UPNVJ Perluas Riset Multidisiplin dengan Walailak University, Bidik Gelar Ganda dan Profesor Tamu

Humas UPNVJ – BANGKOK, Thailand – Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) menuntaskan misi internasionalisasi selama lima hari di Thailand dengan membawa sejumlah capaian strategis dari kunjungan ke Walailak University. Delegasi yang dipimpin Rektor UPNVJ Prof. Dr. Anter Venus, MA, Comm memetakan peluang kolaborasi multidisiplin yang memadukan kekuatan UPNVJ dalam bidang kedokteran, kesehatan masyarakat, dan teknik dengan kapasitas Walailak University pada rumpun ilmu sosial serta tata kelola. Pada akhir rangkaian kunjungan, Jumat (4/9/2026), hasil misi tersebut dilaporkan kepada Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Thailand dan UNESCAP Hari Prabowo serta Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Bangkok Cyti Daniela Aruan.

Walailak University dipilih sebagai mitra strategis karena memiliki kesesuaian bidang keilmuan dengan hampir seluruh fakultas di UPNVJ. Kampus yang berlokasi di Nakhon Si Thammarat tersebut juga memiliki reputasi kuat dalam tata kelola dan keberlanjutan. Pada QS World University Rankings: Sustainability 2025, Walailak menempati peringkat pertama di antara perguruan tinggi regional Thailand dan peringkat ketiga nasional untuk aspek tata kelola, dengan skor 86,4. Walailak juga menduduki peringkat ke-268 dunia dalam kategori yang sama.

Rektor UPNVJ Prof. Dr. Anter Venus, MA, Comm mengatakan kunjungan tersebut memperluas keterlibatan fakultas dalam kerja sama internasional. Jika sebelumnya program bersama Walailak baru melibatkan tiga fakultas, peluang kolaborasi kini terbuka bagi hampir seluruh fakultas karena terdapat kesesuaian disiplin ilmu di kedua perguruan tinggi.

“Dari sisi jumlah keterlibatan fakultas, sebelumnya baru tiga fakultas. Sekarang hampir semua fakultas memiliki peluang karena bidang-bidang yang kita miliki juga terdapat di Walailak University,” kata Venus.

Selain memperluas keterlibatan fakultas, UPNVJ dan Walailak University sepakat meningkatkan kualitas serta ragam kerja sama yang telah berjalan. Program pertukaran mahasiswa yang dinilai telah mapan akan diarahkan menuju penyelenggaraan program gelar ganda atau double degree.

Kerja sama juga akan dikembangkan dari kegiatan kuliah dosen tamu menjadi program visiting professor dan adjunct professor. Kedua universitas turut memperkuat publikasi bersama, penelitian kolaboratif, mobilitas dosen dan mahasiswa, serta upaya memperoleh pendanaan riset dari lembaga internasional.

“Pertukaran mahasiswa akan kita tingkatkan menjadi program gelar ganda. Program dosen tamu dikembangkan menjadi visiting professor dan adjunct professor. Publikasi serta riset bersama juga akan diperkuat, termasuk melalui pencarian pendanaan dari luar negeri,” ujar Venus.

Menurut Venus, Walailak University menjadi pijakan awal yang strategis bagi UPNVJ untuk membangun jejaring kerja sama yang lebih luas di Thailand Selatan. Keberhasilan tersebut akan dilanjutkan melalui penguatan hubungan dengan Thaksin University, Prince of Songkla University, dan perguruan tinggi potensial lainnya di kawasan tersebut.

UPNVJ juga akan mendorong para dekan untuk memimpin langsung tindak lanjut kerja sama pada tingkat fakultas. Langkah tersebut diperlukan agar kesepakatan antarpimpinan universitas dapat segera diterjemahkan menjadi program konkret antardosen, program studi, pusat penelitian, dan kelompok mahasiswa.

“Ke depan, delegasi akan lebih banyak dipimpin oleh para dekan. Rektor telah membuka jalannya, selanjutnya fakultas perlu mempertemukan dosen dan peneliti yang memiliki bidang keilmuan yang sama agar kerja sama dapat segera diimplementasikan,” tuturnya.

Rangkaian kunjungan ini menjadi bagian dari transformasi internasionalisasi UPNVJ melalui sembilan agenda utama, antara lain akreditasi dan sertifikasi internasional, publikasi bereputasi, pertukaran mahasiswa, mobilitas dosen, program profesor internasional, publikasi bersama, riset kolaboratif, serta pencarian dana penelitian luar negeri. UPNVJ juga meningkatkan promosi institusi melalui pameran pendidikan dan forum akademik di tingkat ASEAN.

Venus menegaskan UPNVJ akan menjalankan strategi internasionalisasi secara selektif dengan memprioritaskan negara-negara ASEAN. Thailand Selatan dinilai memiliki karakteristik perguruan tinggi dan bidang keilmuan yang sesuai dengan kebutuhan pengembangan UPNVJ serta menawarkan peluang implementasi kerja sama yang lebih cepat.

Pelaporan hasil kunjungan kepada KBRI Bangkok menjadi bagian dari upaya memperkuat diplomasi pendidikan Indonesia di Thailand. Dukungan perwakilan pemerintah Indonesia diharapkan dapat memperluas jejaring, mempertemukan UPNVJ dengan mitra potensial, serta memastikan kerja sama akademik dan penelitian memberikan manfaat bagi kedua negara.

“UPNVJ harus benar-benar go global. Karena itu, seluruh program internasionalisasi tidak boleh berhenti pada kunjungan atau penandatanganan dokumen. Kerja sama harus menghasilkan pertukaran pengetahuan, riset bersama, publikasi, mobilitas akademik, dan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkas Venus.

 

Kerabat Kerja

---------------------------------

Penulis: Disa Prihantini Penyelaras Bahasa: F. Noor

Berita Sebelumnya

UPNVJ Perkuat Daya Saing Global melalui Empat Pilar Reputasi Internasional

Berita Selanjutnya

Thaksin University Kunjungi UPNVJ 24 September, Siapkan Proyek Pascasarjana Internasional