Humas UPNVJ – SONGKHLA, Thailand – Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) dan Thaksin University, Thailand, bersiap menerjemahkan penjajakan kerja sama menjadi program akademik yang dapat segera dilaksanakan. Setelah pertemuan di Thaksin University, Songkhla Campus, Rabu (3/9/2026), kedua perguruan tinggi akan melanjutkan pembahasan melalui kunjungan delegasi Thaksin University ke UPNVJ, Jakarta, yang dijadwalkan pada 24 September 2026.
Kunjungan balasan tersebut akan diarahkan untuk mempercepat penyusunan *memorandum of understanding* (MoU) dan *memorandum of agreement* (MoA), sekaligus menentukan proyek percontohan yang dapat dijalankan oleh fakultas dan program studi kedua universitas. Sebelumnya, UPNVJ telah menyampaikan *letter of intent* sebagai landasan awal pembentukan kemitraan akademik.
Rektor UPNVJ, Prof. Dr. Anter Venus, MA, Comm, mengatakan kerja sama internasional tidak boleh berhenti pada penandatanganan dokumen. Setiap komitmen harus menghasilkan kegiatan yang terukur serta memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa, dosen, dan pengembangan institusi.
“Sesuai komitmen awal, kami datang untuk memastikan kolaborasi ini tidak sekadar menjadi dokumen pasif. *Letter of intent* yang telah disampaikan perlu segera diturunkan menjadi MoU, MoA, dan proyek-proyek spesifik yang dapat dilaksanakan bersama,” kata Venus.
Pertemuan di ruang rapat Thaksin University dipimpin oleh Dekan International College Thaksin University, Dr. Pittayatorn Kaewkong, bersama perwakilan sejumlah bidang akademik. Pembahasan melibatkan bidang hukum, bahasa Inggris, ilmu sosial, serta pengembangan pendidikan magister dan doktor.
Salah satu peluang yang akan didalami dalam kunjungan ke Jakarta adalah pengembangan program pascasarjana berorientasi internasional. Kedua pihak akan menjajaki bentuk kolaborasi berupa pengajaran bersama, kuliah tamu, pengembangan kurikulum, penelitian kolaboratif, serta kemungkinan penyelenggaraan program akademik bersama.
Venus berharap anggota delegasi Thaksin University yang datang ke UPNVJ juga dapat memberikan kuliah tamu sesuai bidang keahlian masing-masing. Selain itu, pertemuan tersebut akan digunakan untuk menentukan proyek percontohan yang paling siap dilaksanakan sebagai tahap awal kerja sama.
“Pada saat kunjungan, kami berharap para peserta atau anggota delegasi yang hadir dapat memberikan *lecture*. Selain itu, kami akan membahas proyek percontohan kerja sama yang bisa segera dilaksanakan, khususnya untuk pengembangan program pascasarjana internasional,” ujarnya.
UPNVJ juga melihat peluang besar dalam program mobilitas mahasiswa dan dosen. Kedekatan geografis Indonesia dan Thailand, biaya mobilitas yang relatif terjangkau, serta kesamaan karakteristik budaya di kawasan ASEAN dinilai dapat mendukung pertukaran mahasiswa, dosen tamu, pengajaran bersama, dan kegiatan akademik jangka pendek.
Meski demikian, Venus menekankan bahwa setiap program perlu disusun berdasarkan kecocokan mutu dan keunggulan bidang ilmu. UPNVJ akan memetakan peringkat institusi, reputasi fakultas, program studi, departemen, dan bidang keilmuan di Thaksin University sebelum menentukan mitra pelaksana di tingkat fakultas.
“Kita harus melihat universitas ini dari sisi kualitas dan peringkatnya, kemudian memetakan fakultas, jurusan, departemen, hingga bidang ilmunya. Dari pemetaan tersebut, pasti akan ditemukan bidang yang benar-benar berkualitas dan relevan untuk dikerjasamakan,” kata Venus.
Penguatan kemitraan dengan Thaksin University berjalan paralel dengan kerja sama UPNVJ bersama Prince of Songkla University (PSU). UPNVJ dan PSU telah menandatangani MoU pada 1 September 2026 yang mencakup pertukaran mahasiswa dan dosen, program akademik bersama, riset, publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, serta peluang program gelar ganda.
Menurut Venus, jejaring dengan Thaksin University dan PSU menjadi bagian dari strategi UPNVJ memperkuat internasionalisasi berbasis dampak. Kerja sama tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan reputasi institusi, tetapi juga memperluas akses mahasiswa terhadap pengalaman belajar global, meningkatkan produktivitas riset dosen, dan menghadirkan kontribusi perguruan tinggi bagi masyarakat ASEAN.
“Kunjungan 24 September harus menjadi momentum untuk menetapkan program yang dapat langsung dikerjakan. Internasionalisasi harus diwujudkan melalui mobilitas akademik, riset bersama, pertukaran pengetahuan, dan program pendidikan yang menghasilkan manfaat nyata,” pungkas Venus.
Kerabat Kerja
---------------------------------
Penulis: Disa Prihantini | Penyelaras Bahasa: F. Noor