalam bidang seni dan budaya.

THLS juga masuk dalam nominasi Manajemen Produksi Terbaik dan Aktris Terbaik melalui penampilan Athasya Naila Insyra. Capaian tersebut menunjukkan kekuatan tim tidak hanya pada penampilan di atas panggung, tetapi juga pada penyutradaraan, tata artistik, tata suara, serta pengelolaan produksi pertunjukan.

Salah satu anggota THLS, Kaitsar Muhammad Hizkyl, mahasiswa Program Studi Sarjana Ilmu Komunikasi UPNVJ, mengatakan FTKJ merupakan salah satu ajang penting bagi kelompok teater perguruan tinggi di Jakarta. Kompetisi tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menguji kualitas karya sekaligus bertukar pengalaman dengan kelompok teater kampus lainnya.

“FTKJ 2026 merupakan ajang festival teater yang bergengsi untuk kalangan kampus di Jakarta. Sebuah penghargaan besar jika Teater Hijau bisa meraih kemenangan di ajang ini,” ujar Kaitsar.

Menurut Kaitsar, proses awal FTKJ 2026 melibatkan 21 perguruan tinggi sebelum melalui tahapan seleksi. Rangkaian festival kemudian menghadirkan 15 kelompok sebagai finalis yang mementaskan karya masing-masing. Jumlah anggota setiap kelompok berbeda sehingga secara keseluruhan festival melibatkan ratusan mahasiswa dalam proses kreatif maupun produksi. Informasi mengenai 15 finalis tersebut juga tercatat dalam publikasi peserta FTKJ 2026.

Dalam kompetisi tersebut, THLS melibatkan sekitar 30 orang yang bekerja dalam berbagai bidang, mulai dari aktor, sutradara, tim artistik, tata rias, tata suara hingga manajemen produksi. Pementasan THLS berlangsung pada 18 Agustus 2026 di Auditorium Bhinneka Tunggal Ika UPNVJ.

Keikutsertaan dalam FTKJ 2026 membutuhkan proses persiapan panjang. Selain menjalani latihan secara intensif, para anggota harus membagi waktu dengan aktivitas perkuliahan. Kebutuhan produksi seperti pembangunan properti, pengembangan konsep panggung, penguatan karakter pemain, tata artistik, hingga publikasi juga dikerjakan secara bersama-sama.

“Persiapannya pasti sangat berat, mengingat Teater Hijau mempunyai target kemenangan di festival ini. Butuh waktu, tenaga, dan materi yang banyak untuk dikeluarkan dari setiap individu, namun tetap tidak mengorbankan perkuliahan,” kata Kaitsar.

Menurut dia, tantangan terbesar selama proses persiapan adalah menjaga konsistensi seluruh anggota agar dapat memberikan kemampuan terbaik di tengah berbagai tuntutan akademik. Para aktor harus mempersiapkan fisik dan mental, sedangkan sutradara bersama tim artistik mengembangkan konsep pertunjukan agar dapat diterjemahkan secara utuh di atas panggung.

Pada saat bersamaan, tim produksi bertanggung jawab terhadap berbagai kebutuhan teknis dan manajerial, termasuk pembangunan properti, kebutuhan panggung, serta upaya menjangkau penonton. Seluruh elemen tersebut harus bergerak sebagai satu kesatuan agar pertunjukan dapat berjalan sesuai konsep yang telah dirancang.

Kaitsar menilai keberhasilan meraih empat penghargaan menjadi hasil dari kedisiplinan dan kolaborasi seluruh anggota selama menjalani proses tersebut.

“Alhamdulillah, segala jerih payah individu terbayarkan dengan kemenangan total pada malam anugerah FTKJ 2026. Kita juga pastinya menyeimbangkan antara bersenang-senang, belajar, dan keseriusan dalam menjalani latihan,” ungkapnya.

Meski meraih Grup Terbaik I, THLS tidak ingin menjadikan kemenangan sebagai tujuan akhir. Prestasi tersebut justru diharapkan menjadi titik awal untuk memperluas pengetahuan, meningkatkan kualitas produksi, serta memperkuat proses regenerasi di lingkungan Teater Hijau Lima Satu.

“Dari kemenangan di FTKJ 2026, saya berharap Teater Hijau serta para individunya bisa tetap merendah dan ingin terus belajar dalam berteater. Memperluas ilmu dan tidak berhenti sampai di sini saja,” tutur Kaitsar.

Ia berharap THLS dapat mempertahankan konsistensi dalam menghasilkan karya, baik melalui pementasan, festival maupun berbagai ruang pembelajaran seni lainnya.

“Bukan untuk kemenangan saja, melainkan bisa menjadi contoh atau bahkan panutan teater lainnya, bagaimana Teater Hijau bisa menjadi teater yang hebat secara konsisten,” ujarnya.

Teater Hijau Lima Satu merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) bidang seni di UPNVJ. Berdasarkan laman resmi universitas, THLS berdiri pada 22 Januari 1994 dan menjadi wadah pembinaan mahasiswa yang memiliki minat serta kepedulian terhadap seni dan budaya, khususnya teater. Organisasi tersebut mengembangkan aktivitas dan kreativitas mahasiswa dengan menempatkan proses berteater sebagai bagian dari pembentukan pribadi yang kritis dan bertanggung jawab.

Prestasi THLS pada FTKJ 2026 memperkuat upaya UPNVJ dalam memberikan ruang pengembangan mahasiswa tidak hanya melalui kegiatan akademik, tetapi juga organisasi, seni, budaya, kreativitas, kepemimpinan, dan kolaborasi. Kegiatan kemahasiswaan menjadi bagian penting dalam membentuk pengalaman serta keterampilan mahasiswa di luar ruang perkuliahan.

Di bawah kepemimpinan Rektor UPNVJ Prof. Dr. Anter Venus, MA, Comm, universitas terus mendorong organisasi dan unit kegiatan mahasiswa menjadi ruang yang produktif untuk mengembangkan potensi mahasiswa sekaligus membawa nama UPNVJ melalui prestasi di tingkat regional, nasional, maupun internasional. Capaian THLS sebagai Grup Terbaik I FTKJ 2026 menjadi salah satu wujud berkembangnya potensi tersebut melalui bidang seni pertunjukan.

Berita Sebelumnya

Rektor Apresiasi Kinerja FH UPNVJ, Penerbitan Buku Bela Negara Warnai Puncak Dies Natalis ke-26