Humas UPNVJ – Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) memperkuat strategi peningkatan reputasi internasional melalui penguatan kualitas akademik, visibilitas penelitian, kolaborasi global, dan dampak akademik. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan “Peningkatan Reputasi Internasional” yang menghadirkan Prof. Dr. Anuraga Jayanegara, S.Pt., PgDip., M.Sc., M.Pd., dari IPB University sebagai narasumber di Auditorium Fakultas Kedokteran UPNVJ, Gedung Wahidin Lantai 3, Pondok Labu, Jakarta Selatan, Kamis (3/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 13.00–16.00 WIB tersebut menjadi bagian dari langkah strategis UPNVJ dalam membangun pemahaman sivitas akademika mengenai pentingnya reputasi perguruan tinggi di tingkat global. Penguatan reputasi internasional tidak hanya berkaitan dengan pemeringkatan universitas, tetapi juga mencakup kinerja pendidikan, produktivitas riset, publikasi ilmiah, jejaring internasional, serta kontribusi akademik terhadap masyarakat.
Dalam paparannya, Prof. Dr. Anuraga Jayanegara menegaskan bahwa reputasi internasional merupakan hasil dari kinerja institusi yang dibangun secara konsisten dan berkelanjutan. Menurutnya, perguruan tinggi perlu memastikan bahwa seluruh aktivitas akademik memiliki kualitas, visibilitas, dan dampak yang dapat diakui oleh komunitas global.
“Reputasi internasional pada dasarnya dibangun dari kinerja yang konsisten. Ketika kualitas pendidikan, penelitian, publikasi, kolaborasi, dan dampak akademik dapat diperkuat secara bersama-sama, maka visibilitas dan reputasi institusi juga akan semakin meningkat,” ujar Prof. Anuraga.
Ia menjelaskan bahwa visibilitas penelitian menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat posisi perguruan tinggi di tingkat internasional. Hasil penelitian tidak cukup hanya diproduksi, tetapi perlu dikomunikasikan melalui publikasi ilmiah yang tepat agar dapat ditemukan, dibaca, dikutip, serta memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan.
“Penelitian yang dihasilkan tidak hanya berhenti sebagai output, tetapi harus memiliki visibility dan impact. Penelitian perlu memiliki kualitas, dipublikasikan pada kanal yang tepat, serta diarahkan agar memberikan kontribusi terhadap ilmu pengetahuan dan penyelesaian persoalan masyarakat,” jelasnya.
Selain penguatan riset, Prof. Anuraga menyoroti pentingnya kolaborasi internasional yang substansial. Menurutnya, kerja sama antarperguruan tinggi tidak seharusnya hanya diukur dari jumlah dokumen atau nota kesepahaman, tetapi dari aktivitas nyata yang menghasilkan manfaat akademik.
“Kolaborasi internasional bukan sekadar angka atau dokumen kerja sama. Hal yang lebih penting adalah adanya penelitian bersama, publikasi bersama, pertukaran pengetahuan, serta kegiatan akademik yang memberikan dampak bagi kedua institusi,” tambah Prof. Anuraga.
Ia juga menyampaikan bahwa peningkatan reputasi internasional merupakan tanggung jawab bersama seluruh unsur perguruan tinggi. Fakultas, program studi, dosen, peneliti, mahasiswa, hingga unit pendukung memiliki peran dalam menciptakan ekosistem akademik yang berorientasi pada mutu dan daya saing global.
“Reputasi universitas bukan hanya tugas satu unit atau satu individu. Reputasi merupakan akumulasi dari kontribusi seluruh sivitas akademika. Karena itu, diperlukan kesadaran bersama mengenai indikator dan aktivitas yang dapat memperkuat posisi institusi di tingkat internasional,” ungkapnya.
Melalui kegiatan tersebut, UPNVJ menegaskan komitmennya dalam memperkuat empat pilar utama reputasi internasional, yaitu reputasi global, visibilitas penelitian, kolaborasi internasional, dan dampak akademik. Keempat aspek tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun perguruan tinggi yang memiliki daya saing serta mampu memberikan kontribusi lebih luas.