Dari Pencak Silat hingga Karya Mahardika, Wahid Oktovian: Terima Kasih UPNVJ Telah Menjadi Tempat Saya Bertumbuh

HumasUPNVJ – Suasana Wisuda ke-77 Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Sabtu (12/9/2026), menjadi momentum penuh makna bagi Wahid Oktovian. Lulusan Program Studi S1 Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UPNVJ itu dipercaya mewakili para wisudawan untuk menyampaikan pesan dan ucapan terima kasih. Pada hari yang sama, Wahid juga menjadi salah satu penerima penghargaan Karya Mahardika atas prestasinya di bidang pencak silat selama menempuh pendidikan di UPNVJ.

Di hadapan sivitas akademika, orang tua, keluarga, serta para lulusan, Wahid mengajak rekan-rekannya memaknai wisuda bukan sekadar perayaan atas selesainya masa studi. Menurutnya, toga yang dikenakan para lulusan juga menjadi simbol dari berbagai perjuangan yang tidak selalu terlihat oleh orang lain.

“Hari ini, kita tidak hanya sedang merayakan kelulusan. Kita sedang merayakan perjuangan. Perjuangan yang mungkin tidak pernah terlihat oleh orang lain,” ujar Wahid.

Ia menyebut setiap wisudawan memiliki perjalanan berbeda. Ada yang menjalani perkuliahan sambil bekerja, merantau jauh dari keluarga, aktif dalam organisasi, mengejar prestasi, hingga menghadapi persoalan pribadi tanpa banyak diketahui orang lain.

Bagi Wahid, perjuangan tersebut sama berharganya dengan capaian yang ditandai medali atau piala. Ia menekankan bahwa keberhasilan bertahan dan menyelesaikan pendidikan juga merupakan sebuah prestasi.

“Prestasi tidak selalu berbentuk medali, tidak selalu berbentuk piala, dan tidak selalu berdiri di atas podium,” katanya.

Pencak Silat Membawanya pada Karya Mahardika

Perjalanan Wahid bersama UPNVJ mulai menemukan titik penting pada 2022. Pada awal masa perkuliahan, ia berhasil mengukir prestasi melalui Kejuaraan Porsimnas WIMAYA 2022. Dari sana, Wahid semakin aktif mengembangkan kemampuan bersama Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pencak Silat Veteran Jakarta.

Lingkungan kampus dan komunitas pencak silat kemudian menjadi ruang bagi Wahid untuk tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga membentuk karakter.

Perjalanan tersebut akhirnya mengantarkannya menjadi salah satu penerima Karya Mahardika. Bagi Wahid, penghargaan itu bukan sekadar pengakuan atas medali dan gelar juara yang berhasil diraih.

“Saya dilatih. Saya dibina. Saya dibentur. Dan dari benturan-benturan itulah, saya terbentuk,” ungkapnya.

Dari proses itu, ia mengaku belajar menyelesaikan tanggung jawab, melihat persoalan dari berbagai sudut pandang, bertahan di tengah tekanan, serta tetap berpikir jernih dalam situasi sulit.

Kehilangan Ayah di Tengah Perjuangan

Di balik capaian tersebut, Wahid juga melewati salah satu periode terberat dalam hidupnya. Pada 2025, ketika masih menjalankan tanggung jawab sebagai mahasiswa sekaligus mempersiapkan diri untuk mengikuti kejuaraan, ayahnya meninggal dunia.

Kehilangan itu membuat Wahid harus menjalani dua keadaan sekaligus: menyelesaikan tanggung jawab yang telah dipilihnya dan menghadapi duka sebagai seorang anak.

Pengalaman tersebut kemudian menjadi salah satu pesan yang ia bagikan kepada sesama lulusan. Menurut Wahid, kehidupan tidak selalu memberikan waktu bagi seseorang untuk benar-benar siap menghadapi perubahan atau kehilangan.

“Mungkin kita tidak selalu bisa memilih apa yang terjadi dalam hidup kita. Tetapi kita masih bisa memilih untuk terus melangkah setelahnya,” tuturnya.

Pesan itu ia tujukan pula kepada para wisudawan yang mungkin sedang atau pernah melewati perjuangan yang tidak diketahui orang lain. Baginya, kemampuan untuk tetap berjalan merupakan bentuk keberanian yang patut dihargai.

Terima Kasih untuk KJMU, UPNVJ, dan Keluarga

Dalam sambutannya, Wahid secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui program Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU). Dukungan beasiswa tersebut, menurutnya, telah membantu meringankan perjalanan pendidikannya hingga dapat menyelesaikan studi.

Ucapan terima kasih juga ia sampaikan kepada UPNVJ dan FISIP yang telah memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berkembang dan berprestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik.

“Saya ucapkan terima kasih kepada UPN ‘Veteran’ Jakarta, yang telah mewadahi, memfasilitasi, dan mendukung saya untuk terus berproses, bertumbuh, dan berprestasi,” kata Wahid.

Apresiasi serupa disampaikan kepada dosen pembimbing skripsi, dosen pembimbing akademik, pembimbing dan pelatih pencak silat, UKM Pencak Silat Veteran Jakarta, serta jajaran bidang kemahasiswaan UPNVJ yang mendampinginya sejak awal perkuliahan.

Namun, ucapan paling personal Wahid ditujukan kepada kedua orang tuanya. Ia berterima kasih kepada sang ibu yang tidak pernah berhenti mendoakan setiap langkahnya.

“Ibu, doain aku ya,” ucap Wahid, mengenang kalimat sederhana yang selama ini menjadi salah satu sumber kekuatannya.

Kepada almarhum ayahnya, Wahid mempersembahkan pencapaian akademik dan penghargaan Karya Mahardika yang diraihnya.

“Penghargaan ini, gelar ini, saya persembahkan untukmu. Terima kasih atas segala doa dan dukungan yang pernah diberikan,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Wahid mengajak seluruh lulusan Angkatan 77 membawa semangat bela negara yang telah ditanamkan UPNVJ ke kehidupan setelah kampus. Ia berharap para lulusan mampu menjadi pribadi yang memberi manfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.

Baginya, perjalanan setelah wisuda tidak semata-mata diukur dari seberapa tinggi seseorang mencapai keberhasilan. Hal yang tidak kalah penting adalah kemampuan untuk bertahan, terus belajar, dan kembali bangkit ketika kehidupan tidak berjalan sesuai rencana.

“Selamat atas perjuangan kita. Selamat atas pencapaian kita. Dan selamat menempuh perjalanan baru setelah hari ini,” pungkas Wahid.

Kisah Wahid sekaligus menggambarkan semangat yang ingin terus ditumbuhkan UPNVJ kepada para lulusannya: kompetensi yang berjalan beriringan dengan ketangguhan karakter, kepedulian, serta semangat bela negara. Penghargaan Karya Mahardika menjadi salah satu bentuk apresiasi kampus kepada lulusan yang mampu menghadirkan prestasi selama menjalani pendidikan sekaligus membawa nama baik universitas.


 

Kerabat Kerja

---------------------------------

Penulis: Disa Prihantini Penyelaras Bahasa: F. Noor

 

Berita Sebelumnya

UPNVJ dan Bank Muamalat Perkuat Kemitraan, Serahkan Bus, Ambulans hingga Dukungan Laboratorium

Berita Selanjutnya

Dari Dokter hingga Fisioterapis, Wisuda Ke-77 UPNVJ Lahirkan Lulusan Kesehatan untuk Masyarakat